All Good - Eighty Eight

1.8K 252 37
                                        

Momoka tergelak hebat bahkan sampai sedikit membungkuk sambil memegangi perutnya setelah Jeje selesai menjelaskan kenapa pertemuannya dengan Jun tidak bisa dilakukan sebagaimana yang telah kedua orang itu sepakati sebelumnya. Tidak hanya tempatnya yang berubah, tadinya Momoka ingin mengajak Jun untuk bertandang ke apartement nya yang ternyata  malah berakhir di salah satu private lounge yang ada di hotel yang ditempati oleh Seventeen dan Ilichil, juga karena kehadiran Yuta yang ikut duduk bersama mereka saat ini.


Yuta yang duduk di sofa tunggal di ujung ruangan sambil memainkan ponselnya melemparkan tatapan tidak suka karena suara tawa Momoka. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Dia sudah setuju dengan kesepakatan bahwa dia juga akan berada di ruangan yang sama dengan Momoka dan Jun. Dia harus membulatkan tekad demi misi untuk membuat pertemuan ini menjadi pertemuan terakhir antara Momoka dengan Jun. Dia memang seorang idol, tapi dia tidak ingin saudari-saudarinya menjalin hubungan dengan pria yang memiliki pekerjaan yang sama dengan dirinya.


Dia melakukan hal kekanak-kanakan ini karena dia sangat menyayangi kedua saudarinya.


Tolong digaris bawahi itu !!!!


"Maafkan aku ya.... Pertemuan kalian jadi harus dilakukan di hotel ini" Jeje mengulangi permintaan maafnya pada Momoka.


Kakak perempuan Yuta itu malah melambaikan tangannya ke udara.


"Tidak perlu meminta maaf seperti itu. Justru aku yang tidak enak padamu karena aku yakin si kepala batu itu pasti membuat ulah yang membuat kau sampai harus turun tangan. Padahal tadinya aku sendiri yang ingin bicara denganmu supaya memberikan Jun waktu luang untuk bisa keluar denganku" sahut Momoka setelah tawanya mereda.


Jeje cukup terkejut sebenarnya melihat bagaimana santainya kakak perempuan Yuta ini. Sudah seberapa dekat hubungan Momoka dengan Jun sebenarnya ? Tidak mungkin kan dia mengundang Jun bertandang ke rumahnya kalau hubungan mereka tidak seberapa dekat? Apalagi setahu Jeje, mereka berdua baru bertemu untuk pertama kalinya ketika Momoka dan Seola, kakak perempuan Jungwoo menginap di Guest House.


Momoka sepertinya mengerti dengan eskpresi yang ditampilkan oleh Jeje sekarang ini.


"Dia itu pria yang menarik. Jun maksudku. Sedikit berbeda dari kebanyakan pria yang aku kenal. Jadi tidak salah kan kalau aku ingin mengenal dia lebih dekat?"


Jeje langsung menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak. Itu adalah privasi kalian berdua, dan aku menghormati itu. Hanya saja, selama aku masih menjadi manajer mereka, aku hanya sekedar ingin tahu. Ini juga hanya untuk jaga-jaga saja, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi ke depannya kan? Aku punya tanggung jawab untuk melindungi artis-artisku"


Momoka mengangguk setuju.


"Aku juga mengerti kok. Alasanmu memindahkan tempat pertemuan kami ke sini juga aku sangat mengerti. Alasanku memilih apartement ku sebagai tempat untuk bertemu dengan Jun itu karena aku tidak mau kalau sampai si kepala batu itu tahu soal pertemuan kami...." Momoka mengedikkan bahunya ke arah Yuta saat dia mengatakan 'si kepala batu'. "....tapi karena dia sudah terlanjur tahu, ya sudah.... Bertemu di tempat ini juga tidak apa-apa"


Pintu private lounge yang dibuka dari luar membuat percakapan Jeje dan Momoka terhenti sejenak. Jun melangkah masuk ke dalam private lounge tersebut.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang