All Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka.
22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun.
Apakah proyek ini mampu...
"Masuk ke sini!!!" Taeyong memberi kode kepada anggota timnya untuk masuk ke sebuah ruangan dengan pintu yang terbuka lebar demi menyelamatkan diri dari pasien di atas kursi roda yang masih mengejar mereka di belakang.
Yuta, Mark, Hoshi dan Vernon mengikuti kode yang diberikan oleh Taeyong. Mereka masuk ke dalam ruangan tersebut lalu dengan segera menutup pintunya supaya pasien di atas kursi roda itu tidak bisa menemukan mereka.
"Astagaaaaaa" Taeyong dan Yuta yang bertugas menutup pintu kompak berjongkok bersama.
"Ini seperti menyanyikan lima lagu berturut-turut saat pembukaan konser" ujar Yuta di sela-sela napasnya yang masih terengah-engah.
Taeyong mengangguk setuju. Dia kemudian menolehkan kepalanya ke belakang lalu terkekeh pelan saat melihat Hoshi, Vernon dan Mark duduk berselonjor di atas lantai yang berdebu dengan punggung yang saling menempel satu sama lain.
Taeyong kembali menganggukkan kepala. Dia lalu menoleh ke arah Yuta yang ternyata juga sudah meniru pose Hoshi, Vernon dan Mark. Hanya saja bedanya, Yuta menyandarkan punggungnya di dinding ruangan yang catnya sudah banyak yang terkelupas.
Melihat anggota timnya memilih untuk rehat sejenak, Taeyong sebagai yang paling tua di dalam timnya memilih untuk menyisir ruangan yang baru saja mereka masuki.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ruangan apa ini?" Taeyong bergumam sambil mengarahkan senter yang dia pegang ke seluruh penjuru ruangan.
Meskipun bergumam, tapi Yuta masih bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Taeyong barusan. Dia kemudian berdiri mengangkat tubuhnya, menepuk-nepuk debu yang menempel di celananya lalu berjalan mendekati Taeyong.
"Mungkin ini semacam ruang praktek dokter?" Yuta menyahuti Taeyong.
"Apa kita harus mulai mencari angka itu di dalam ruangan ini?" tanya Taeyong.
"Lebih baik begitu sih. Aku bukannya takut, tapi aura di dalam ruangan ini benar-benar membuat dadaku sesak. Ini benar-benar berbeda dengan kunjungan kita yang sebelumnya..." jawab Yuta.
Mereka berdua lalu menolehkan kepala mereka secara bersama-sama ke arah Hoshi, Mark dan Vernon yang masih saling bersandar satu sama lain.
"Sudah selesai istirahatnya? Bisa kita mulai pencarian kita?" tanya Taeyong kepada tiga anggota timnya itu.
Hoshi yang berdiri lebih dulu. Dia menepuk-nepuk debu yang menempel di celananya sebelum mengulurkan kedua tangannya ke arah Mark dan Vernon untuk membantu kedua anggota termuda dalam timnya itu untuk berdiri.
"Ruangan apa ini, Hyung?" Vernon melontarkan pertanyaan yang sama dengan pertanyaan Taeyong. Dia memutar tubuhnya tiga ratus enam puluh derajat supaya bisa memindai keseluruhan ruangan.