Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

All Good - 116

1.5K 220 25
                                        

Boleh jadi Hoshi sangat bersemangat untuk datang ke Kwangya karena itu artinya dia bisa bertemu dengan Shinee, grup idol yang dia sukai. Atau Seungkwan dan Dino yang kegirangan karena bisa berfoto bersama dengan anggota SNSD sampai terus-terusan menyombongkan pertemuan mereka yang singkat itu kepada member Seventeen yang lain. Akan tetapi, lain halnya dengan S.Coups. Dia tidak terlalu antusias dengan jadwal mereka di Kwangya ini.


Jangan salah paham....


S.Coups bukannya alergi bertemu dengan grup idol lain dari perusahaan yang berbeda. Tapi masalahnya, di Kwangya ini ada grup yang menjadi saingan terberatnya. Saingan terberat yang akan mengalihkan perhatian Jeje.


Iya....


Maksud S.Coups adalah Dream.


Lihat saja.....


Belum ada satu jam mereka masuk di ruang tunggu yang ditujukan untuk mereka di Kwangya, anak-anak Dream sudah datang merecoki mereka. Mengurangi pasokan oksigen yang tersedia  di dalam ruangan tersebut karena lima pemuda tanggung itu tiba-tiba saja mengklaim ruang tunggu itu sebagai ruang tunggu mereka juga. Jika ditotal semua orang yang ada di dalam ruang tunggu tersebut, kurang lebih ada empat puluh orang di dalamnya.


Bisa dibayangkan kan bagaimana sumpeknya ruangan tersebut ?


Sudah begitu, anak-anak Dream itu tidak berhenti menempeli Jeje kemanapun Jeje pergi. Seperti tidak ada kegiatan lain yang bisa mereka lakukan selain membuntuti Jeje. Jadinya kan Jeje malah  jadi melupakan eksistensi S.Coups  di dalam ruangan tersebut. Dia sibuk mengurusi rengekan anak-anak Dream.


"Tsk..... manajer mereka kemana sih? Masak tidak bisa mengurusi artisnya dengan baik sampai-sampai harus melibatkan manajer artis yang lain ?" gerutu S.Coups ketika melihat Jisung dan Chenle sedang beradu argumen di depan Jeje karena sebuah tebak-tebakan yang dilontarkan oleh Chenle.


Kalau jerapah jadi ayam, tikus jadi ayam, anjing jadi ayam, ayamnya jadi apa ?


Johnny yang kebetulan duduk di sebelah S.Coups terkekeh pelan karena bisa mendengar gerutuan S.Coups barusan. Dia tadinya sedang membaca sesuatu di layar ponselnya jadi menolehkan matanya ke samping.


"Jangan bilang kalau kau cemburu dengan anak-anak itu...." tebak Johnny. Tepat sasaran.


Bukannya menjawab, S.Coups hanya mendecakkan lidahnya. Semakin jelas menampakkan ketidaksukaannya karena Dream sudah menyita perhatian Jeje.


Seluruhnya.


"Mereka berjasa besar membantu hubunganmu dengan Jeje Noona. Harusnya, kau membelikan sesuatu untuk mereka semua....." ucap Johnny mengingatkan.


S.Coups menghela napas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar.


Benar juga....


Dia tidak boleh melupakan campur tangan anak-anak Dream yang sudah membantu dia supaya bisa bertemu kembali dengan Jeje. Jeonghan mungkin adalah mastermind nya, tetapi semua ide Jeonghan itu tidak ada gunanya jika Dream tidak turut membantu.


"Couuuppsss Hyuuuung....." Jaemin bersuara dengan mulut yang dimonyong-monyongkan. Dia datang dengan Jeno dan tanpa aba-aba mengambil tempat di antara Johnny dan S.Coups. Sementara Jeno duduk di lengan kursi di samping S.Coups.


"Couuupsss Hyuuung....." panggil Jaemin lagi dengan nada suara yang dibuat seperti suara anak-anak.


"Mwo ?" tanya S.Coups jengah.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang