Meski kisruh rumor kencan Joshua belum terselesaikan, jadwal proyek All Good untuk tur dunia tetap harus dilaksanakan. Joshua juga masih enggan membuka mulut untuk membuat pernyataan. Dia membiarkan penggemar membuat spekulasi mereka sendiri. Yang membuat anggota lain semakin geram adalah banyaknya hate speech yang harus diterima oleh Joshua dikarenakan sikap diamnya ini. Baik S.Coups, Taeil maupun Taeyong tidak berhenti mendorong Joshua untuk merubah pendiriannya, tapi pemuda Hong itu tetap bergeming. Sama sekali tidak menunjukkan niat untuk berubah pikiran.
"Arghhhh..... Brengsek !!!!" Dino tidak bisa menahan diri untuk mengumpat kala membaca sebuah artikel yang, lagi-lagi, menyudutkan Joshua. Dia bahkan hampir melempar ponselnya ke lantai saking tidak bisa menahan emosi.
Mark yang baru saja keluar dari kamar mandi sedikit terkejut dengan ekspresi wajah Dino saat ini.
"Soal Joshua Hyung lagi ?" tebak Mark. Dino menghembuskan napas dengan kasar lalu menyugar bagian depan rambutnya.
"Kalau mereka benar-benar Carat, tidak mungkin mereka membuat berita yang semakin membuat Joshua Hyung dibenci oleh banyak orang....." Mark berujar sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk berukuran sedang yang menggantung di lehernya.
"Aku heran, kenapa sih Shua Hyung tidak langsung membuat pernyataan ? Kenapa dia memilih untuk bungkam seperti sekarang ini ?" geram Dino.
Mark melemparkan handuk bekas pakainya ke dalam keranjang pakaian kotor.
"Menurutku sih, Joshua Hyung melakukan itu bukan tanpa sebab"
"Iya.... Tapi kenapa ???" sengit Dino.
"Ya mana kutahu? Tanyakan sendiri pada Joshua Hyung sana....." balas Mark tidak kalah sengit.
Keduanya lantas kompak mendengus keras.
"Kalau saja Shua Hyung mau mengatakan yang sebenarnya, aku dan anggotaku yang lain tidak akan kebingungan seperti ini. Meskipun aku yakin, Jeonghan Hyung dan Coups Hyung sudah tahu alasannya..." cetus Dino.
Mark mengangguk setuju.
"Aku yakin Taeil Hyung dan Taeyong Hyung juga mengetahui sesuatu, tapi mereka juga ikut-ikutan tutup mulut....."
"Ahhhhh..... Jadi orang dewasa itu ternyata sulit ya ?" ucap Dino. Pemuda yang memiliki nama asli Lee Chan itu mendesah panjang lalu meletakkan kepalanya di atas bantal.
Mark ikut membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Majja.... Aku pikir menjadi orang dewasa itu enak. Kita bisa minum alkohol, bermain sampai tengah malam. Pokoknya hanya bersenang-senang. Tapi ternyata, jadi orang dewasa itu membuat kepalaku hampir pecah...." Mark menimpali.
"Sudahlah.... Ayo tidur sekarang. Besok kita harus bangun pagi-pagi sekali"
"Biasanya, aku selalu excited setiap kali akan memulai tur. Tapi kali ini, aku tidak seantusias biasanya. Aku bahkan tidak bersemangat mengatur airport fashion-ku besok...."
Mata Dino yang baru saja terpejam langsung terbuka kembali ketika mendengar teman sekamarnya ternyata masih betah untuk bicara.
"Tidur, Mark.... Besok kalau kau terlambat bangun dan tidak mandi sebelum berangkat ke airport, jangan salahkan aku....."
"Iya... Iya.... Aku tidur...."
Tidak ada lagi yang berbicara setelahnya. Dino menolehkan kepalanya ke arah tempat tidur Mark. Pemuda seumurannya itu sudah mendengkur halus. Salah satu sudut bibir Dino terangkat ke atas sebelum dia merubah posisi tidurnya menjadi menyamping. Dia menyalakan lagi ponselnya, mengetikkan nama Joshua dalam kolom pencarian dan kembali berselancar membaca setiap artikel yang menyinggung soal rumor kencan kakaknya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
Fiksi PenggemarAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
