Suara alarm yang meraung dari ponselnya membuat kesadaran Jeje mulai terkumpul. Tangannya hendak diulurkan untuk mematikan bunyi alarm tersebut, tetapi ada sesuatu yang menghalangi pergerakannya. Jeje menundukkan kepalanya, mendesah pelan kala menyadari apa yang menahannya. Sebuah lengan terulur memeluk tubuhnya dari belakang disertai dengan deru nafas teratur yang mengenai tengkuk Jeje. Tentunya sudah bisa ditebak, siapa pemilik lengan dan deru nafas tersebut.
Iya....
Lengan itu milik S.Coups
Tidak usah berpikir macam-macam
Mereka hanya tidur di atas tempat tidur yang sama. Tidur yang memejamkan mata lalu tenggelam ke alam mimpi. Tidak ada kegiatan tambahan. Ya, kecuali posisi mereka yang selalu berakhir dengan S.Coups yang memeluk Jeje.
Sebenarnya, hanya sekali saja Jeje mengijinkan S.Coups untuk bermalam di kamarnya. Ini karena kekasihnya itu merajuk setelah jadwal pre-recording mereka di Kwangya selesai. Untuk membujuk S.Coups, Jeje mengabulkan permintaan S.Coups yang memang sudah sejak lama ingin bermalam di kamar Jeje. Hitung-hitung sebagai balasan karena S.Coups sudah mau berbaik hati 'diperas' oleh anak-anak Dream.
Tapi otak licik Jeonghan juga ternyata menular pada S.Coups. Dia tidak puas hanya menghabiskn satu malam di kamar Jeje. Di malam-malam berikutnya, S.Coups kembali mengendap-endap masuk ke dalam kamar Jeje dan diam-diam tidur di atas tempat tidur yang sama yang ditempati oleh Jeje.
Kembali pada situasi di dalam kamar Jeje pagi ini. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, tetapi matahari belum menunjukkan wujudnya di atas langit. Matahari memang terbit lebih lambat selama musim dingin berlangsung. Jadi tidak heran, gelap masih menggantung padahal sudah waktunya mereka untuk memulai aktivitas.
Hari ini, tersisa satu lagi acara penghargaan musik akhir tahun yang harus mereka hadiri. Setelah itu, mereka akan mendapatkan libur Natal selama tiga hari. Tapi, untuk acara penghargaan kali ini, selain sebagai nominator penghargaan, anggota Seventeen dan Ilichil juga akan menjadi pengisi acara utama. Jadi, mereka harus bersiap-siap lebih awal karena rehearsal dijadwalkan dimulai tepat pukul sepuluh pagi.
Jeje mengangkat lengan S.Coups yang masih memeluk tubuhnya. Terdengar erangan protes S.Coups yang disusul dengan Jeje yang justru dipeluk lebih erat dari belakang oleh pria itu.
"Bangun, Coups-ah.... Kau harus kembali ke kamarmu sebelum Taeil terbangun..." ujar Jeje. Sekali lagi, S.Coups hanya merespon dengan erangan kecil.
"Ayo bangun, Coups.... Aku harus menyiapkan sarapan untuk kalian semua...."
"Lima menit lagi, Baby..." tawar S.Coups. Dia mendekatkan wajahnya ke tengkuk Jeje. Membuat Jeje jadi bergidik geli.
"Tidak ada lima menit, Coups... Bangun sekarang.... Kalau tidak....."
"Kalau tidak apa ?"
"Kalau kau tidak bangun, mulai nanti malam, aku akan mengunci kamarku"
Mendengar ancaman Jeje, S.Coups langsung bangun dari posisinya. Mencebik ke arah Jeje dengan wajah yang masih mengantuk.
"Aku benci kau, Baby...." ucap S.Coups.
Jeje tertawa pelan.
"Iya.... Aku juga.... Jadi cepat bangun dan pindah ke kamarmu. Aku akan ke kamar mandi sekarang. Kalau aku masih melihatmu tidur di sini setelah aku selesai dari kamar mandi, aku benar-benar akan mengunci pintu kamarku supaya kamu tidak bisa lagi kabur diam-diam dari kamarmu dan tidur di sini"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
