107

679 108 32
                                        

HOLLA MINNA ☺ APA KABAR NIH.. SEMOGA SEMUANYA SELALU DIBERIKAN KESEHATAN DAN DI MUDAHKAN SEGALA URUSANNYA YA. AAMIIN 🤗

TAHUN BARU, AWAL BARU, RENCANA BARU 🥰

AUTHOR MAU UCAPIN MAKASIH BANYAK UNTUK KALIAN SEMUA TANPA TERKECUALI. TERIMAKASIH KARENA MASIH SETIA DENGAN KISAH MEREKA 🥰🥰🥰 LOPE SEKEBON

HAPPY READING AJA YA DEAR 💕🤗
🌸🌸🌸

"Maaf, Dave. Rencana kita sepertinya harus di batalkan. Freya sedang tidak enak badan dan aku tidak mungkin pergi tanpanya," ucap Lucas penuh penyesalan. Ia menatap satu persatu wajah di depannya dengan ekspresi bersalah. Padahal mereka semua sudah merencanakan perjalanan kali ini dengan sangat matang tapi takdir berkata lain.

"Tidak perlu memberikan ekspresi menyedihkan seperti itu, Luc. Kau pikir kami akan marah hanya karena Freya sakit dan kalian tidak bisa ikut?" Tanya Raka heran melihat ekspresi Lucas yang demikian. Padahal sejak mereka menginjakkan kaki di rumah ini tadi, ia dan bahkan Dave sudah mengatakan bahwa tidak masalah jika perjalanan liburan mereka di tunda sementara. "Istriku bahkan berhenti bersiap-siap saat mendengar Freya sakit."

"Melya bahkan lebih dulu pergi meninggalkanku yang sedang mandi," keluh Josh saat mengingat kembali ketika dirinya selesai mandi dan tidak menemukan Aleyna di manapun. Istrinya itu hanya meninggalkan pesan singkat bahwa dia pergi duluan untuk menjenguk Freya yang sedang sakit.

"Sherry bahkan meminta langsung padaku bahwa dia tidak akan pergi jika salah satu dari kita semua tidak bisa ikut dengan alasan apapun," tambah Dave yang saat ini meminum habis cairan bening di gelasnya. Karena perjalanan mereka di batalkan, Dave memutuskan untuk bersenang-senang. Lagipula dia tidak memiliki pekerjaan penting hari ini.

Lucas menghela napas panjang. Meskipun sudah di hibur berkali-kali ia sungguh merasa bersalah kepada semuanya. Apalagi saat melihat wajah panik dari tiga istri sahabatnya saat menanyakan keadaan Freya.

"Kenapa Berengsek ini masih memasang ekspresi menyedihkan?" Tanya Raka dengan alis terangkat naik sambil bertopang dagu.

Josh mengangkat kedua bahu acuh. "Berikan saja satu pukulan di wajahnya. Aku jamin ekspresinya akan kembali seperti semula."

Dave tampak memainkan jarinya seolah-olah sedang melakukan pemanasan sambil menatap ke arah Lucas dengan seringaian lebar. Ia bahkan mengepalkan tangan sembari melayangkan tinju ke udara. "Mau ku tinju di wajah atau di perut, Luc?"

"Kalian mau ku usir?" Ancam Lucas dengan ekspresi garang membuat Dave seketika terkekeh sambil mengangkat kedua tangannya menyerah. Mengusili sahabatnya ini memang sangat menyenangkan.

"Galak sekali," ucap Raka tertawa.

"Padahal kami hanya bercanda, Luc," imbuh Josh memasang ekspresi mengejek yang di balas Lucas dengan helaan napas kasar. Josh menuang minuman ke dalam gelasnya sambil melirik ke lantai atas tepat di mana kamar Lucas berada. "Kenapa para Nyonya tidak keluar-keluar ya?" Tanyanya sambil meminum cairan yang tadi ia tuang.

"Mereka pasti sedang bergosip. Biarkan saja," sahut Raka yang ikut menghabiskan cairan di dalam gelasnya.

"Kau tahu, Luc. Saat mendengar Freya sakit. Aku sempat kehilangan fokus berkendara kemari," ucap Dave sambil melirik ke arah Lucas untuk melihat reaksi sang sahabat. Dan benar saja. Kali ini Lucas bahkan mengangkat botol kosong hendak melemparkan benda itu ke arahnya. "Calm down, boy! Kau terlihat seperti hendak membunuhku saja."

Lucas mendengkus. Ia tahu Dave hanya bercanda. Tapi tetap saja ia tidak suka pria lain mengkhawatirkan istrinya. Jangankan orang lain. Bahkan putranya saja tidak ia izinkan mengkhawatirkan Freya.

STAY WITH ME#4Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang