Doyoung dan Hoshi duduk di atas kasur mereka masing-masing. Di atas kasur Doyoung-selain si empunya kasur-ada Taeil, Taeyong, Johnny dan Yuta yang duduk di sana. Di seberang kasur milik Doyoung terdapat kasur yang ditempati oleh Hoshi-bisa terlihat dari sprei bergambar harimau yang sedang mengaum- dan di atas kasur tersebut sudah ada Jeonghan, Joshua, Woozi, Jun, Wonwoo serta tentunya si pemilik kasur itu sendiri. Sementara S.Coups berdiri bersandar di pinggir meja yang ada di antara kedua kasur tersebut sambil bersedekap.
Kondisi keduanya tidak bisa dibilang baik. Wajah Hoshi dan Doyoung terdapat beberapa luka bekas bogem mentah yang saling dilemparkan oleh keduanya. Jeje dan Jio berbagi tugas untuk mengobati kedua orang tersebut. Jeje saat ini sedang mengompres pipi Doyoung sementara Jio mengolesi salep ke ujung bibir Hoshi yang berdarah.
Kamar tidur mereka juga berubah seperti kapal pecah. Beberapa barang yang Jeje yakini sebelumnya ada di atas meja, sudah berserakan di lantai. Sebelum mengungsikan para maknae line agar tidak terkontaminasi aura permusuhan yang begitu kental terasa di dalam ruangan tersebut, Dokyeom dan Jaehyun berkontribusi merapikan kamar Hoshi dan Doyoung yang cukup berantakan itu.
Usai mengobati Doyoung dan Hoshi, Jio mengirim kode pada Jeje. Dia terlihat bingung bagaimana caranya menangani pertengkaran yang tiba-tiba saja terjadi malam ini. Jeje mengangguk kepala mafhum saat melihat tatapan Jio yang tampak putus asa.
"Tolong bereskan kotak obat ini, Jio-ya...." Jeje memberi perintah sekaligus membebaskan Jio dari tanggung jawab untuk menyelesaikan pertengkaran antara Hoshi dan Doyoung.
"Baik, Noona...." sahut Jio. Dia segera membereskan salep, kapas, botol alkohol yang dikeluarkan dari dalam kotak obat, mengemasinya kembali kemudian beranjak keluar dari kamar yang ditempati oleh Hoshi dan Doyoung.
Sepeninggal Jio, Jeje berdiri di antara Hoshi dan Doyoung. Dia menarik napas dalam-dalam sebelum mulai bicara.
"Jadi, siapa yang ingin lebih dulu menjelaskan ? Kenapa kalian berdua bertengkar malam-malam begini?" Jeje mulai bertanya pada Hoshi dan Doyoung.
Keduanya masih diam namun tetap saling menatap nyalang satu sama lain.
Taeil turun tangan untuk membujuk Doyoung supaya dia mau mulai bicara. Pemuda Moon itu mengusap pelan lengan Doyoung.
"Ayo jawab, Doy-ah.... Biar kita semua tahu dimana letak kesalah-pahaman kalian berdua..."
Doyoung menepis kasar tangan Taeil yang mengusap lengannya.
"Doyoung-ah.... Jangan begitu...." tegur Johnny.
Tapi Doyoung tetap menutup mulutnya rapat-rapat.
"Hoshi-ya.... Coba jelaskan pada Hyung.... Kenapa kau sampai berkelahi dengan Doyoung ? Apa yang kalian berdua ributkan?" kali ini Joshua yang berusaha mengorek keterangan dari Hoshi.
Tapi, sama seperti Doyoung, Hoshi juga sama sekali tidak membuka suaranya.
"Kalau kalian berdua memilih diam seperti ini, tidak apa-apa. Tapi Noona akan melaporkan hal ini Manajer Yoon dan Manajer Jeon. Biar perusahaan yang mengambil tindakan tegas atas ulah kalian malam ini..." suara Jeje mulai terdengar tegas.
Yuta lantas menyikut lengan Doyoung.
"Ceritakan saja semuanya, Doy-ah.... Kau tidak mau kan kalau nanti sampai ada proyek All Good sesi dua ?" bujuk Yuta.
Meski wajahnya masih terlipat karena menahan marah, akhirnya Doyoung sedikit bergerak merubah posisinya.
"Tanyakan saja pada harimau jadi-jadian itu... Dia yang lebih dulu mencari masalah..." tukas Doyoung sambil menuding ke arah Hoshi. Tindakan itu sukses menyulut kembali amarah Hoshi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictieAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
