123

285 50 1
                                        

"Apa kau membunuhnya, Dave?"

Pertanyaan itu membuat tubuh Dave diam mematung seketika. Ia benar-benar tidak menyangka Sherry akan datang dan melihat ini semua.

Perlahan ia berbalik dan dengan gerakan cepat langsung menghampiri sang istri yang menatapnya dengan tatapan tak percaya. "Kau habis menangis?" Tanya Dave langsung. Saat menatap Sherry tadi, ia memang langsung terpaku pada mata Sherry yang memerah bengkak seperti habis menangis. "Siapa yang membuatmu menangis, Ma Cherie?" Tanya Dave lembut sembari menangkup wajah Sherry dengan kedua tangannya.

Memang seperti itu lah sikap Dave Jhonson ketika berhadapan dengan sang istri. Lembut seperti anak kucing. Berbanding terbalik jika sudah berhadapan dengan orang lain yang ia anggap musuh.

"Apa kau membunuhnya, Dave Jhonson?" Sherry mengulangi pertanyaan tadi sambil menjauhkan wajahnya dari tangan Dave. Kali ini ia benar-benar membutuhkan penjelasan tentang apa yang terjadi. Baru beberapa saat yang lalu ia melihat Long Mingyu pergi dan sekarang ia mendapati pria tua itu sudah tidak bernyawa dengan darah berserakan.

Dan itu semua terjadi setelah pria itu berbicara dengan Dave. Dan lagi, ada bekas darah di tangan kanan Dave yang menguatkan dugaannya.

"Ma Cherie, saat ini, apapun yang ku katakan tidak akan bisa kau terima karena kau hanya melihat apa yang terlihat di depan matamu, bukan?" Tanya Dave dengan intonasi nada yang sama seperti tadi.

Sherry menggeleng cepat. Maniknya menatap Dave penuh keyakinan. "Katakan saja. Aku bukan anak kecil yang tidak mampu memahami situasi di saat-saat seperti ini. Jawab aku Dave Jhonson. Apa kau membunuhnya?"

"Secara tidak langsung, ya. Aku membunuhnya, Ma Cherie."

Pengakuan itu membuat tubuh Sherry lemas seketika. "Kenapa?" Tanya Sherry pelan.

"Dia pantas mendapatkannya," jawab Dave tanpa ragu. Bahkan tidak ada sedikitpun terdengar penyesalan di dalam suara itu. "Aku tidak suka di usik, Ma Cherie. Siapapun yang mengenalku pasti tahu itu. Bahkan Long Mingyu sekalipun tahu seperti apa diriku," Dave menunjuk ke arah tubuh kaku Long Mingyu tanpa perasaan. "Dan dia tidak hanya mengusikku, dia bahkan berani menghancurkan rumah kita dan juga menculikmu! Kau pikir nyawanya seberharga itu untuk ku ampuni?!"

Tepukan ringan Aleyna di punggungnya membuat Dave yang hampir tersulut emosi seketika sadar. Pria itu mengusap wajah kasar sambil mengumpat dalam hati.

"Apa Pak Tua ini menikam dirinya sendiri?" Tanya Aleyna menginterupsi. Saat Dave dan Sherry sibuk berdebat, ia berjalan santai mendekat ke arah tubuh pria tua yang belum lama ini berbincang dengannya dan mengamati dari dekat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebelum mereka berdua sampai ke tempat ini.

Pertanyaan itu membuat Sherry tersadar dan langsung memperhatikan dengan seksama sosok tak bernyawa yang duduk tidak jauh darinya.

Bagaimana Aleyna bisa menyimpulkan seperti itu?

Meski Sherry tidak menanyakan itu secara langsung, namun pertanyaan lewat tatapan mata itu membuat Aleyna tersenyum kecil. "Jika Dave melakukannya, maka darah yang terciprat tidak akan sesedikit itu," lewat matanya Aleyna menunjuk ke arah Dave seolah menjelaskan maksud ucapannya tadi. "Dan noda darah yang berada di tangan Dave kemungkinan besar untuk menarik belati yang menancap di leher Pak Tua ini."

Selain mereka bertiga, para jenderal yang Dave bawa kemari yang sejak tadi diam bagai patung menyaksikan semuanya terjadi hanya bisa menganggukkan kepala kecil sembari memuji kecerdasan berpikir bungsu Greyson.

"Kalau Paman Long benar-benar menusuk dirinya sendiri, kenapa tadi kau mengakui bahwa kau membunuhnya secara tidak langsung, Dave?"

Melihat Dave tidak menjawab pertanyaan Sherry membuat Aleyna yang berdiri di antara mereka langsung menghela napas panjang. "Apa kau memberinya pilihan, Dave?"

STAY WITH ME#4Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang