119

919 81 51
                                        

"Calian Asahavey masih hidup?" Tanya Brian tak yakin. "Kau yakin itu dia?"

Bukan tanpa sebab ia menanyakan hal ini. Dave sendiri yang mengatakan padanya bahwa Calian Asahavey sudah mati. Lalu kini Dave mengatakan bahwa pria itu masih hidup.

Konyol bukan?

"Moses memberikanku sebuah rekaman yang di ambil dari kamera pengawas. Dan aku melihat Calian Asahavey," Dave bersandar di pintu dengan tangan terlipat di dada. Maniknya menyorot lurus ke arah Brian yang memang berjaga di depan pintu. "Kematian Charles Yu ada kaitannya dengan Calian Asahavey."

"Kalau dia memang masih hidup, kenapa selama ini dia tidak pernah mengganggu istrimu?" Tanya Brian heran. Mengingat bagaimana pria itu begitu mencintai istri tuannya, Brian tak menyangka Calian Asahavey bersedia untuk berpura-pura menghilang dari dunia ini.

Dave terdiam. Apa yang baru saja Brian katakan mengusik pikirannya. Sebenarnya apa yang ingin pria itu lakukan? Calian membuat dirinya sendiri menghilang dari hidup Sherry. Apa sebenarnya tujuan Calian Asahavey melakukan ini semua?!

"Lalu bagaimana sekarang?" Tanya Brian saat melihat Dave hanya terdiam tanpa menjawab apa-apa. "Ingin menangkapnya juga?"

Dave mendengkus. "Beritahu Josh dan Aleyna untuk membuat keributan di depan besok pagi tentang aku yang mengurung Sherry. Dia akan datang sendiri padaku."

"Apa dia akan masuk ke dalam perangkap semudah itu?"

"Bagi Calian Asahavey, dan juga bagiku. Sherry adalah satu-satunya yang bisa membuat kami mampu menerjang maut tanpa berpikir dua kali," jawab Dave. "Lagipula dia masih memiliki mata-mata yang di minta untuk menjaga istriku dari kejauhan."

"Akan ku lakukan," Brian menurut. Ia menatap pintu yang tertutup rapat lalu beralih menatap Dave. "Apa kau akan mengurung Sherry lagi?"

"Untuk menangkap ikan yang besar, aku memang harus memberi umpan yang bagus," jawab Dave santai. Ia membuka pintu dan melihat Sherry masih terlelap. Seulas senyum hangat ia sunggingkan saat melihat wajah sang istri yang membuatnya tenang. "Aku akan mengabaikannya jika dia benar-benar ingin pergi dari hidup istriku. Tapi jika Calian Asahavey masih menginginkan apa yang tidak seharusnya ia inginkan, maka aku akan membuat kematiannya benar-benar menjadi kenyataan."

Dave masuk dan membiarkan pintu besi itu di kunci dari luar oleh Brian. Ia berjalan pelan mendekat ke arah ranjang lalu ikut berbaring di samping Sherry.

Banyak hal yang mengusik pikirannya saat ini, namun ketika ia mendengar suara napas Sherry yang terlelap, entah kenapa memberikannya ketenangan yang membuat Dave tersenyum tipis.

Ia menarik pelan tubuh Sherry ke dalam pelukan. Memberikan ciuman kecil di puncak kepala wanita itu lalu kembali tersenyum.

Apapun itu, selama Sherry berada di dekatnya, semuanya akan terasa baik-baik saja. Ia bisa melupakan sejenak semua beban yang harus ia pikul dengan kedua tangannya. Ia bisa mengabaikan apa saja selama Sherry berada di sisinya.

Memang, keberadaan Sherry menjadi hal mutlak yang harus ada di dalam hidup seorang Dave Johnson.

Tubuh Sherry menggeliat dalam pelukan Dave saat merasakan ada hangat yang menenangkan. Perlahan ia membuka mata dan tersenyum saat menyadari Dave memeluk tubuhnya erat.

"Dave?" Panggil Sherry pelan dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.

"Hmm. Kenapa terbangun?" Tanya Dave lembut. Ia mengelus rambut Sherry sembari menepuk-nepuk pelan punggung belakang wanita itu seperti sedang menidurkan anak-anak. "Mimpi buruk?"

Sherry menggeleng sebagai jawaban. Ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Dave sembari menghirup dalam-dalam aroma tubuh pria itu. "Pelukanmu hangat dan nyaman."

STAY WITH ME#4Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang