"Apa kalian berdua sudah beralih profesi menjadi pramusaji di hotel ini?" Tanya Dave dengan nada mencemooh. Ia tidak menduga akan melihat sepasang suami istri ini ketika membuka pintu kamar yang sudah di ketuk beberapa kali.
Josh terkekeh tak peduli. Ia mendorong troli berisi sarapan masuk ke dalam kamar Dave meskipun sang empunya belum mengizinkan.
"Apa kami mengganggumu, Dave?" Tanya Aleyna tanpa rasa bersalah ikut berjalan masuk mengikuti langkah kaki Josh. Mengabaikan helaan napas berat Dave yang kini menutup pintu kamar.
"Kalian menginap di hotel ini?" Dave balik bertanya sambil bersandar di dinding dengan kedua tangan terlipat di depan dada.
Josh mengangguk. "Melihatmu menggendong Sherry seperti karung beras membuatku yakin kalian tidak mungkin pulang ke rumah. Well, kamar kami tepat di depan kamarmu."
Aleyna melirik ke arah tempat tidur yang tidak tertutup. Dapat ia lihat ruangan itu berantakan begitu juga ruangan ini. Sepertinya Dave benar-benar menyelesaikan permasalahan mereka tadi malam.
"Kalian tidak melakukannya di sofa, kan?" Tanya Josh yang ikut memperhatikan sekelilingnya yang seperti kapal pecah dan melirik ke arah tempat tidur di mana Sherry masih terlelap pulas.
Dave mendengkus. Sunggingan kecil ia lemparkan ke arah Josh yang tengah menatapnya. "Tepat di tempat yang kau duduki saat ini, Dude," kekehnya.
Josh seketika mengumpat. Ia berdiri dan beralih ke sofa yang lain membuat tawa Aleyna pecah seketika.
"Kenapa tertawa, hmm?" Tanya Josh sambil mencubit gemas kedua pipi sang istri yang masih tertawa kecil.
"Tidak ada," jawab Aleyna cepat. Ia menghentikan tawanya lalu beralih menatap ke arah Sherry bingung. "Ada apa dengan Sherry, Dave? Dia bahkan tidak terjaga meskipun tadi aku sempat tertawa dengan suara keras."
Dave mengikuti arah pandang Aleyna lalu tersenyum tipis. "Dia hanya tidur, tidak perlu cemas."
"Dia tidak terluka, bukan?" Tanya Josh curiga. Ia menatap penuh selidik. Aleyna benar, Sherry lebih terlihat seperti orang pingsan saat ini ketimbang orang tidur.
"Sepertinya tidak," jawab Dave sambil ikut memperhatikan wajah Sherry. Ia berjalan mendekat lalu duduk di sisi ranjang.
"Jawabanmu meragukan, Dave."
"Dia hanya kelelahan dan aku memberikannya sedikit obat tidur agar tidak terganggu," jawab Dave.
Josh mendengkus. "Aku tidak akan bertanya kenapa Sherry bisa sampai kelelahan. Tapi kau harus pintar menahan diri, Dave! Jangan melakukannya gila-gilaan. Kau bisa melukainya."
"Aku tahu," jawab Dave pelan. Wajah lelap sang istri begitu meneduhkan hatinya. Dave dengan kesadaran penuh menyadari bahwa dirinya tidak akan pernah bisa menahan diri jika bersama wanita ini. Sherry bagai candu yang akan selalu memikatnya lagi dan lagi, dan Dave teramat membutuhkan Sherry untuk terus berada di sisinya.
Aleyna yang mendengar Josh sedang menasehati Dave seketika berdecak. Maniknya menatap Josh sambil menyunggingkan senyum tipis mengejek. "Aku heran kau bisa memberikan saran pada Dave sementara dirimu juga tidak bisa menahan diri dengan baik, Josh!"
Josh tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ah benarkah?" Tanyanya tanpa rasa bersalah. "Apa salahnya tergila-gila pada istriku sendiri, Mel?"
"Tidak salah. Aku hanya heran saja. Kau menasehati Dave tapi tidak melihat pada dirimu sendiri!"
Dave yang mendengar itu ikut tertawa. Ia menatap sepasang suami istri tengil itu bergantian. "Kadang kami berempat memang suka tidak sadar diri, Al."
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY WITH ME#4
RomanceSERIES KE EMPAT DARI POSESIF-CRAZY ❤️LUCAS GEONANDES (MINE) ❤️JOSHUA ALEXANDER (I FOUND YOU) ❤️RAKA ABIMAYU (PROMISE) ❤️DAVE JHONSON (STAY WITH ME) UPDATE SETIAP TANGGAL 9, 19, 29 YA DEAR 🤗😘
