"Kalau begitu bunuh Jia Yu sekalian untukku."
Calian mengangkat kedua bahu acuh lalu mengangguk. Senyum lebar ia sunggingkan "Apa kau mau aku membunuh bocah laki-laki itu juga? Maksudku Nathan Yu?"
Dave diam. Haruskah ia membunuh anak itu juga? Bagaimanapun Nathan Yu adalah cucu dari Charles Yu. Anak itu pasti akan membalas dendam jika tahu. Haruskah ia melenyapkan Nathan Yu juga?
Ada bimbang yang membuatnya ragu. Padahal selama ini ia tidak pernah menyisakan seorangpun jika ingin menghabisi sebuah keluarga. Tapi kali ini berbeda.
Nathan Yu mungkin adalah pengecualian yang harus ia terima. "Tidak perlu."
"Kau yakin?" Tanya Calian memastikan. Ia sedari tadi mengamati ekspresi yang Dave Jhonson perlihatkan dan menebak sebenarnya pria ini juga bimbang untuk memutuskan. "Menyisakan sesuatu hanya akan berakhir buruk, Dave Johnson."
"Bunuh saja kedua wanita itu. Dan untuk Nathan Yu, aku yang akan mengurusnya," putus Dave tegas. Ia sudah memutuskan, jika Nathan Yu berniat membawa masalah ini ke masa depan, maka ia sendiri yang akan melenyapkan nyawa anak itu.
Calian menyerah. Well, jika memang itu yang dinginkan Dave Jhonson maka dia akan menurutinya. "Terserah kau saja."
Usai mengatakan itu, keduanya seketika terdiam saat mendengar suara ledakan yang tidak begitu besar namun memberikan efek goncangan yang cukup dahsyat.
"Apa itu?!" Tanya Calian sambil memperhatikan sekelilingnya waspada.
"Tampaknya yang ingin datang kemari tidak hanya dirimu," Dave mengeluarkan ponselnya yang bergetar karena seseorang menghubunginya dan nama Joshua Alexander tertera di sana.
"Keluar sekarang! Ada beberapa orang yang hendak menerobos rumahmu. Mereka sudah meledakkan ruang depan!"
"Kau dimana?" Tanya Dave heran. Bagaimana Josh bisa tahu bahwa ada yang ingin masuk ke dalam rumahnya?!
"Di luar. Keluar sekarang atau kalian akan jadi ubi bakar!"
Dave mendengkus. Ia mematikan sambungan ponsel lalu menatap Calian Asahavey tanpa ekspresi. "Tidak pernah ada yang bertamu seramah ini sebelumnya ke rumahku. Entah mereka ingin mengunjungiku atau ingin menemuimu."
Calian terdiam sambil menyeringai kecil. Mungkinkah?
"Bawa Andrea pergi, sepertinya mereka datang untukku," ujar Calian mengeluarkan pistol lalu berjalan keluar meninggalkan Dave yang menatap kepergiannya sambil berdecak kesal.
Ck! Menyusahkan sekali! Dave mengumpat kecil lalu membuka pintu dan langsung melihat Sherry sedang duduk di atas ranjang dengan raut wajah cemas. Sepertinya getaran tadi di rasakan juga oleh istrinya.
"Apa yang terjadi, Dave? Kenapa tanahnya bergetar?" Tanya Sherry yang langsung bergegas menghampiri Dave. Ia sungguh cemas tadi. Tanah bergetar seperti sedang gempa dan ia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Dave mengusap wajah sang istri lalu tersenyum hangat, berusaha menenangkan lewat sentuhannya. "Tidak perlu cemas, Ma Cherie. Seseorang hanya datang bertamu tanpa di undang dan membuat sedikit masalah. Sekarang kita hanya perlu keluar dulu." Dave menarik tangan Sherry menuju sebuah dinding dekat pintu kamar mandi. Ia menekan sedikit dinding di bagian sakelar lampu dan sebuah pintu rahasia langsung terbuka.
Keduanya berjalan dalam diam. Sherry sendiri tidak lagi menanyakan apapun meski saat ini ia masih begitu penasaran sebenarnya apa yang sedang terjadi.
Dan lagi kenapa ia tidak melihat Mika dan yang lainnya?!
Mereka sampai di sebuah pintu yang langsung mengarah ke jalan raya. Tidak jauh dari sana, dapat ia lihat Josh sedang menunggu di sebuah mobil bersama Aleyna.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY WITH ME#4
RomanceSERIES KE EMPAT DARI POSESIF-CRAZY ❤️LUCAS GEONANDES (MINE) ❤️JOSHUA ALEXANDER (I FOUND YOU) ❤️RAKA ABIMAYU (PROMISE) ❤️DAVE JHONSON (STAY WITH ME) UPDATE SETIAP TANGGAL 9, 19, 29 YA DEAR 🤗😘
