Part 24 - Bertahanlah Hulk!

4.2K 232 8
                                        

Ica tenggelam di tengah laut. Sebelum kesadarannya hilang, Phyton mendorong Ica yang lengah dan dalam posisi tidak baik hingga terjatuh ke laut.

Ken yang terus mengawasi Ica sambil menangani anak buah Phyton, ikut terjun ke laut beberapa detik setelah Ica jatuh.

"ICAAAAA!!" Ico terus meneriakan nama adiknya meski ia tahu itu percuma.

Thomas segera mengirimkan helikopter untuk membantu pencarian setelah mendengar informasi dari Edward.

"Gue yakin Ica pasti ditemukan selamat." Ucap Daffa berusaha menenangkan Ico.

Keadaan laut cukup gelap meski tenang. Ken tidak bisa menemukan Ica dipermukaan laut, kemungkinan Ica sudah tenggelam.

Ken menyalakan senter kecil di jam tangan miliknya yang memang dirancang khusus untuk pekerjaan ini.

"CAAA! ICAAAAA!" teriak Ken berusaha memanggil rivalnya. Ia yakin bahwa lokasi jatuhnya Ica tidaklah jauh darinya.

Setelah menarik nafas panjang, Ken menenggelamkan badannya untuk mencari keberadaan Ica didalam laut. Beruntung Ken ahli dalam berenang sehingga untuk saat ini ia masih dapat bertahan mencari Ica.

"Bagaimana?" Tanya Ico dengan nada panik pada Jeff yang sedang berusaha mencari Ica melalui sinyal alat komunikasi mereka.

"Sepertinya kak Ken belum menyalakan pemancarnya."

"Pemancar?" Gumam Daffa.

Edward sudah meminta bantuan kapal untuk mencari juga lewat radar.

"Ketemu!" Pekik Jeff, "kak Ken sudah menemukan kak Ica!"

"Bagaimana lo bisa tau?" Tanya Andrew.

"Sebelum kapal berlayar, kak Ken minta alat pemancar yang pernah gue tunjukin ke dia, katanya mungkin akan berguna nanti dan gue yakin dia nyalain karena berhasil menemukan kak Ica." Terang Jeff membuat semua tersenyum lega.

Jeff segera mengirimkan koordinat keberadaan Ken pada Thomas.

Di tempatnya, Ken sudah memeluk Ica yang tak sadarkan diri menunggu Thomas menolong mereka sambil mengangkat tangannya yang memakai arloji untuk memberikan tanda keberadaannya menggunakan senter kecil di arlojinya.

Bertahanlah hulk!

Beberapa menit kemudian, Thomas sampai. Ken meraih tangga tali yang diturunkan Thomas sambil tetap memeluk Ica yang sudah terlihat pucat.

"ICA!" Pekik Emma setelah Ken berhasil naik ke helikopter.

Ken segera melakukan pertolongan pertama agar Ica sadar lebih dulu. Ken tidak bisa merasakan nafas Ica, membuatnya cukup panik namun berusaha tenang. Ken memompa dada Ica serta memberikan nafas buatan. Beberapa kali melakukannya namun Ica belum juga sadar.

"Heh cewe Hulk! Bangun!" Ken masih belum menyerah menyadarkan Ica. "Ayo bangun Ca! Rival gue ngga boleh kalah di sini!" Ken terus memanggil Ica.

Emma menatap Ken dan Ica dengan cemas karena belum ada tanda Ica akan sadar.

"Denyut nadinya melemah." Ucap Thomas membuat Ken semakin terlihat cemas.

My Dearest EnemyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang