All Good - Fourty

2.7K 333 9
                                        

"Apa kau membutuhkan sesuatu, Mingyu-ya ?" tanya Jeje setelah Mingyu dipindahkan ke salah satu ruang rawat VVIP yang ada di rumah sakit.


Mingyu menggelengkan kepalanya.


"Aku mau istirahat saja, Noona...." jawab Mingyu. Jeje kemudian membantu Mingyu untuk menyamankan posisinya. Memberikan bantal untuk menyanggah lengan Mingyu yang dibebat oleh kain kasa.


"Dimana Coups Hyung, Noona ?" tanya Mingyu saat Jeje sedang meletakkan bantal di bawah lengannya dengan hati-hati. Jeje menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke belakang.


"Entahlah..... Tadi Noona yakin dia ada di belakang Noona saat kau dipindahkan dari instalasi gawat darurat ke kamar ini. Tapi sekarang......" kalimat Jeje terjeda. Dia menyisir seluruh ruang rawat Mingyu tapi tidak menemukan sosok S.Coups di mana pun.


Mingyu mendengus dengan keras.


"Coups Hyung pasti sedang menyendiri di suatu tempat di rumah sakit ini. Dia selalu begitu. Saat ini, dia pasti sedang menyalahkan dirinya karena menganggap kalau dirinya tidak bisa menjaga anggotanya dengan baik. Padahal, Coups Hyung saja tidak ada di sana saat aku kejatuhan barbell. Mana bisa dibilang kalau ini semua salahnya ?"


"Biar Noona nanti yang akan mencarinya. Cukup berbahaya juga kalau S.Coups terlalu lama berada di luar sana sendirian."


Mingyu mengangguk setuju.


"Noona tolong hibur Coups Hyung ya.... Jujur saja, dibandingkan rasa sakit yang aku rasakan sekarang atau hasil pemeriksaanku besok pagi, aku lebih mencemaskan Coups Hyung. Perusahaan pasti akan menyalahkan dia. Bagaimana dia akan mengatasi masalah ini ? Aku tidak mau penyakit lamanya kambuh lagi..."


"Penyakit lama ?"


Mingyu memiringkan kepalanya. Satu tangannya yang tidak cedera terangkat untuk menggaruk pelipisnya.


"Semua carat tahu, jadi aku pikir, Noona juga harus tahu. Beberapa tahun yang lalu, Coups Hyung pernah memiliki masalah dengan kesehatan mentalnya. Masalah itu membuat Coups Hyung tidak sanggup untuk berdiri di atas panggung bersama kami. Aku benar-benar tidak ingin membuat Coups Hyung melewati masa-masa itu lagi...."


Ucapan Mingyu membuat Jeje terhenyak.


Pria yang di mata Jeje selalu terlihat tegas, keras, ketus dalam menjawab dan mengeluarkan aura dominan seperti S.Coups ternyata pernah memiliki masalah dengan mentalnya ?


Apa masalah S.Coups sama dengan masalah yang membuat Renjun kehilangan kepercayaan dirinya ?


Jeje jadi teringat potongan pertengkaran yang dia dengar antara S.Coups, Jeonghan dan Joshua.


Iya....


Dia mendengarnya, meskipun tidak seluruhnya.


Manajer Jeon sesungguhnya mengutus Jeje untuk memberitahukan kondisi Mingyu pada S.Coups, Jeonghan, Joshua dan Deokyeom yang menunggu di luar ruang instalasi gawat darurat. Tapi Jeje urung melakukannya saat dia mendengar Joshua berteriak disusul dengan Jeonghan dan S.Coups yang saling membentak. Itu membuat Jeje kembali ke dalam ruang instalasi gawat darurat dan memanggil Manajer Jeon untuk keluar bersamanya.


Tetapi Jeje sempat mendengar sepenggal ucapan Jeonghan yang membentak S.Coups


S.Coups terlalu menganak emaskan Mingyu dan Seungkwan ?


Apa Manajer Jeon mengetahui hal ini ?


"Noona....." panggil Mingyu saat dia melihat Jeje tampak melamun. Jeje terkesiap mendengar panggilan Mingyu.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang