Ken duduk sendirian di pinggir arena latihan karate, bukan menunggu Ica latihan karate namun latihan drama untuk acara pengumpulan dana bakti sosial sekolah mereka nanti.
Sudah 3 hari Ica berlatih namun ini pertama kali Ken menemaninya karena dua kali sebelumnya Ken sedang ada tugas dari Thomas.
"Panas nih?"
Ken menoleh ke kiri, Sandra baru saja duduk di sampingnya.
"Perasaan di sini ngga panas." Jawab Ken dengan nada datar.
"Maksudnya hati lo."
"Emang hati gue kenapa?"
Sandra terkekeh pelan, "yah siapa tau agak panas karena liat Ica berpasangan sama Carlos."
Ken mengalihkan tatapannya ke tengah ruangan di mana Ica sedang mencoba berlatih dialog dengan Carlos ditemani Vika sebagai sutradara.
"Kenapa gue harus panas? Mereka kan cuma akting." Lanjut Ken.
Sandra mengangguk sekilas, "iya deh percaya."
Setelah beberapa menit lewat, Ica terlihat berjalan mendekati Ken lalu duduk diantara Ken dan Sandra dan menyandarkan kepalanya dipundak Ken.
"Uluh uluuh si eneng manja bener." Sindir Sandra.
Ica melirik sekilas Sandra, "lo juga pingin? Noh sebelah lo nganggur."
Sandra dan Ken melirik bersamaan ke arah samping Sandra yang lain.
"Astaga!" Sandra sedikit tersentak kaget lalu mengusap dadanya.
"Sial lo, emangnya gue setan?!" Vika menatap datar Sandra.
"Siapa suruh lo muncul dadakan di sini!" Sahut Sandra dengan nada sewot.
Carlos yang baru datang langsung duduk di samping Ken.
"Gimana? Udah lancar latihannya?" Tanya Ken.
Ica menegakan kepalanya kembali, "lumayan lah."
Vika mengangguk sekilas, "Ica mah ngga diragukan lagi aktingnya sebagai pemeran utama."
Ken tersenyum kecil lalu mengusap sekilas puncak kepala Ica.
"Kita latihan sampe jam berapa ini Vik?" Tanya Ica.
"Udah beres kok Ca, besok lagi kalau kalian kosong." Ucap Vika pada Ica dan juga Carlos.
"Okelah kalau gitu gue balik duluan ya." Pamit Carlos yang langsung diangguki semuanya.
"Gue juga harus anterin tuan putri pulang." Ken berdiri dan menggandeng Ica.
"Ceileh, panas nih gue liatnya," goda Sandra.
"Tau nih, seneng bener bikin orang envy." Imbuh Vika.
Ica terkekeh, "makanya buruan dapet pacar," ledek Ica lalu berjalan mengikuti Ken keluar ruang latihan.
Tiga minggu berlalu, semua persiapan sudah beres dan saat ini, satu hari sebelum hari acaranya, jam pelajaran diliburkan dari pagi karena seluruh siswa akan mendekorasi kelas mereka masing-masing.
"Ca, ini kostum buat lo." Ketua kelas memberikan bungkusan plastik hitam besar pada Ica.
"Kostum apaan nih?" Ica mencoba melihat ke dalam plastik.
"Coba aja dulu."
Ica mengangguk lalu melangkah keluar kelas menuju ruang ganti yang biasa ia datangi jika akan berlatih karate atau basket.
"Ica mana?" Tanya Ken yang baru datang pada seluruh teman sekelasnya yang sedang sibuk mengerjakan dekorasi kelas.
"Kayaknya tadi keluar setelah ngobrol sama Dino." Jawab Windy.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dearest Enemy
Cinta"Aku sudah sangat tidak menyukainya sejak kami masih memakai diapers!" -Angelica Wijaya- "Melihat wajah manisnya yang kesal karena ulahku, menjadi kesenangan sendiri untukku." -Kenneth Adhitama- -------------------------- Action - Romance
