All Good - Nine

3.1K 363 11
                                        

Perjalanan dari Guest House menuju ke venue adalah perjalanan paling canggung yang pernah Jeje alami. Biasanya, perjalanan dengan Dream selalu diwarnai dengan tingkah random dan absurd mereka. Jeje pernah berputar-putar beberapa kali hanya supaya Renjun bisa menyelesaikan siaran langsung di salah satu platform dari negeri tirai bambu. Pernah juga Jaemin, Jeno dan Jisung melakukan siaran langsung dari ponsel mereka masing-masing, padahal mereka bertiga duduk bersebelahan.

Haechan yang ribut juga ikut-ikutan jadi pendiam. Mungkin setelah tadi Jeje bicara dengan Taeyong, yang mana Leader Ilichil itu langsung memperingatkan anggotanya agar tidak terlalu berisik saat berada di mobil. Sesungguhnya hati Jeje sedih melihat Haechan hanya bersandar di pundak Doyoung selama perjalanan. Si bungsu di grup Ilichil itu jadi seperti matahari yang tertutup mendung.

Tapi, teguran tidak langsung dari S. Coups tadi membuat Jeje sadar bahwa dia tidak boleh terlalu memprioritaskan anggota Ilichil atau anggota Dream. Dia berada di sini sebagai manajer kedua grup. Jadi dia harus berlaku dengan adil.

Bus premium yang membawa mereka berhenti di depan venue. Sudah banyak wartawan yang menunggu di sana. Mengarahkan lensa kamera kepada pintu bus. Siap menekan tombol shutter saat satu per satu anggota turun dari sana. Barisan bodyguard berbadan besar juga sudah berdiri seperti pagar betis. Menjaga jalur yang akan dilewati oleh para anggota.

Pintu bus terbuka secara otomatis. Riuh suara teriakan penggemar langsung menyambut. Jeje berdiri dari kursi dan menyuruh Jio untuk turun paling terakhir. Setelah memastikan seluruh artisnya sudah siap untuk turun, barulah Jeje bergerak. Dia berdiri di samping pintu bus yang terbuka, menunggu semua anggota turun dari bus.

Kilatan blitz kamera langsung menyerang. Jeje agak silau karena dihujani kilatan blitz tersebut tapi dia berusaha untuk tetap membuka kedua matanya. Dia harus tetap awas. Saat dia selesai menghitung jumlah anggota yang turun dari bus-dua puluh dua orang hadir lengkap- Jeje juga bersiap untuk turun dari bus. Tapi sialnya, karena pandangannya jadi sedikit kabur, Jeje hampir saja salah melangkahkan kakinya saat akan turun dari bus. Tubuhnya sedikit terhuyung. Untung ada yang menahan tubuhnya dari depan.

"Hati-hati Noona..."

Ternyata Taeyong yang menolongnya. Wangi fabreze mampir di indera penciuman Jeje.

Jeje segera menegakkan tubuhnya. Balas mendorong Taeyong agar segera berjalan masuk ke dalam Venue.

Taeyong berjalan, tapi dia berusaha menoleh ke belakang untuk memeriksa keadaan Jeje. "Noona.... Noona tidak apa-apa kan ?" tanya Taeyong. Kekhawatiran terdengar jelas dalam nada bicaranya.

"Saya tidak apa-apa, Taeyong-ssi. Tidak usah menoleh ke belakang. Lihat saja ke depan." balas Jeje.

Taeyong mengerucutkan bibirnya saat mendengar jawaban Jeje. Untung saja dia menggunakan masker saat ini, jadi eskpresi merajuknya tidak tertangkap oleh kamera.

⛄️⛄️⛄️

Seventeen dan Ilichil diberikan ruang tunggu yang sama. Ruang tunggu yang sama besarnya jika seluruh anggota NCT beraktivitas bersama-sama. Luasnya kira-kira dua kali lebih besar daripada ruang serbaguna di Guest House.

Anggota Seventeen sedang mengantri untuk dirias sambil melempar lelucon satu dengan yang lain. Mood mereka sepertinya sudah membaik. Terlihat dari Dokyeom yang beberapa kali meniru cara bicara Seungkwan. Memancing tawa anggota Seventeen yang lain. Kemudian Hoshi yang tidak bosan menirukan suara harimau yang kemudian dicibir oleh Woozi dan Minghao.

"Tadi pagi salah satu dari mereka marah karena suara Haechan yang terlalu keras. Sekarang coba lihat. Siapa yang suaranya lebih keras ?" protes Johnny. Dia menunjuk ke arah anggota Seventeen yang saat ini sedang sibuk bercanda dengan menggunakan dagunya.

ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang