Tidak ada yang lebih mengejutkan bagi Jeje selama dia menjadi manajer sementara untuk Seventeen dan Ilichil dalam proyek All Good ini dengan kehadiran Jeonghan di dalam kamar tidurnya.
Iya
Jeonghan
Orang yang tadi mengetuk pintu kamarnya, menyuruh Jeje minggir supaya dia bisa masuk dan mengobati kakinya adalah Yoon Jeonghan.
Jeonghan yang sama yang selama ini selalu bersikap ketus padanya.
Kehadiran Jeonghan di dalam kamarnya terasa sangat canggung dan aneh di mata Jeje. Dari seluruh anggota Seventeen, hanya Jeonghan yang tidak pernah bisa Jeje pikirkan dan bayangkan mau masuk ke dalam kamar yang Jeje pakai di Guest House. Yang bisa dibilang cukup sering datang ke dalam kamarnya adalah Dino kemudian Vernon, disusul Joshua dan terakhir sang leader grup, S.Coups.
Tapi sekarang ini, Jeonghan justru duduk di lantai kamar Jeje, sementara Jeje sendiri duduk di pinggir tempat tidur. Kaki kirinya yang terkilir berada di atas pangkuan Jeonghan. Pemuda itu sedang menempelkan kompres pada bagian kaki Jeje yang tampak lebam dan bengkak. Membuat Jeje meringis menahan nyeri.
"Tahan sebentar...." ucap Jeonghan ketika sudah kesekian kalinya suara ringisan Jeje lolos dari mulutnya. Dia mengulang gerakan menempelkan kompres ke bagian kaki Jeje yang tampak bengkak kemudian mengangkat setelah beberapa saat didiamkan disana.
"Sudah tahu kalau kaki itu adalah bagian yang sangat penting dalam pekerjaanmu. Kenapa sampai bengkak begini sih?"
Jeje mengerucutkan bibirnya. Dia bingung. Apa dia harus menyahuti ucapan Jeonghan barusan? Atau jangan-jangan pemuda itu hanya bicara sendiri?
Plak !!!
"Hey !!!!"
Jeje berjengit kaget ketika Jeonghan menepuk betisnya. Tidak keras tapi cukup membuat bulu kuduk Jeje meremang. Karena setelah menepuk betis Jeje, tangan Jeonghan tetap diam di sana. Telapak tangan Jeonghan yang bersentuhan dengan betis Jeje yang polos benar-benar terasa halus dan lembut.
"Kalau diajak bicara itu jawab!! Kau pikir aku sedang bicara dengan alat kompres ini?" sungut Jeonghan pasa Jeje.
"Ah.... I-iya..... M-mianhae...." Jeje tergagap. "Ini.... Itu.... Eh maksudku...."
"Bicara yang benar, Nona...." ujar Jeonghan sambil lanjut mengompres kaki Jeje.
"Itu salahku. Saat menjemput Mingyu dan Jaehyun di rumah sakit, aku tidak berhati-hati. Aku takut mereka menunggu terlalu lama karena aku tertahan di luar. Pesanan Hoshi yang harus aku beli cukup banyak. Jadi begitu aku memarkir mobil, aku tergesa-gesa meninggalkan area parkir. Aku tidak melihat kalau ada motor yang melaju ke arahku" jelas Jeje.
Jeonghan mendengus mendengar penjelasan Jeje.
"Jangan selalu menuruti kemauan mereka, Nona.... Mereka itu hanya memanfaatkanmu"
"Aku tidak merasa dimanfaatkan kok. Itu kan sudah menjadi tugasku sebagai seorang manajer untuk memperhatikan kebutuhan kalian. Lagipula Jeon Sunbae juga pernah bilang bahwa aku perlu menyiapkan banyak cemilan menjelang latihan-latihan akhir. Kalian semua jadi cenderung sensitif dengan segala sesuatu. Jeon Sunbae bilang, mood kalian bisa membaik jika melihat banyak makanan" sahut Jeje.
Lihat S.Coups !!!
Jeje sudah berani membalik ucapan Jeonghan.
Jeonghan mendecakkan lidahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
