"Nona bisa memanggil saya Rob. Saya adalah bawahan Tuan Asahavey yang di minta untuk mengantar anda kembali kepada Tuan Jhonson," Rob memperkenalkan diri dengan sopan. Saat ini mereka berada di sebuah taman tidak jauh dari rumah sakit tempat pertama kali ia membawa pergi wanita ini. "Maafkan saya jika saya hanya bisa mengantar anda sampai disini. Saya masih belum siap bertemu dengan iblis yang murka."
"..."
"Nona. Saya tahu ini lancang ketika saya mengatakannya. Tuan Asahavey memilih mengakhiri hidupnya karena ia merasa sia-sia tanpa kehadiran anda di sisinya," Rob bermonolog saat melihat tidak ada reaksi dari wanita di depannya. Meskipun tidak tahu seperti apa rasanya saat memilih keputusan konyol itu, ia bisa sedikit merasakan apa yang tuannya rasakan.
Selama ia bersama dengan sang tuan. Rob tahu pria seperti apa seorang Calian Asahavey. Tuannya mampu melakukan apapun ketika menginginkan sesuatu. Tuannya bahkan bisa membuang sesuatu jika itu sudah tidak lagi berguna.
Tapi wanita di depannya ini selalu menjadi yang pertama bagi sang tuan untuk tidak bersikap demikian. Tuannya rela menundukkan kepala meminta kemurahan hati seorang Sherry Andrea Laura agar mau bersamanya. Meskipun pada akhirnya tidak akan pernah bisa terjadi.
Cinta memang sesuatu yang tidak bisa di paksakan.
Sherry menatap pria di depannya tanpa ekspresi. Ia ingin sekali bertanya kenapa pria ini membiarkan Calian mengambil keputusan bodoh itu tapi mengurungkan niat. Ia masih belum bisa menerima apa yang baru saja terjadi beberapa saat yang lalu.
"Tuan Asahavey meminta saya melindungi anda sebagai permintaan terakhir darinya," Rob mencoba menarik perhatian wanita di depannya namun kemudian menghela napas berat saat wanita ini tidak memberikan respon apapun.
Rob mengeluarkan ponsel miliknya. Setelah mengirim pesan kepada seseorang ia kembali menatap wanita yang masih terdiam di atas kursi rodanya. Rob berjongkok, mencoba menarik atensi Sherry. "Nona. Saya sudah meminta Tuan Jhonson menjemput anda disini. Sebelum Tuan Jhonson datang, saya akan menjaga anda dari jauh."
"..."
Ia di abaikan.
Rob berdiri sambil membungkuk sopan. Ia harus segera menyingkir dari sini sebelum di lihat oleh Dave Jhonson. Berhadapan dengan pria itu sama seperti menyerahkan nyawanya sendiri.
"Kenapa tidak menghentikannya?"
Pertanyaan itu menghentikan langkah kaki Rob. Ia berbalik dan langsung bertemu tatap dengan manik beda warna yang teramat indah. "Seperti yang tadi saya katakan. Saya adalah bawahan Tuan Asahavey. Anda mengenalnya dengan sangat baik dan tahu seperti apa Tuan jika tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan," ujar Rob. "Selain tidak bisa mendapatkan anda, Tuan juga tidak bisa menyakiti anda. Berada di posisi itu membuat Tuan akhirnya memilih untuk melepaskan anda."
Setelah mengatakan itu, Rob berbalik pergi. Meskipun ia tahu alasan sebenarnya sang tuan mengambil keputusan itu, Rob tetap tidak akan mengatakan kebenarannya kepada wanita ini.
Biarlah ia simpan semuanya sendiri seperti keinginan terakhir sang tuan.
Sepeninggal Rob, Sherry masih duduk terdiam sambil menunggu Dave menjemput dirinya.
Detik demi detik berlalu dalam hening yang teramat menyiksa. Meskipun udara sejuk terasa begitu menyegarkan, namun entah kenapa Sherry sama sekali tidak bisa menikmatinya.
Perlahan ia mendongak memandang langit biru di atas sana. Maniknya terpejam merasakan perasaan sesak yang menyelimutinya sejak tadi.
"Maaf, Claire."
Dua kata itu selalu ia gumamkan sejak menyadari apa yang terjadi pada Calian ketika ia di bawa pergi.
Pertemuan singkat itu menjadi salam perpisahan. Calian membebaskannya dari belenggu obsesi dengan membunuh dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY WITH ME#4
RomanceSERIES KE EMPAT DARI POSESIF-CRAZY ❤️LUCAS GEONANDES (MINE) ❤️JOSHUA ALEXANDER (I FOUND YOU) ❤️RAKA ABIMAYU (PROMISE) ❤️DAVE JHONSON (STAY WITH ME) UPDATE SETIAP TANGGAL 9, 19, 29 YA DEAR 🤗😘
