All Good - 153

2.3K 139 16
                                        


"Vocal team, check. Selanjutnya Foreign Swaggers persiapan. Satu menit !!!"


Suara concert director bergema lewat pengeras suara yang terpasang di beberapa titik di Stadion Jamsil. Sontak saja, beberapa staf dan kru kemudian sibuk berlalu lalang di atas panggung, menyiapkan stage untuk penampilan selanjutnya. Vocal team yang terdiri dari Jeonghan, Woozi, Dokyeom, Seungkwan, Taeil, Doyoung dan Haechan meninggalkan posisi mereka lalu digantikan oleh Foreign Swaggers bentukan Johnny yang terdiri dari Joshua, Vernon, Jaehyun dan Mark serta tentu saja dirinya sendiri.


Seharusnya Joshua dimasukkan dalam line up vocal team. Akan tetapi karena pertimbangan dia akan langsung tampil di urutan berikutnya, maka dia hanya boleh memilih untuk tampil bersama satu tim saja dan Foreign Swaggers menjadi pilihan Joshua.


Johnny beserta yang lain sedang fokus mendengar arahan dan tidak jauh dari sana S.Coups menatap segala keriuhan yang ada di hadapannya itu sambil membuang napas kasar. Untuk pertama kali, dalam  sepanjang karirnya sebagai anggota sebuah grup idola, dia merasa ingin sesegera mungkin menyelesaikan proses rehearsal dan check sound yang baru berlangsung setengah babak. Itu artinya, masih ada dua jam yang harus dia lalui dari total empat jam konser yang sudah direncanakan.


Salahkan ucapan Jeonghan dan Joshua yang tidak berhenti menganggu pikirannya sejak kemarin.


Salahkan juga egonya yang terlalu tinggi dan tidak juga kunjung mau berkompromi dengan keadaan.


Sebagai pemimpin dari sebuah grup yang beranggotakan tiga belas orang, S.Coups terbiasa untuk dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan yang ada sangkut pautnya dengan keberlangsungan grup mereka. Dia terbiasa dimintai pendapat, terbiasa diajak bertukar pikiran.


Dan itu juga yang dia harapkan ketika menjalin hubungan dengan Jeje. S.Coups memposisikan dirinya sebagai seseorang yang harus melindungi gadis itu. Seseorang yang akan turun tangan langsung atas segala hal yang terjadi padanya. Seseorang yang pertama kali diajak bicara ketika kekasihnya itu ingin mengambil keputusan yang penting.


Sesungguhnya, S.Coups mengharapkan hal itu dari Jeje. Dan ketika dia tidak mendapatkannya, jujur saja, dia benar-benar merasa kecewa. Dan rasa kecewanya itulah yang menghalangi S.Coups untuk menghubungi Jeje, bahkan setelah mereka sudah berada di negara yang sama dan menghirup udara yang sama. Penempatan seluruh anggota di sebuah hotel dan tidak kembali ke Guest House begitu mereka mendarat di Seoul juga mendukung S.Coups untuk terus menghindari Jeje.


Saat sedang menunggu gilirannya untuk tampil sembari tenggelam dalam pikirannya sendiri, samar-samar S.Coups mendengar Wonwoo tertawa di bagian bawah panggung. Atensi S.Coups kini teralihkan ke arah pemuda Jeon yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya. Hati S.Coups kembali terbakar api cemburu.


Kekanakan memang, tetapi itulah yang sedang dirasakan oleh S.Coups sekarang. Dia benar-benar cemburu dengan tindakan Jeje yang lebih mempertimbangkan situasi Wonwoo ketimbang meminta pendapatnya terlebih dahulu. Dia juga mulai menyambung-nyambungkan berbagai kebetulan yang ada antara Jeje dengan Wonwoo dan itu membuat S.Coups semakin panas.


Suara gelak tawa Wonwoo kembali terdengar. Entah hal lucu apa yang dibicarakan oleh rekan satu grupnya itu dengan lawan bicaranya. Tidak biasanya Wonwoo se-ekspresif itu ketika berbicara di telepon.


Tiba-tiba saja S.Coups tersentak. Pikiran-pikiran buruk mulai memenuhi kepalanya.


Bagaimana jika seandainya lawan bicara Wonwoo saat ini adalah Jeje ?


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang