HOLLA MINNA ☺ APA KABAR SEMUANYA?
GAK NYANGKA YA RAMADHAN SEBENTAR LAGI PERGI. SEMOGA KITA SEMUA MASIH BISA BERJUMPA DI RAMADHAN BERIKUTNYA ☺🤗
DIHARI YANG FITRI BEBERAPA HARI LAGI, AUTHOR INGIN NGUCAPIN DULUAN 🤭
"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1446H. SEMOGA KITA SEMUA SENANTIASA DI BERIKAN KESEHATAN, KEBAHAGIAAN DAN JUGA KEBERKAHAN. AAMIIN 🤗🤗🤗"
HAPPY READING AJA YA DEAR 💕
🌸🌸🌸
Lagi, Dave membanting tubuhnya begitu saja di atas ranjang yang empuk. Sekali lagi, meskipun tidak sakit tetap saja menyebalkan. Apa pria ini mengira dirinya karung beras yang bisa di lempar seenak hati?!
Sherry menatap pria yang masih berdiri menatapnya tajam dengan ekspresi datar. "Jika kau memang mau melampiaskan kemarahanmu, bisa jangan selalu membantingku ke ranjang?"
Dave mendengkus, ia dengan cepat mengurung tubuh Sherry dibawahnya. "Mata bagian mana yang Nyonya Jhonson lihat aku sedang marah."
"Kedua mataku."
"Lalu apa kau tahu kenapa aku marah, Ma Cherie?"
"Tidak."
"Tidak mau menebak?"
"Pikiranmu sama sulitnya dengan wanita, Dave. Dan aku bukan cenayang, jadi katakan saja apa kesalahanku kali ini," Sherry mencoba untuk mendorong tubuh tegap Dave yang mengukungnya namun pria itu dengan sigap menahan, membuatnya hanya bisa menghela napas panjang. "Apa yang sudah ku lakukan sampai membuatmu marah seperti ini, Dave Jhonson?"
"Tidak mau mencoba menebak?" Tanya Dave lagi dengan suara tertahan. Ia sendiri sedang mati-matian berusaha menahan diri supaya tidak bertindak di luar batas. "Kira-kira apa yang sudah kau lakukan atau ucapkan hingga mampu membuatku marah."
Sherry menghela napas berat. Maniknya balas menyorot tatapan tajam yang Dave lemparkan. "Memangnya apa yang sudah ku lakukan? Bisa kita jangan bertele-tele dan langsung saja katakan apa yang membuatmu tidak senang?"
"Aku akan semakin marah jika kau tidak bisa menebaknya, Ma Cherie."
"Lalu aku harus bagaimana, Dave?!" Tanya Sherry frustasi. Sikap Dave yang seperti ini benar-benar membuatnya tidak bisa memikirkan apapun. Memangnya apa yang sudah ia lakukan hingga memancing kemarahan suaminya ini!
Dave mendekat hingga membuat jarak di antara mereka hanya beberapa senti saja. Perlahan ia berbisik di telinga Sherry. "Pikirkan dengan baik kira-kira hal apa yang sudah kau lakukan hingga membuatku tidak senang. Jika kau salah menebak, maka kita akan menginap disini malam ini."
Sherry menghela napas menyerah. Jika sudah seperti ini maka bisa di pastikan Dave akan melakukan apa yang tadi di ucapkan. "Baiklah. Berikan aku petunjuk. Tindakanku atau ucapanku yang membuatmu marah."
"Ucapan."
Ucapan? Memangnya apa yang sudah ia katakan hingga membuat Dave semarah ini?
Sherry tampak berpikir. Mencoba mengingat kembali apa yang sudah ia katakan sehingga memancing kemarahan Dave. Mereka masih baik-baik saja saat Dave datang menyapa Kristen dan Xavier, lalu dia bersama Kristen pergi ke toilet.
Hening sejenak. Mungkinkah?
"Kau marah karena ucapanku pada Kristen?" Tanya Sherry berusaha menyuarakan apa yang berada di pikirannya.
"Bagaimana menurutmu, Ma Cherie?" Dave balik bertanya. "Apa aku harus senang saat mendengarnya?"
Nah benar. Itu yang membuat Dave marah. Sherry menghela napas. "Sebelum aku menjawabnya. Boleh aku bertanya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY WITH ME#4
RomanceSERIES KE EMPAT DARI POSESIF-CRAZY ❤️LUCAS GEONANDES (MINE) ❤️JOSHUA ALEXANDER (I FOUND YOU) ❤️RAKA ABIMAYU (PROMISE) ❤️DAVE JHONSON (STAY WITH ME) UPDATE SETIAP TANGGAL 9, 19, 29 YA DEAR 🤗😘
