Hujan di penghujung musim panas turun membasahi seluruh kota Seoul sejak dini hari. Membuat semua anggota enggan untuk beranjak dari tempat tidur meskipun sesungguhnya pagi ini mereka punya jadwal untuk tampil dalam sebuah acara musik di Suwon. Jeje dan Jio terpaksa mengetuk pintu kamar satu per satu. Memastikan semuanya sudah terbangun supaya mereka tidak terlambat untuk tiba di tempat acara.
Setelah menyiapkan sarapan di atas meja makan, seperti biasa Jeje mengumpulkan sticky notes yang tertempel di bagian depan pintu lemari pendingin. Tapi ada satu yang janggal, sticky notes yang biasanya berisi kalimat penyemangat untuk Jeje tidak terlihat kali ini.
Tanpa sadar, Jeje menghembuskan napas dengan sedikit kasar.
"Apa ada yang salah, Noona ? Kenapa Noona kelihatan gusar seperti itu ? Hoaaaaaheeeemmm....." Jungwoo menguap lebar setelah mengajukan pertanyaan. Wajahnya terlihat sembab.
Jeje mengatur eskpresi wajahnya supaya Jungwoo tidak sadar dengan tingkahnya barusan.
"Sudah bangun, Jungwoo-ya?" tanya Jeje mengalihkan pembicaraan.
Jungwoo menguap sekali lagi sebelum menganggukkan kepalanya.
"Astaga..... aku malas sekali....." ucap Jungwoo sambil memeluk kedua lengannya sambil bergidik. Dia menguap lagi untuk yang ketiga kalinya.
Jeje mengangguk setuju. Dia juga sebenarnya masih ingin bergelung lebih lama di balik selimutnya dalam cuaca seperti ini.
"Kenapa tidak membasuh wajahmu dulu baru turun ?"
"Dokyeom Hyung lama sekali di kamar mandi. Daripada aku tidur lagi karena terlalu lama menunggu, lebih baik aku turun ke sini....."
"Pakai kamar mandi di kamar Noona saja...." tawar Jeje. Jungwoo buru-buru mengibaskan tangannya ke udara.
"Tidak perlu, Noona.... Aku menunggu Dokyeom Hyung saja. Paling sebentar lagi dia selesai...."
"Kalau begitu, sarapan saja dulu ya...."
Kali ini Jungwoo mengangguk setuju. Jeje pun segera menyiapkan sarapan untuk pemuda itu. Seperti permintaan mereka semua semalam, sarapan pagi ini adalah Gukbab. Dan sepertinya itu adalah pilihan yang tepat karena di cuaca hujan seperti ini, makanan berkuah dan panas adalah pasangan yang paling tepat.
Setelah Jeje menghidangkan semangkuk Gukbab untuk Jungwoo, anggota Seventeen maupun Ilichil juga keluar dari kamar mereka masing-masing. Satu persatu mulai mengisi kursi makan yang masih kosong. Yang tidak kebagian tempat di meja makan, memilih untuk duduk di stool bar. Mereka menikmati sarapan dalam keheningan ditemani dengan suara hujan.
"Semoga sampai di Suwon nanti, cuacanya akan lebih baik...." cetus Joshua.
Taeil dan Taeyong mengangguk bersamaan.
"Kita harus berjaga-jaga.... Stage pasti licin setelah hujan lebat seperti ini...." timpal Taeil.
"Apa tidak ada kabar dari panitia penyelenggaranya, Noona? Apa acaranya akan tetap dilaksanakan ditengah-tengah hujan lebat seperti ini?" tanya Doyoung.
"Sampai saat ini, belum ada pemberitahuan penundaan. Malahan panitian mengirimkan foto barisan penggemar kalian yang sudah mulai memadati stadion...." jawab Jeje.
"Wah.... Mereka benar-benar hebat....." sahut Vernon.
"Makanya, kita jangan sampai kalah semangat dengan mereka. Fighting !!!!!" Dino mengepalkan tinjunya ke udara.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
