Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

All Good - Six

3.5K 387 4
                                        

Saat Jeje, Manajer Yoon dan Manajer Jeon sepakat untuk mengkhususkan satu kamar di gedung itu sebagai tempat bagi para anggota untuk berkencan, sama sekali tidak terlintas di dalam kepala Jeje bahwa dialah wanita pertama yang masuk ke dalam kamar itu. Bersama dengan dua orang pria. Leader Seventeen dan Leader Ilichil.

Jangan salah paham, mereka masuk ke sana bukan untuk berkencan. Tapi, setelah Jeje menyampaikan soal kamar khusus itu, S. Coups dan Taeyong berdiri dari tempat duduk mereka, memaksa Jeje untuk bicara bertiga saja. Manajer Yoon dan Manajer Jeon tidak ingin ikut campur. Mereka berdua berpikir bahwa ketiga orang itu harus mulai membiasakan diri untuk berdiskusi bersama.

Diskusi yang menjurus ke arah perdebatan.

"Kamar khusus untuk berkencan ? Apa kau sudah gila ? Kau menyuruh kami untuk membawa teman wanita kami kesini. Apa kau pikir, kami tidak sanggup untuk membayar kamar hotel ?" tukas S. Coups.

"Saya tahu. Kalian semua lebih dari mampu untuk menyewa satu unit penthouse sekalipun. Tapi, demi keamanan kalian semua, lebih baik kalian melakukannya  di sini. Dalam pengawasan saya. Jika berita tentang hubungan asmara kalian tercium oleh publik, saya bisa mengurusnya." jawab Jeje.

"Tapi tetap saja. Dengan menyediakan kamar khusus seperti ini. Apa kau sengaja membuat tempat ini jadi seperti tempat pelacuran ? Kenapa tidak sekalian kau siapkan wanita-wanita penghibur untuk melayani kami ?" nada suara S. Coups semakin meninggi.

Taeyong maju, berdiri di antara S. Coups dan Jeje. "Tolong pelankan suaramu, Sunbae. Tidak sepantasnya kau membentak seorang wanita..."

"Tidak apa-apa, Taeyong-ssi. Kita memang harus membicarakan hal ini."

S.Coups mendengus keras. Dia melipat kedua tangannya di depan dada. "Mulai saling membela rupanya ? Benar juga.... Aku yang lupa... kalian berdua dari agensi yang sama. Tentu saja kalian akan saling memihak satu sama lain kan ?" sinis S.Coups.

Jeje menarik napas panjang. Membenahi letak kacamatanya yang sedikit melorot di hidung.

"Bisa dengarkan saya dulu, S.Coups-ssi ?"

S.Coups mengatupkan kedua bibirnya dengan rapat. Jeje menganggap itu adalah persetujuan. Dia kemudian meminta Taeyong untuk bergeser supaya dia bisa menjelaskan dengan baik pada S.Coups.

"Tidak perlu saya jelaskan lagi kenapa proyek ini sampai diadakan bukan ? Atau perlu saya ingatkan, penyebab sebenarnya sampai perseteruan antara kedua grup ini terjadi ? Saya hanya ingin menghindari hal-hal seperti itu terjadi lagi. Setidaknya sampai proyek ini selesai. Setelah proyek ini selesai, kemanapun kalian berkencan, dengan siapapun kalian berkencan, itu bukan urusan saya. Tapi selama kalian berada di bawah pengawasan saya, maka saya harap, kalian semua bisa bekerja sama. Kedua perusahaan juga sudah menyetujui hal itu. Berkencan di sini, atau tidak sama sekali."

S. Coups menggeram pelan. Ingin mendebat Jeje, tapi pria itu sadar, bahwa semua kalimat yang keluar dari mulut Jeje itu benar adanya. Terutama di bagian tentang penyebab sebenarnya sampai anggota grupnya bersinggungan dengan salah satu anggota Ilichil.

"Noona, benarkah kedua perusahaan sudah tahu dan tidak masalah dengan hal ini ?" Taeyong menyela.

Jeje mengangguk. "Sudah saya bilang sebelumnya kan ? Perusahaan juga mengerti dengan keadaan kalian semua. Termasuk fakta bahwa beberapa dari kalian ada yang berkencan. Jadi, untuk mencegah hal seperti dulu terjadi lagi, akan lebih baik kalau kalian berkencan disini saja. Setidaknya dengan begitu, saya bisa mengetahui siapa teman kencan kalian. Jadi, saya bisa mengambil tindakan pencegahan apabila hubungan kalian tercium oleh penggemar. Dan yang paling penting, hal itu bisa mencegah ada diantara kalian mengencani wanita yang sama..."

ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang