All Good - Five

3.6K 394 12
                                        

Anggota Ilichil muncul setengah jam setelah kedatangan anggota Seventeen yang cukup heboh ketika mereka menyadari bahwa Jeje yang akan menjadi manajer mereka selama proyek berlangsung. Mereka bereaksi sedikit berlebihan seperti itu karena selama ini mereka belum pernah diurus oleh manajer perempuan selama dua puluh empat jam penuh. Perempuan yang berinteraksi dengan mereka hanyalah stylist dan penata rias saja. Menyadari mereka akan tinggal serumah dengan wanita asing, tentu saja membuat mereka terkejut.

Sangat terkejut.

Lain halnya dengan anggota Ilichil. Sebelum berangkat, mereka sudah diberi tahu bahwa Jeje, Manajer Dream, yang akan menjadi manajer baru mereka. Jadi mereka tidak terlalu kaget dengan kehadiran Jeje di sana. Sebagian besar dari mereka sudah kenal dengan Jeje meskipun belum pernah bekerja bersama, selain Mark dan Haechan.

Kecuali Taeyong, tentu saja, yang kinerja jantungnya bekerja dua kali lebih cepat saat matanya berpapasan dengan mata milik Jeje yang ditutupi lensa kacamata. Kegugupannya dia tutupi dengan sibuk memperhatikan sesuatu di layar ponselnya.

"Jeje Noona !!! Neomu bogoshipo !!!!" Haechan langsung berlari menghampiri Jeje dan bergelayut di lengannya. Mark maju dan menarik kerah baju Haechan sehingga tangannya yang tadi melingkar erat di lengan Jeje jadi terlepas.

"Jangan begitu, Haechan-ah... kasihan Jeje Noona... Kau itu berat...." tegur Mark.

Jeje mengulurkan tangannya, mengusap pundak Haechan pelan. "Noona juga merindukanmu, Haechan-ah... Bagaimana punggungmu ? Apa masih sering terasa sakit ? Kau tidak lupa membawa bantal terapi milikmu kan ?"

Haechan terkekeh. "Doyoung Hyung merawatku dengan baik, Noona. Dia tukang pijat terbaikku..."

"Yakk !!! Lee Haechan !!! Jangan sembarangan bicara..." ketus Doyoung. Tidak terima dia disebut sebagai tukang pijat Haechan.

Manajer Yoon muncul agak sedikit terlambat. Jeje membungkuk sekilas saat melihat Sunbaenya itu.

"Apa yang lain sudah datang ?" tanya Manajer Yoon.

"Mereka sudah datang setengah jam yang lalu, Sunbae. Sekarang sedang berkumpul di ruang serbaguna." jawab Jeje. Dia menunjuk ke sebuah ruangan yang ada di balik punggungnya.

Manajer Yoon mengangguk. Dia mengalihkan pandangannya ke arah anggota Ilichil yang sepertinya menunggu komando berikutnya dari mulut Manajer Yoon.

"Ayo kita kesana. Kalian harus berkenalan secara resmi dengan mereka. Jaga sikap kalian. Bagaimanapun juga, mereka adalah sunbae kalian semua...."

⛄️⛄️⛄️

Ruang serbaguna yang dimaksud oleh Jeje adalah sebuah ruang besar yang ada di bagian tengah gedung. Masih berada di lantai dasar. Dilengkapi sofa-sofa panjang, grand piano di sudut ruangan, dua buah kursi pijat elektrik dan sebuah televisi layar datar ukuran delapan puluh inchi yang menempel di dinding. Anggota Seventeen sudah memenuhi seluruh sofa. Saling bersandar di bahu sambil memejamkan mata.

Manajer Yoon membungkuk saat bertemu dengan Manajer Jeon. Mereka bicara berdua sebentar baru kemudian manajer Jeong bergerak membangunkan anggota Seventeen yang tertidur di sofa.

"Ayo bangun. Anggota Ilichil sudah datang..."

Seperti estafet, mereka membangunkan orang yang tidur di samping mereka. Kompak menatap malas ke arah anggota Ilichil yang berdiri di hadapan mereka.

Saat Jeje melihat bahwa tidak ada satupun anggota Seventeen yang mau bergeser dan memberi tempat bagi anggota Ilichil untuk duduk, dia memberi kode kepada Jio untuk mengambilkan kursi yang ada di ruang makan. Menyusun satu per satu kursi memenuhi ruang serbaguna yang posisinya berhadapan dengan sofa-sofa yang diduduki oleh anggota Seventeen.

ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang