118

525 80 21
                                        

"Kau sungguh-sungguh ingin mengurungnya seperti itu, Dave?" Tanya Brian yang sudah berdiri di depan ruang rahasia yang sengaja di buat oleh Dave. Brian tidak menanyakan alasannya karena apapun yang ingin di lakukan Dave tidak ada kaitannya dengan dirinya.

Hanya saja saat melihat Dave menggunakan ruangan ini untuk mengurung Sherry membuat Brian bertanya-tanya, apakah sebenarnya ruangan ini memang di peruntukkan untuk wanita itu?

"Saat ini, dimatanya, aku tidak lebih dari seorang pembunuh yang telah melenyapkan nyawa Adamson Yu dan juga Lison Yu," Dave bersandar pada pintu dengan wajah lelah. Ia sebenarnya tidak ingin melakukan hal ini. Hanya saja situasi benar-benar tidak menguntungkan untuknya. Dan dia tidak ingin Sherry pergi. "Aku benar-benar akan menjadi gila jika Sherry meninggalkanku lagi, Brian."

Brian mendengkus. "Kau sungguh memahami karaktermu sendiri, Dave," cemoohnya. "Katakan padaku, apa yang ingin kau lakukan sekarang."

"Bawa Venus padaku," jawab Dave datar. "Dan berikan perintah untuk membawa Mei Ling dan juga Jia Yu ke negara ini."

"Aku mengerti jika kau menginginkan Mei Ling dan juga Jia Yu. Tapi Venus,-" Brian menarik napas panjang. Ia tahu saat ini Dave sedang tidak berpikir jernih. Tapi ia cukup mengenal Venus. Meskipun anak itu memuja Zeus, tetap saja yang di takuti adalah Dave Jhonson. "Venus tidak akan melanggar perintahmu, Dave."

"Aku tahu, aku membutuhkan bantuannya untuk hal lain."

"Baiklah," ucap Brian sambil berlalu pergi meninggalkan Dave yang masih diam bersandar sambil memejamkan mata.

Cukup lama Dave berdiam diri seperti itu sebelum membuka mata dan berbalik menghadap pintu yang tertutup rapat. Maniknya jauh menembus ke balik pintu di mana Sherry dikurung olehnya.

Dave menempelkan telapak tangan serta dahinya pada pintu yang dingin. Samar ia mendengar teriakan Sherry yang memanggil namanya. Dave sendiri hanya bisa diam mendengar panggilan dan makian yang wanita itu lontarkan padanya. "Maaf, Ma Cherie. Tunggulah sebentar lagi, oke? Aku pasti menyelesaikan semuanya dan akan memberikan jawaban yang kau inginkan," bisik Dave sebelum berlalu pergi.

***

Dave benar-benar mengurungnya!

Sherry hampir tidak mempercayai apa yang baru saja terjadi. Dave membawanya ke tempat ini, mengikatnya lalu meninggalkannya sendirian.

Ia mencoba melepaskan ikatan di tangannya namun tidak berhasil. Sejenak Sherry menyerah dan langsung terdiam saat melihat kedua kakinya yang di borgol.

Meskipun ia berhasil melepaskan ikatan di tangannya, dirinya juga tidak bisa kemana-mana karena borgol yang terpasang.

Perlahan air matanya turun tanpa di minta. Di perlakukan seperti ini entah kenapa membuat hatinya berdenyut sakit. "Kenapa kau memperlakukanku seperti ini, Dave?" Tanya Sherry lirih. Ia tidak bisa lagi bersuara keras karena berteriak seperti orang gila dalam waktu lama membuat tenggorokannya sakit.

Tidak ada jawaban, tentu saja. Karena hanya ada dirinya sendirian di tempat ini.

Beberapa jam berlalu dalam kesunyian. Sherry yang telah lelah menangis dan berteriak memanggil nama Dave kini tertidur lelap.

Bahkan saat pintu terbuka, Sherry masih tetap bergelung dalam mimpi.

Dave masuk sambil membawa nampan berisi air dan juga makanan. Setelah melepaskan ikatan di tangan sang istri, ia duduk di sisi ranjang.

Hatinya berdenyut sakit saat melihat mata Sherry yang tampak bengkak. Perlahan ia menundukkan kepala, mengecup lembut kelopak mata sang istri yang terpejam sambil terus menggumamkan maaf dalam hati.

STAY WITH ME#4Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang