Sherry tidak tahu harus bagaimana ketika ia bangun dari tidurnya, suasana terombang-ambing seperti di lautan langsung terasa di seluruh tubuhnya. Hembusan angin menerpa kulit yang hanya di tutupi selembar kain tipis, menyejukkan juga memberikan rasa segar yang memabukkan.
Tapi bukan itu masalahnya! Kenapa dia bisa ada disini dan bukan di kamar?!!
Sherry mengedarkan pandangan. Menyapu sekitar untuk menemukan sosok yang telah membawanya ke tempat ini. Tidak ada siapa-siapa. Hanya ada dirinya seorang yang terduduk di atas kasur dengan selimut berantakan.
Ia mencoba mengingat kembali. Memaksa otaknya mengulang kembali kejadian disaat ia bersiap-siap untuk tidur. Dave memeluknya seperti biasa. Memberikan banyak kata pujian dan juga rayuan sebelum meminta jatahnya.
Karena kelelahan, ia akhirnya tertidur di dalam pelukan hangat pria itu.
Dan sekarang bagaimana caranya ia bisa berada di tempat ini?!
Sherry dengan cepat bangun setelah mengumpulkan sisa-sisa nyawanya yang terpecah. Mengenakan pakaian hangat agar tubuhnya tidak kedinginan. Sejenak ia memejamkan mata. Menikmati hembusan angin yang menerbangkan tirai tipis yang terpasang di jendela kecil lalu membuka mata.
Dengan langkah kecil, Sherry berjalan keluar dan ketika ia dihadapkan pada hamparan birunya lautan, Sherry menyadari sesuatu. Ia berada di tengah laut, bukan?
"Dave?!" Sherry mencoba mencari keberadaan sosok suaminya yang menghilang entah kemana. "Dave Jhonson!!!"
Tidak ada jawaban sama sekali. Hanya ada kicauan burung camar yang terbang di atas sana.
Sherry mencoba mengendalikan kepanikan yang tiba-tiba muncul. Dengan cepat ia menggeledah seluruh area. Bahkan Sherry sempat memeriksa di bawah meja dan juga kolong ranjang dan masih tidak menemukan siapapun selain dirinya.
Apa ia di culik? Tidak mungkin, bukan?
Sherry memeriksa tubuhnya sendiri dan mendapati bahwa barang-barang yang Dave berikan masih melekat disana.
Untuk satu alasan, Sherry merasa sedikit lega. Karena kalaupun dia memang di culik, setidaknya Dave masih bisa menemukannya dengan bantuan alat-alat ini.
Sherry memilih duduk di atas dek. Pikirannya berkelana jauh. Masih memikirkan bagaimana bisa dirinya berada di tempat ini, sendirian!
Namun meski ia sudah berusaha mencari jawaban, Sherry tetap tidak bisa memecahkan pertanyaan yang bersarang di dalam benaknya.
Sambil memeluk lutut. Menunggu sesuatu yang entah apa. Sherry menenggelamkan wajah. Berada di tengah laut seperti ini seorang diri memberikan sedikit rasa takut di hatinya.
Ia tidak tahu dimana dirinya berada sekarang. Ia bahkan tidak bisa mengemudikan yacht ini. Bagaimana caranya ia bisa pulang?!
Sherry hampir putus asa dan ingin menangis. Tapi suara riak air yang kuat dengan cepat menarik perhatian Sherry. Wanita itu langsung berdiri dan maju beberapa langkah untuk melihat.
Seketika kedua maniknya mulai berkaca-kaca. Rasa senang membuncah dalam dada ketika melihat pria yang tadi ia cari setengah mati tiba-tiba muncul dari dalam air.
"Good Morning, Ma Cherie," sapa Dave ramah. Senyuman manis ia sunggingkan sebelum berenang kecil sambil mendekat.
Sherry diam saja sembari memperhatikan Dave naik. Pria itu membawa jaring berisi banyak ikan, berbagai jenis kerang dan juga udang. Bahkan ada gurita dan juga kepiting di dalam sana.
Tampaknya Dave baru selesai mencari bahan makanan untuk mereka.
Setelah melepaskan alat-alat menyelam. Dave melangkah mendekat ke arah Sherry. "Bagaimana tidurnya, nyenyak?" Tanya Dave sambil mencium bibir sang istri lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY WITH ME#4
RomanceSERIES KE EMPAT DARI POSESIF-CRAZY ❤️LUCAS GEONANDES (MINE) ❤️JOSHUA ALEXANDER (I FOUND YOU) ❤️RAKA ABIMAYU (PROMISE) ❤️DAVE JHONSON (STAY WITH ME) UPDATE SETIAP TANGGAL 9, 19, 29 YA DEAR 🤗😘
