"Apa yang kau lakukan, Calian Asahavey?!" Tanya Raka dengan wajah mengeras. Maniknya menyorot tubuh mungil milik sang putra yang sedang berada di dalam dekapan Calian Asahavey.
Ia baru saja hendak menemui Alva, tapi kehadiran sang putra bersama Calian Asahavey yang sedang menodongkan pistol ke arah kepala Alva cukup mengejutkannya. Apa-apaan ini?!
Lucas, Josh dan juga Dave yang mendengar suara keras Raka seketika mendekat dan terhenti saat melihat Calian Asahavey yang sedang menyandera Alva. Sementara Aleyna dan juga Sherry tampak terkejut dengan situasi ini. Keduanya berdiri di belakang punggung tiga pria yang sedang terdiam.
Calian menatap Dave, Lucas, Josh bergantian sebelum memusatkan pandangannya pada Raka sambil mengulas senyum lebar. "Seperti yang kau lihat, aku sedang menyandera putra kesayanganmu, Raka Abimayu. Bisakah kalian semua mundur atau ku ledakkan kepala mungil ini!" Perintah Calian sambil memperlihatkan remote control yang berada di tangannya.
Semua orang yang berada di dalam pesawat seketika mundur teratur. Ruang yang tidak terlalu luas memang memberikan kemudahan bagi pria yang sedang menyandera Alva.
"Alva di pasangi bom, Rak," bisik Lucas memperhatikan sesuatu yang Alva kenakan di leher.
Rahang Raka mengeras. Tatapannya terpaku pada sosok Calian Asahavey. Bukan hanya mengancam anak kecil itu dengan pistol, Calian Asahavey juga memasangkan kalung yang bisa meledak di leher Alva.
"Tolong jangan sakiti dia," pinta Aleyna. Dia mendekat ke arah Josh sambil menatap Alva cemas.
"Tergantung suasana hatiku," jawab Calian sambil tersenyum tipis. Ia menatap lurus ke belakang punggung Dave Jhonson. "Jika kalian memberikan apa yang ku inginkan, maka aku akan melepaskannya."
Dave seketika meraih tangan Sherry lalu menggenggamnya kuat. Kalimat itu seolah memberikan peringatan bahwa apa yang di inginkan oleh Calian Asahavey adalah istrinya. "Jadi ini yang kau katakan tentang kau yang akan mengambil kembali apa yang menjadi milikmu?" Tanya Dave menahan emosi. "Dia istriku, Calian Asahavey! Selamanya akan tetap seperti itu!!!"
"Kau pikir aku peduli tentang itu semua, Jhonson?" Tanya Calian sinis. "Berikan apa yang memang menjadi milikku atau ku ledakkan kepala anak ini."
"Apa kau gila Calian?!" Bentak Josh penuh emosi.
"Lepaskan Alva, Calian," pinta Sherry sambil menangis. Ia cukup mengenal pria ini dan Sherry tahu Calian akan selalu melakukan apapun jika kehendaknya tidak terpenuhi.
"Jangan menangis, Aunty. Alva baik-baik saja," ucap Alva dengan nada tenang membuat Calian terpana sejenak.
Putra Abimayu memang berbeda. Biasanya anak seusianya akan menangis ketakutan jika berada di posisi seperti ini. Tapi anak ini malah bersikap tenang dan bahkan menenangkan orang lain?! Calian menatap Raka dengan tatapan takjub. "Dia sungguh memiliki bakat menjadi seseorang yang akan hidup dalam kegelapan, Abimayu," kekehnya.
Lucas memperhatikan sekelilingnya yang memang tidak menguntungkan sama sekali. Kabin pesawat ini tidak begitu luas. Melawan hanya akan membuat Alva berada dalam bahaya.
Terlebih posisi Calian Asahavey saat ini berada tepat di pintu keluar. Hal yang sangat menguntungkan bagi pria sinting itu namun petaka bagi mereka semua.
Harus Lucas akui Calian Asahavey benar-benar memperhitungkan ini semua. Cara melarikan diri dari keadaan ini hanya satu. Terjun dari pesawat. Melihat tas yang berada di punggung pria itu membuat Lucas tahu persiapannya tidak main-main.
"Dia hanya anak kecil!" Aleyna membuka suara dengan wajah garang. Ia ingin sekali menyerang pria gila ini hanya saja keadaan mereka benar-benar tidak menguntungkan. Terlebih dirinya tidak ingin mengambil resiko dengan nyawa Alva. "Jika kau ingin seorang sandera, kau bisa mengambilku."
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY WITH ME#4
RomanceSERIES KE EMPAT DARI POSESIF-CRAZY ❤️LUCAS GEONANDES (MINE) ❤️JOSHUA ALEXANDER (I FOUND YOU) ❤️RAKA ABIMAYU (PROMISE) ❤️DAVE JHONSON (STAY WITH ME) UPDATE SETIAP TANGGAL 9, 19, 29 YA DEAR 🤗😘
