103

729 122 49
                                        

"Arell terlihat begitu sedih," Sherry bermonolog sembari mencuci apel yang hendak ia kupas.

Sejak mereka tiba di negara ini, Raka Abimayu tidak henti-hentinya menghubungi Dave, meminta agar ia dan juga Dave segera mampir ke kediaman mereka.

Sherry tentu saja tidak menolak karena memang merindukan mereka semua.

Namun Sherry tidak menyangka ketika ia tiba di kediaman Raka Abimayu. Tangisan ketiga wanita para istri sahabat Dave langsung menyambutnya.

Mereka memeluknya sambil menangis membuat Sherry juga ikut menangis meskipun ia tidak mengetahui alasan di balik tangis itu sendiri.

Jadilah siang itu mereka lalui dengan tangisan penuh kebahagiaan. Bahkan saat mereka makan siang pun, Arell, Aleyna dan bahkan Freya masih saja mengusap air mata mereka yang jatuh.

"Mereka hanya teramat merindukanmu, Ma Cherie," bisik Dave pelan yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang Sherry sambil memeluk pinggang wanita itu posesif. "Terlebih Arell. Dia selalu saja menyalahkan dirinya sendiri. Meskipun aku dan yang lainnya selalu mengatakan bahwa semua yang sudah terjadi bukanlah salahnya namun Arell selalu merasa demikian."

"Seharusnya mereka menyalahkanku. Karena aku, Calian nekat menyandera dan hampir menyakiti Alva."

Dave meletakkan dagunya di pundak sang istri. Sesekali ia akan mengecup leher jenjang itu. Dave selalu menyukai wangi tubuh Sherry yang selalu memikat dirinya tanpa henti. Dan dirinya tidak keberatan sama sekali dengan fakta itu. "Tidak ada siapapun di antara kalian yang salah, Ma Cherie," ujar Dave lembut. Ia tidak suka Sherry menyalahkan dirinya sendiri seperti ini. "Yang harus di salahkan itu adalah Calian Asahavey dan juga diriku. Aku terlalu lemah untuk bisa menyelamatkan kalian berdua saat itu."

Sherry diam. Kenangan masa lalu selalu saja ingin ia kubur dalam-dalam. Terlebih ingatan buruk itu adalah awal dari semua yang telah mereka berdua lalui. "Aku senang karena mereka tidak membenciku."

"Bagaimana mungkin mereka membencimu sementara mereka selalu ingin menemuimu, Ma Cherie," jawab Dave. "Saat kau kehilangan ingatanmu. Arell, Aleyna dan juga Freya pernah berkunjung ke China. Mereka ingin menemuimu tapi terlalu takut untuk terluka karena kau pasti tidak akan mengenal mereka."

"..."

"Apa kau ingat hari dimana kau berbelanja dengan sepupumu?" Tanya Dave.

Sherry mengangguk sebagai jawaban. Tentu saja ia mengingatnya. Bukan tanpa sebab, karena selama ia tinggal di kediaman Yu, Sherry tidak terlalu dekat dengan siapapun kecuali Moses.

Dan berbelanja dengan sepupunya adalah yang pertama dan juga terakhir sejak mereka berkenalan.

"Arell, Freya dan juga Aleyna juga ada di sana saat itu. Mereka hanya bisa melihatmu dari kejauhan sambil menangis. Arell yang paling bertekad untuk sekedar menyapamu. Namun Raka melarangnya karena takut kau akan kesakitan jika mencoba mengingat sesuatu."

"Entah kenapa aku merasa bersalah pada Arell," ucap Sherry pelan. Ia bisa membayangkan sesedih apa mereka bertiga saat melihatnya dari kejauhan tanpa bisa menyapa. Terlebih Arell. Wanita baik itu selalu menyalahkan diri sendiri atas sesuatu yang bukan menjadi salahnya.

Dave tersenyum tipis. "Tidak apa-apa, Ma Cherie. Itu hanya masa lalu. Semuanya sudah berlalu dan kau juga sudah kembali kepada kami semua," Dave memutar tubuh sang istri agar menghadap ke arahnya. Ia lalu mengarahkan tangan Sherry yang memegang sebuah apel ke mulutnya lalu menggigitnya kecil. "Kembali padaku."

Sherry mengulas senyum sambil menoel pelan ujung hidung Dave. "Ah ya, kemana Cheryl, Abi dan anak-anak pergi? Aku tidak melihat selain mereka berenam di rumah ini?"

STAY WITH ME#4Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang