Menjalani hari yang cukup sibuk dengan menahan sakit yang intensitasnya semakin bertambah di salah satu kaki membuat Jeje cukup kewalahan. Sekembalinya mereka bertiga dari rumah sakit, Jeje masih harus menyiapkan beberapa hal yang ada kaitanya dengan syuting MV, khususnya mengecek kesiapan wardrobe yang akan digunakan oleh kedua puluh dua artisnya itu.
Jeje juga harus memastikan hal-hal detail seperti ukuran sepatu yang akan mereka gunakan nanti. Mengingat mereka akan menari sambil mengenakan sepatu tersebut. Jadi sepatu-sepatu yang akan digunakan saat syuting harus benar-benar nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki para anggota. Dia tidak ingin kejadian Seungkwan yang kakinya terluka karena ukuran sepatu yang tidak sesuai terulang kembali.
Jeje juga harus mengikuti rapat final dengan tim produksi. Memastikan semua lokasi sudah siap dan aman untuk digunakan syuting MV. Mengingat yang akan melakukan syuting adalah dua boy group yang memiliki basis penggemar yang cukup besar, jadi kerahasiaan dan keamanan tempat yang akan dijadikan sebagai lokasi syuting menjadi prioritas utama.
Setelah rapat selesai, Jeje masih harus mengurusi makan malam para anggota, yang untungnya tidak terlalu rewel soal makanan karena mereka sudah terlalu kenyang dengan kudapan dan camilan yang dipesan oleh Hoshi. Sebagian besar menolak untuk makan malam dan hanya mengkonsumsi susu protein untuk menjaga bentuk tubuh mereka.
Mereka baru kembali ke Guest House saat tengah malam menjelang. Para anggota yang sepanjang perjalanan sudah terlelap, langsung masuk ke dalam kamar masing-masing. Barulah Jeje juga bisa mengistirahatkan kakinya.
Dengan langkah yang tertatih, Jeje berjalan menuju ke tempat tidur di dalam kamarnya kemudian menghempaskan dirinya di sana. Dia mengangkat kaki kirinya yang terasa sakit dengan bantuan kedua tangannya. Jeje kemudian menggulung ujung celana jeans yang dia pakai lalu membuka kaus kaki yang menutupi telapak kaki kirinya itu. Dia meringis menahan sakit ketika melepaskan kaus kaki dari telapak kakinya. Langsung terlihat lebam kebiruan mulai dari engkel sampai telapak kaki Jeje. Sepertinya kaki kirinya itu terkilir saat dia jatuh setelah diserempet motor tadi.
Jeje menghembuskan napas dengan kasar melihat kondisi kakinya. Bagaimana bisa dia bekerja dengan kondisi kaki seperti ini ? Padahal jadwal Seventeen dan Ilichil untuk proyek All Good ini sudah memasuki peak time- nya. Jeje tidak mungkin absen dari tugasnya mengurusi dua puluh dua pemuda itu hanya karena kaki kirinya yang terkilir.
Suara ketukan di pintu kamar Jeje membuat dia terkesiap. Dengan segera Jeje menurunkan kembali gulungan celananya,beranjak bangun dari tempat tidur dan berjalan sambil berjingkat-jingkat menuju ke arah pintu kamar lalu membukanya.
"Wonwoo-ya?Apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Jeje ketika mendapati Wonwoo berdiri di depan kamar tidurnya.
Pria berkacamata itu menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
"Apa aku menganggu Noona?" Wonwoo balik bertanya.
Jeje menggelengkan kepalanya.
"Sama sekali tidak. Ada apa? Apa kau butuh sesuatu?"tanya Jeje lagi.
"Apa Noona mau menemaniku sebentar ?"
Jeje mengerutkan dahinya.
"Menemanimu kemana ?"
"Bicara dengan ibuku..."
⛄️⛄️⛄️
Yang dimaksud Wonwoo dengan mengajak Jeje untuk menemani dia bicara dengan ibunya adalah mereka duduk berdua di kursi santai yang ada di pinggir kolam renang, dengan ditemani dua gelas teh hangat yang diletakkan di antara keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictieAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
