Ken dan Daffa menjalankan mobil mereka menuju rumah Windy. Windy menyarankan untuk membawa Ica ke rumahnya karena Windy tidak ingin Mamanya Ica panik melihat putri bungsunya pulang dengan sangat berantakan.
Ken menggendong Ica menuju kamar Windy lalu menemui Daffa di ruang tengah setelah membaringkan Ica di kasur. Orang tua Windy seperti biasa sedang pergi selama beberapa hari maka aman untuk membawa Ica ke rumahnya.
Windy segera membersihkan badan Ica dan mengganti pakaian Ica dengan pakaiannya. Windy juga dengan telaten mengobati setiap memar Ica. Wajah Ica terlihat sangat tenang, setelah pertarungan tadi Ica jatuh tertidur dipelukan Ken, tubuhnya benar-benar sudah tidak bertenaga lagi.
Daffa dan Ken masuk ke kamar Windy setelah Windy menyelimuti Ica.
"Lo udah telepon tante Adis kalau Ica menginap dulu di sini?" Tanya Daffa.
Windy mengangguk, "udah kok baru aja, gue bilang Master menginap dulu di sini temenin gue, dan katanya besok Ico anterin keperluan Master di sekolah."
Daffa mengangguk, "kalau gitu gue dan Ken pulang dulu ya, besok pagi gue ke sini lagi."
Windy mengangguk dan tersenyum.
"Gue juga besok pagi ke sini."
"Iya, lo pulang dulu sana, Master butuh istirahat yang banyak."
Ken mengangguk.
Hari masih gelap dan Ica sudah terbangun di kamar yang cukup familiar untuknya. Ica menoleh ke samping, terlihat Windy masih tertidur.
Jadi gue dibawa ke rumah Windy.
Perlahan Ica turun dari tempat tidur ingin keluar kamar. Perutnya sangat lapar, pertarungan kemarin benar-benar menguras tenaganya.
"Lho Master mau ke mana?"
Ica kembali menoleh ke arah Windy, gadis itu sudah terduduk di tempat tidur sambil mengusap matanya yang masih mengantuk.
"Lo tidur lagi aja, gue laper."
Windy mengangguk lalu kembali tidur.
Ica berjalan keluar kamar menuju ke dapur. Bukan sekali ini saja Ica berkunjung ke sini maka Ica sudah sangat hapal letak ruangan rumah Windy.
Perlahan Ica membuka kulkas, mencari makanan yang hanya tinggal dihangatkan, Ica sedang sangat malas untuk memasak.
Tenaganya kembali pulih setelah menyantap beberapa makanan. Setelah merasa cukup kenyang, Ica kembali ke kamar Windy. Jam sudah menunjukan pukul 5 pagi, Ica tidak bisa kembali tidur. Sambil menunggu Windy bangun, Ica membuka ponselnya.
Iseng dirinya mengirimkan chat pada Ken.
AngelicaW: pagi
Selang beberapa detik ponselnya berbunyi.
Kenneth: lo udah bangun?
Ica tersenyum kecil dan kembali membalas,
AngelicaW: iya dari tadi, lo baru bangun? Kebangun gara2 gue ya?
Kenneth: ngga kok, gue udah bangun duluan, gimana keadaan lo? Ada yang sakit?
AngelicaW: ngga, cuma sedikit kok ngga terlalu mengganggu
Kenneth: mau periksa?
Ica terkekeh pelan, hatinya terasa hangat mengetahui Ken sangat mengkhawatirkannya, meski hanya lewat chat namun Ica bisa membayangkan bagaimana ekspresi Ken saat ini.
AngelicaW: ngga kok, biasa di misi kan lebih parah dari ini.
Obrolan mereka berakhir saat hari mulai terang, Ica lebih dulu masuk ke kamar mandi saat Windy baru saja bangun.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dearest Enemy
Romance"Aku sudah sangat tidak menyukainya sejak kami masih memakai diapers!" -Angelica Wijaya- "Melihat wajah manisnya yang kesal karena ulahku, menjadi kesenangan sendiri untukku." -Kenneth Adhitama- -------------------------- Action - Romance
