Visi (Deven)

78 3 0
                                        

PART DEV

Two months earlier.

Deven masih duduk di ruang dokter ketika Louis datang menemuinya.

Pria itu menarik kursi di depannya tanpa banyak basa-basi.

"I got the confirmation."

Deven mengangkat pandangan dari laptop.

"About Pakistan?"

Louis mengangguk.

"Yes."

Deven langsung menutup laptopnya.

Louis meletakkan beberapa dokumen di atas meja.

"The medical team is still short on doctors. The situation is worse than they expected."

Deven membaca sekilas informasi yang diberikan Louis.

Rumah sakit penuh.

Tim medis kelelahan.

Kebutuhan tenaga medis terus meningkat.

Dan situasinya belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik dalam waktu dekat.

"When?" tanya Deven.

"As soon as your visa is ready."

Deven mengangguk pelan.

Louis memperhatikannya beberapa detik.

"You know this is dangerous, right?"

"I know."

"This isn't just another volunteer trip."

"I know."

Louis bersandar.

"Some volunteers have already died."

Deven terdiam.

Informasi itu sebenarnya bukan sesuatu yang baru baginya.

Dia sudah membaca semuanya.

Sudah mencari tahu kondisi di lapangan.

Sudah mempertimbangkan kemungkinan terburuk.

"I've been thinking about this for months, Louis."

"I know."

"Then you know I'm not making this decision overnight."

Louis menghela napas.

"I'm just making sure you're not doing this because of what happened with Marcha."

Deven langsung diam.

Nama itu masih memiliki kemampuan untuk membuat dadanya terasa sesak hanya dengan satu kalimat.

Dia menatap meja beberapa saat sebelum akhirnya berkata,

"It's not about running away from her."

Louis tidak menjawab.

Deven menarik napas panjang.

"I still love her."

Kalimat itu keluar begitu saja.

Tidak ada keraguan.

Tidak ada usaha untuk menyangkalnya.

"I probably always will."

Louis menatapnya.

"Then why don't you talk to her?"

Deven tersenyum tipis.

Senyum yang tidak benar-benar mengandung kebahagiaan.

"Because we're not together anymore."

"That doesn't mean you stopped loving each other."

Aku Dan DiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang