All Good - Thirty

3K 345 8
                                        

Setelah dua jam menunggui Jisung di rumah sakit, Jeje dan S.Coups kembali ke Guest House tidak lama setelah Nara datang dengan membawa segala keperluan anggota Dream yang ngotot menginap di dalam kamar rawat Jisung.


Si penghuni kamar rawat yang sebenarnya awalnya menolak niat baik para hyungdeulnya itu. Jisung tidak butuh kehadiran mereka di sana. Dia bilang, bukannya cepat pulih, yang ada nanti malah dia semakin bertambah sakit. Dia lebih suka kalau Jeje saja yang menjaganya selama di rumah sakit. Tapi, tentu saja, hal itu adalah hal yang mustahil. Karena status Jeje saat ini adalah manajer Seventeen dan Ilichil. Bukan manajer Dream.


Butuh waktu setengah jam buat Jeje untuk meyakinkan Jisung kalau dia akan menyisihkan waktu setiap malam untuk menemani pemuda itu selama dia dirawat di rumah sakit, barulah Jisung merelakan kepulangan Jeje dari sana.


Dalam perjalanan kembali ke Guest House, Jeje menawarkan diri untuk bergantian mengemudi supaya S.Coups bisa beristirahat sejenak. Saat mereka tiba di Guest House nanti, anggota yang lain pasti sudah mulai bangun dan bersiap-siap untuk jadwal pagi mereka. Setidaknya, S.Coups bisa memanfaatkan waktu kurang lebih empat puluh lima menit perjalanan pulang mereka untuk beristirahat.


Tapi S.Coups menolak tawaran Jeje. Alasannya, karena dia tidak mengantuk sama sekali.


Ya bagaimana dia bisa mengantuk kalau tadi dia meminum kopi khusus racikan Jaemin.


Namericano


"Aku pikir kecanduan Seungkwan dengan Americano sudah paling parah, ternyata masih ada yang lebih parah dari anak itu...." cetus S.Coups. Wajahnya mengernyit mengingat bagaimana rasa pahit yang menyengat menyapa indera perasanya. Bahkan sampai saat ini, jejak-jejak pahit itu masih terasa bahkan setelah dia membasuhnya dengan berbotol-botol air mineral.


Jeje tertawa pelan.


"Dulu dia bisa menghabiskan tiga sampai empat gelas kopi racikannya sendiri itu. Saya sampai khawatir kalau organ dalamnya akan terluka karena terlalu banyak mengkonsumsi kafein."


"Bagaimana ceritanya dia bisa berhenti ?" tanya S.Coups. Dia bertanya sambil menoleh ke samping, ke arah Jeje, karena mobil mereka berhenti di persimpangan lampu merah. S.Coups sengaja mengambil jalur dalam kota. Lalu lintas kota Seoul masih lengang karena rata-rata penduduknya masih terlelap di dalam alam mimpi.


"Jaemin sempat hiatus selama satu tahun karena cedera di punggung. Dokter melarang Jaemin untuk mengkonsumsi terlalu banyak kafein selama proses penyembuhannya. Tidak bisa dibilang dia berhenti juga. Dia masih sembunyi-sembunyi menikmati minuman itu tanpa sepengetahuan saya. Untung saja saya punya mata-mata yang bisa saya percaya. Jadi setiap kali Jaemin coba-coba untuk membuat minuman itu di belakang saya, mereka pasti akan langsung melaporkannya pada saya...."


"Ahhhh....." Mulut S.Coups terbuka sedikit meskipun matanya fokus mengawasi jalanan yang ada di depan. "Di pagi pertama kita di Guest House, kau pernah bicara dengan anggota Dream lewat video call kan ? Apa mereka sedang melapor padamu kalau Jaemin membuat minuman aneh itu ?"


"Anda masih ingat, S.Coups-ssi ? Bagaimana bisa ? Kejadian itu sudah beberapa bulan yang lalu...."


Dahi S.Coups mengernyit.


Dia menaikkan tangan kanannya, di arahkan ke dekat telinganya. "Bisakah kita bicara dengan santai saja sekarang ? Mendengarmu bicara formal seperti itu membuatku sesak napas...." ucap S.Coups.


Jeje mengangguk. "Tentu saja.... Jadi, Coups-ah...." Jeje menjeda kalimatnya untuk mengecek respon dari lawan bicaranya.


S.Coups menjentikkan jari-jarinya di depan wajah Jeje. "Begitu lebih baik...."


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang