50

1.2K 218 153
                                        

HOLLA MINNA. GIMANA KABARNYA? SEMOGA KITA SEMUA SELALU DI BERIKAN KESEHATAN YA, AAMIIN 🤗

KAYAKNYA UNTUK CERITA DAVE BENAR-BENAR PANJANG DEH PARTNYA😔😔😔😔. INI AJA BARU SEPEREMPAT DARI SEMUA BAGIAN CERITA.

YA WALAUPUN BEGITU AUTHOR AKAN TERUS LANJUTIN SIH SAMPAI TAMAT 🤗😋 SEMOGA MASIH ADA YANG MENANTIKAN SAMPAI SAAT ITU TIBA ,,

PART INI AUTHOR DEDIKASIKAN UNTUK KALIAN SEMUA TANPA TERKECUALI. MAKASIH UNTUK KALIAN SEMUA YANG MASIH MENUNGGU TIAP KELANJUTANNYA 🤗🤗🤗😘

PLAGIAT DI LARANG MENDEKAT 🔪

HAPPY READING DEAR 🤗😘💝
🌼🌼🌼

"Robert Krzysztof melarikan diri sambil menyembunyikan putrinya, Dave," lapor Circle pada Dave yang sedang duduk bersandar di bangku depan kamar inap Sherry sambil memejamkan mata. Hanya ada mereka berlima di tempat ini karena semua sahabat Dave beserta istri mereka sudah pulang atas permintaan pria itu. "Kau mau aku membunuhnya langsung?"

Dave membuka mata. Ia menatap langit-langit lalu menjawab dengan suara datar. "Biarkan saja dulu. Kemanapun mereka pergi, mereka tidak akan bisa lepas dariku."

"Tapi,-"

"Dengarkan saja perintahku, Circle," ucap Dave yang langsung berdiri. Ia menatap Circle, Brian, David dan Mikayla yang tengah menangis bergantian. "Aku harus memastikan sesuatu agar kemarahanku tidak menjadi semakin gila dengan membunuh semua orang yang hadir di pesta."

"Baik, Tuan," jawab Brian, Circle dan David secara bersamaan. Mereka teramat tahu, di balik sikap tenang yang saat ini Dave perlihatkan, tersembunyi kemarahan yang membutuhkan pelampiasan.

Dave menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Ia memang perlu memastikan sesuatu untuk tindakan yang akan ia lakukan nanti. "Pastikan saja dimana Krzysztof berada, aku akan langsung menemui mereka setelah memastikan semuanya," ucapnya yang langsung memasuki kamar inap Sherry.

Pria itu menatap sendu wajah sang istri yang terlihat pucat. Sudah delapan jam berlalu sejak dokter mengatakan keadaan Sherry dalam kondisi stabil namun wanita ini tampak enggan membuka mata.

Perlahan Dave mendekat, ia duduk di kursi samping ranjang lalu menunduk menatap tangan Sherry. Seketika air mata Dave jatuh tanpa di minta. Hatinya begitu remuk menerima kenyataan pahit yang teramat memilukan.

Dave selalu berharap ini hanyalah mimpi buruk yang akan berakhir ketika dirinya membuka mata. Tapi angan hanya menjadi harap. Kenyataan bahkan jauh lebih kejam dari itu.

Ia kehilangan, dan yang paling menyedihkan adalah ia bahkan belum sempat memberitahu Sherry bahwa nyawa kecil itu ada.

Dave merebahkan kepalanya sambil menangis tanpa suara. Ia bahkan menggigit bibir kuat agar suara tangisnya tak terdengar oleh dunia yang teramat kejam.

Kenapa harus keluarga kecilnya yang mengalami rasa sakit ini? Dan kenapa harus bayi mereka yang bahkan belum lahir harus menanggung semua akibatnya?

"Maafkan aku, Ma Cherie," bisik Dave lirih. "Ini semua salahku."

Dave benar-benar hancur. Rasa sakit kehilangan kali ini benar-benar menghancurkannya sedemikian rupa.

Bisakah waktu di putar kembali?

Andaikan saja ia tidak meminta Sherry menemaninya ke pesta, mungkin semuanya akan baik-baik saja.

Ya, seandainya semua bisa kembali seperti semula.

Tapi berapa kali pun ia berharap, kenyataan akan selalu menghempaskannya dengan kejam.

"Dave?"

Panggilan dengan suara serak itu mengejutkan Dave yang sedang meratapi kesedihannya. Ia dengan cepat mengusap air mata lalu memperbaiki posisi duduk sambil memaksakan seulas senyum. "Kau sudah bangun, Ma Cherie?"

STAY WITH ME#4Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang