All Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka.
22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun.
Apakah proyek ini mampu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jauh di dalam hati S.Coups, dia sungguh-sungguh berharap kalah semua yang dia lewati selama delapan belas jam terakhir ini hanyalah bunga tidur semata. Jika apa yang telah terjadi hanyalah satu dari sekian banyak mimpi dalam tidur S.Coups, seburuk dan semenyeramkan apa pun mimpinya itu, ketika dia terbangun nanti, semua emosi yang dia rasakan ketika dia berada di alam mimpi akan sirna dalam sekejap. Setelah dia terbangun dari mimpi, kehidupan normalnya akan kembali berjalan seperti biasa.
Berlatih koreografi
Menulis lirik
Merekam konten
Bercengkerama bersama dengan anggota
Jadwal konser dan tur
Dan Jeje
Ya
Jika delapan belas jam terakhir ini hanyalah sebuah mimpi maka, wajah Jeje yang pucat, tubuh Jeje yang tidak bergerak serta darah kental yang menggenang di atas lantai yang juga mengotori bagian depan pakaiannya, itu semua hanyalah mimpi belaka
Jika delapan belas jam terakhir ini hanyalah sebuah mimpi maka, sehebat apapun sakit yang dia rasakan karena dia kehilangan Jeje di dalam mimpinya, ketika dia terbangun nanti, Jeje tidak benar-benar menghilang. Gadis yang sangat dia cintai itu masih di sana, masih bersama dengannya.
"Coups-ah, giliranmu...."
Tepukan lembut dan suara Taeyong yang memanggil nama S.Coups membuat dia mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk. Suara riuh dari kru, kesibukan di atas panggung serta staf yang lalu lalang menyambut, seiring dengan kesadarannya yang kembali menjejak ke dunia nyata. Apa yang ada di hadapan S.Coups sekarang adalah pemandangan yang biasa dia dapati dalam kehidupan normalnya sebagai seorang idola.
Lalu sebuah fakta datang menghantam
Inilah kehidupan normalnya
Kehidupan yang harus dia pilih dan harus terus dia jalani, apapun konsekuensi yang timbul akibat pilihan tersebut
Termasuk hari ini
Hari dimana dia baru saja merasa seolah-olah jiwanya dipaksa keluar dari raganya
Hari dimana dia merasa mimpi terburuknya menjelma menjadi kenyataan
Dan untuk pertama kalinya, selama kurang lebih sepuluh tahun menjalani hidup sebagai seorang idola,
S.Coups menyesali pilihannya tersebut....
⛄️⛄️⛄️
Dokyeom menatap sendu ke penjuru ruang tunggu. Meski para anggota tampak sibuk dengan persiapan mereka sebelum konser dimulai, tetapi suasana muram yang kental menyelimuti hampir semua orang yang ada di dalam ruangan ini. Di mata Dokyeom, para anggota yang ada di depannya sekarang tidak ubahnya seperti robot yang sudah terprogram, seperti cangkang kosong tanpa nyawa. Kalaupun ada yang tersenyum, seratus persen dapat dipastikan kalau senyum yang dikeluarkan itu adalah senyum terpaksa.