Sherry merasakan sesuatu menyentuh tangannya dan tidak lama kemudian ia mendengar ada suara gema seseorang yang sedang memanggil namanya.
Perlahan ia membuka mata dan langsung berhadapan dengan raut cemas bungsu Greyson.
"Syukurlah kau membuka matamu. Aku benar-benar cemas tadi. Kau baik-baik saja, Sherry? Apa ada yang terluka? " Tanya Aleyna beruntun sambil menghela napas lega. Ia lantas memeriksa tubuh Sherry seksama. Mencari apakah ada luka atau tidak.
Saat terbangun, Aleyna menyadari bahwa ia berada di sebuah tempat yang asing dan sedikit terkejut karena ia tidak sendirian di tempat ini.
Hal terakhir yang bisa ia ingat adalah kemudi yang tidak bisa ia kendalikan lagi. Sebelum semuanya gelap, ia merasakan Josh memeluk tubuhnya erat, seolah melindungi.
"Dimana ini?" Tanya Sherry memperhatikan sekelilingnya. Ia tidak mengenal tempat ini sama sekali. Terbangun di tempat asing tampaknya tidak mengherankan lagi untuknya. "Apa kau baik-baik saja, Al?" Tanya Sherry yang tiba-tiba teringat kejadian sebelum mereka berada disini.
Aleyna mengangguk. Ia memang tidak memiliki luka serius. Hanya ada beberapa memar dan nyeri di bagian tangannya. "Tampaknya Josh dan juga Dave berusaha sebaik mungkin melindungi kita. Entah bagaimana keadaan mereka berdua saat ini."
Sherry memeriksa sendiri tubuhnya. Tidak ada luka sama sekali. Hanya sedikit nyeri di bagian kepalanya saja. Apa yang di katakan Aleyna tidak salah, melihat tidak ada luka serius padahal mobil mereka menabrak pembatas jalan membuktikan bahwa kedua pria itu cukup bisa di andalkan untuk melindungi. "Kuharap mereka baik-baik saja."
"Tenang saja. Mereka tidak akan mati semudah itu," jawab Aleyna santai. Ia melirik ke arah anting yang Sherry kenakan lalu beralih ke arah perhiasan yang masih melekat di tubuh wanita ini lalu tersenyum tipis. "Tampaknya seseorang yang membawa kita kemari tidak benar-benar berniat untuk menculik."
Sherry ikut memeriksa tubuhnya sendiri dan mendapati bahwa alat-alat yang Dave persiapkan untuk melindungi dirinya masih melekat. Terlebih saat ini mereka berdua hanya di tempatkan di sebuah kamar tanpa di ikat sama sekali.
Bukankah sangat aneh jika memang siapapun yang membawa mereka kemari berniat untuk menculik?
"Bukankah penculik ini terlihat begitu ramah?" Tanya Aleyna sarkas lalu berbaring. "Aku bisa saja membawamu keluar dari tempat ini. Tapi aku penasaran tentang alasan di balik ini semua. Bagaimana menurutmu kalau kita menunggu saja?"
Menunggu? Sepertinya ide ini juga tidak terlalu buruk. Toh alat-alat yang Dave siapkan untuknya masih ada dan tampaknya masih berfungsi dengan baik. Pria itu tidak akan kesulitan untuk menemukannya, bukan?
Dan lagi, ia sendiri penasaran tentang alasan kenapa dirinya dan juga Aleyna di culik seperti ini.
Sherry ikut berbaring santai di samping Aleyna. Tidak ada ketakutan sama sekali di hatinya. Bukan karena ia tahu Dave pasti akan menyelamatkannya, tapi juga karena ia tidak sendirian.
Pintu yang terbuka membuat kedua wanita yang merebahkan tubuh seketika beringsut duduk. Seorang pria tua masuk membuat Sherry mengernyit heran.
Ia cukup mengenal pria ini. Tapi kenapa?
"Kalian sudah sadar ternyata."
Ucapan dengan nada ringan dan juga ramah itu membuat Aleyna ikut mengerutkan alis bingung. Terlebih saat melihat pria yang tadi menyapa melangkah pelan menuju sofa yang memang tersedia diruangan ini lalu duduk di sana.
Manik kelam pria itu menatap teduh lalu tersenyum hangat pada Sherry. "Sudah lama kita tidak bertemu, Sherry. Maaf kalau pertemuan kita kali ini terlihat tidak sopan. Tapi aku benar-benar tidak punya pilihan."
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY WITH ME#4
RomanceSERIES KE EMPAT DARI POSESIF-CRAZY ❤️LUCAS GEONANDES (MINE) ❤️JOSHUA ALEXANDER (I FOUND YOU) ❤️RAKA ABIMAYU (PROMISE) ❤️DAVE JHONSON (STAY WITH ME) UPDATE SETIAP TANGGAL 9, 19, 29 YA DEAR 🤗😘
