"Sherry, Papa sudah tidak ada."
Kalimat itu bagaikan petir di siang bolong yang menghantam tepat ditubuhnya.
Sherry terpaku di tempatnya berdiri dengan satu tangan yang masih memegang ponsel di telinga. Suara di seberang perlahan seperti menghilang menyisakan bunyi bising yang terdengar aneh.
Kakeknya sudah tidak ada. Dan kalimat singkat itu seperti sesuatu yang sulit untuk ia terima begitu saja.
"Dan Lison sedang tidak sadarkan diri di rumah sakit."
Seluruh tubuh Sherry bergetar. Bibirnya bahkan kaku untuk terbuka saat mendengar bahwa ternyata paman keduanya sedang tidak baik-baik saja saat ini. "A-apa yang terjadi, Moses?"
"Ada lima pembunuh yang memasuki kediaman Yu. Dia menyerang Papa, meskipun Lison sudah mencoba melindungi Papa, tetap saja Lison terluka parah dan Papa tidak bisa di selamatkan, Sherry," terang Moses dengan suara bergetar. "Aku tidak ingin melampiaskan semua ini dengan emosi sehingga menghilangkan akal sehatku sendiri. Tapi bisa kau bertanya pada Dave Jhonson, apa yang sudah keluarga Yu lakukan sampai bisa menyinggungnya seperti ini."
Manik Sherry membola. Dave? Apa semua kejadian mengejutkan ini ada hubungannya dengan pria itu? "Dave tidak mungkin membunuh Kakek, Moses," sangkal Sherry dengan suara tercekat. Jauh di dalam hatinya ia berharap bahwa ini semua hanya salah paham.
Dave sudah berjanji. Pria itu sudah berjanji padanya!
"Aku sebenarnya juga ingin menolak kenyataan itu, Sherry," ucap Moses dengan nada frustasi yang tidak ia sembunyikan. "Tapi beberapa pembunuh yang tertangkap mengatakan bahwa ia hanya menjalankan misi yang di berikan oleh daftar hitam Dreambox. Dan pemilik tempat itu adalah Dave Jhonson."
Ini tidak benar bukan? Sherry bahkan masih mengingat dengan jelas bahwa Dave sudah memerintahkan orang suruhannya membatalkan misi yang melibatkan kakeknya. Tapi kenapa?
"Aku juga masih tidak percaya ini semua menimpa keluarga kita, Sherry," ada nada terluka dalam suara itu. "Aku bahkan masih ingin menyangkal bahwa semua ini ada kaitannya dengan Dave Jhonson karena bagaimanapun pria itu adalah suamimu."
Untuk kesekian kalinya, Sherry merasakan rasa sakit yang teramat menusuk relung hatinya yang paling dalam.
Ia bahkan kesulitan bernapas seolah oksigen seperti di tarik paksa darinya.
Dave tidak mungkin melakukan semua yang Moses tuduhkan. Pria itu sudah berjanji padanya. Dave bukan pria yang akan mengingkari janjinya sendiri terlebih padanya.
Ini semua pasti salah paham.
"Moses, dengarkan aku. Ini pasti hanya salah paham. Dave,, Dave tidak mungkin membunuh Kakek,, seseorang pasti ingin menjebaknya," ucapnya dengan suara bergetar. Sherry tahu ini semua sulit untuk Moses terima, tapi Dave tidak mungkin membohonginya. "Percayalah padaku, Moses. Dave tidak akan pernah menyakiti Kakek karena dia tahu sepenting apa kalian untukku."
"Aku tahu, Sherry," Moses menjawab parau. "Untuk itu aku ingin kau menanyakan semuanya lebih jelas pada Dave Jhonson."
"..."
"Sherry, aku benar-benar berharap bahwa suamimu tidak ada kaitannya dengan semua ini."
Sherry terdiam. Tidak hanya Moses. Dia sendiri juga menginginkan hal yang sama. Dirinya sungguh berharap bahwa Dave tidak terlibat sama sekali dalam kematian kakeknya.
Sambungan terputus. Sherry masih tidak bergerak dari tempatnya berdiri. Perlahan air matanya mulai jatuh saat menyadari sesuatu.
Ia kehilangan lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY WITH ME#4
RomanceSERIES KE EMPAT DARI POSESIF-CRAZY ❤️LUCAS GEONANDES (MINE) ❤️JOSHUA ALEXANDER (I FOUND YOU) ❤️RAKA ABIMAYU (PROMISE) ❤️DAVE JHONSON (STAY WITH ME) UPDATE SETIAP TANGGAL 9, 19, 29 YA DEAR 🤗😘
