Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

All Good - 112

1.6K 219 11
                                        

BRUK !!!!


"Auwww....."


Jungwoo meringis ketika tubuhnya terjatuh dari kasur tempat tidur. Dia mengusap-usap bokongnya yang kali ini menjadi korban. Rasa nyeri yang menjalar cepat segera membuat kesadaran Jungwoo terkumpul dengan sempurna.


Dia berdecak pelan.


Padahal hari ini rencananya dia ingin tidur sepuasnya. Tidak ada jadwal acara penghargaan akhir tahun yang harus mereka ikuti. Hanya latihan untuk persiapan tur Dunia yang akan dilaksanakan sore hari nanti. Tapi, gara-gara gaya tidurnya yang tidak bisa tenang itu malah membuat dia terbangun lebih cepat dari biasanya.


GRROOOKKKK !!!!


Jungwoo kembali meringis karena suara dengkuran yang cukup membuat polusi udara di pagi hari yang tenang seperti ini. Dia mendelik kesal ke arah pembuat suara dengkuran tersebut. Siapa lagi kalau bukan Dokyeom, orang yang berbagi kamar dengannya hampir tujuh bulan ini.


Jungwoo tidak butuh alarm untuk bangun di pagi hari selama dia tinggal di Guest House ini. Dia akan terbangun karena dua hal. Yang pertama, karena dia sendiri yang jatuh dari tempat tidur. Yang kedua, karena suara dengkuran Dokyeom yang membahana badai, dan akan lebih parah ketika pemuda Lee itu terlalu banyak beraktivitas di hari sebelumnya. Pria dengan nama asli Lee Seokmin itu tidak hanya mengeluarkan suara yang cukup nyaring ketika bernyanyi atau tertawa, tetapi juga ketika dia mendengkur dalam tidur.


Jungwoo jadi merindukan hari-hari dimana dia masih berbagi kamar dengan Jaehyun di dorm Ilichil. Di sana, Jungwoo tidak perlu khawatir tubuhnya akan lebam-lebam karena terjatuh dari atas tempat tidur. Karena Jaehyun menyiapkan kasur tambahan untuknya yang di letakkan tepat di bawah tempat tidur Jungwoo. Jadi ketika dia berguling, kasur empuk itu yang akan menahan tubuh Jungwoo.


Jaehyun juga tidak mendengkur seperti Dokyeom. Sesekali saja sih, tapi suara dengkuran Jaehyun terdengar sangat halus. Sama sekali tidak menganggu tidur siapapun. Berbeda dengan suara dengkuran milik  Dokyeom yang memekakkan telinga. Jungwoo heran, apakah teman sekamar Dokyeom di dorm Seventeen sama sekali tidak terganggu dengan kebiasaan tidur Dokyeom itu? Kalau saja Dokyeom bukan seniornya, dia pasti akan menutupi wajah teman sekamarnya itu dengan bantal.


Tapi Jungwoo masih tahu diri. Dia masih sayang dengan karirnya yang masih panjang. Selain itu, sesungguhnya dia merasa senang selama dia berbagi kamar dengan Dokyeom. Kecuali suara dengkurannya yang memekakkan telinga Jungwoo, Dokyeom adalah pribadi yang menyenangkan. Mereka memiliki selera humor yang sama. Dokyeom juga tidak segan-segan membagi tips dan trik pada Jungwoo untuk meningkatkan kualitas vokalnya. Studio musik Woozi di basement adalah tempat yang paling sering mereka datangi untuk berlatih. Karena tidak mungkin mereka berlatih di kamar, bisa-bisa mereka diserbu oleh penghuni kamar yang lain.


Jadi, yang akhirnya Jungwoo lakukan sekarang bukanlah berubah menjadi pembunuh berdarah dingin seperti yang ada di film-film yang biasa dia tonton di waktu luangnya, dia memutuskan untuk keluar dari kamar dan mengungsi ke kamar yang lain demi bisa melanjutkan kembali tidurnya.


Kamar yang menjadi tujuan Jungwoo tidak lain dan tidak bukan adalah kamar Jaehyun dan Mingyu yang ada di lantai satu. Sudah saatnya Jaehyun membalas jasa pada Jungwoo. Karena pada saat-saat awal mereka tinggal di Guest House, Jaehyun sering sekali mengungsi ke kamar Jungwoo untuk menghindar dari Mingyu. Sekarang giliran Jungwoo yang melakukannya.


Saat dia meniti satu per satu anak tangga yang membawanya turun ke lantai satu, pandangan Jungwoo tiba-tiba saja terarah ke jendela yang ada di dinding sebelum dia menuruni anak tangga dari lantai dua menuju ke lantai satu. Senyum tipis terulas di wajah Jungwoo ketika kedua netranya menangkap butiran-butiran berwarna putih susu turun dari langit.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang