Warning :
Cerita ini adalah episode khusus untuk ikut memeriahkan debut anniversary Seventeen dengan menggunakan latar belakang setelah Seventeen mendirikan agensi mereka sendiri dan belum ada konflik antara S.Coups dan Jeje.
—————————————————————————
Suara alarm dari ponsel Jeje bergema memenuhi kamar tidur membuat kesadaran perempuan itu perlahan-lahan terkumpul. Dia menggeliat pelan. Kedua matanya masih ingin terpejam, namun volume alarm yang disetel semakin lama semakin kencang itu membuat Jeje mau tidak mau harus menjulurkan tangannya untuk meraih ponsel yang terletak di atas nakas di samping tempat tidur. Hanya saja, kemudian Jeje menyadari kalau pergerakannya sama sekali tidak leluasa. Ada sesuatu yang menahan tubuhnya, membuat dia sedikit kesulitan untuk bergerak.
Ketika akhirnya seluruh kesadarannya pulih, barulah Jeje menyadari dia menyadari bahwasanya semalam dia tidak tidur seorang diri. Jeje menolehkan kepalanya ke samping dan mendengus pelan ketika menemukan S.Coups berbaring di sebelahnya.
Kapan pria itu masuk ke dalam apartemennya ?
Seingat Jeje dia baru tertidur setelah lewat tengah malam setelah meeting panjang dengan tim konten Going Seventeen. Jika dia tidak menyadari kedatangan S.Coups, apa itu berarti pria itu baru datang saat dini hari atau justru menjelang matahari terbit ?
Takut mengganggu istirahat S.Coups, cepat-cepat Jeje mematikan bunyi alarmnya dan kembali bergabung berbaring di dekat S.Coups. Dia pandangi wajah S.Coups lekat-lekat. Beberapa waktu belakangan ini, intensitas pertemuan mereka tidak sesering biasanya. Jadwal tour dan fan meeting Seventeen membuat S.Coups lebih banyak berada di luar negeri, meninggalkan Jeje sebagai wakil CEO untuk mengurus segala sesuatu yang ada hubungannya dengan agensi. Dia tidak mungkin menemani S.Coups sepanjang jadwal mereka karena dia bukan lagi manajer utama Seventeen.
"Sudah cukup puas melihat wajahku ?" suara serak S.Coups terdengar meski kedua matanya masih terpejam. Dia bergerak pelan merapatkan tubuhnya dengan tubuh Jeje yang sempat berjarak dan meraih perempuan itu ke dalam rengkuhannya.
"Kenapa sudah bangun ? Aku sengaja cepat-cepat mematikan alarm supaya tidurmu tidak terganggu...." ujar Jeje.
"Karena aku baru tidur satu jam yang lalu, mungkin ? Aku langsung ke sini setelah rekaman selesai..... Aku rindu padamu......"
Jeje mendesah pelan. Padatnya jadwal Seventeen membuat mereka kekurangan waktu istirahat. Jeda antara satu konser dengan konser yang lain justru diisi dengan segudang jadwal pribadi serta proses rekaman lagu. Jelas sekali tanda kehitaman di bagian kantung mata S.Coups. Ingin rasanya Jeje mengurangi jadwal mereka, namun para anggota menolak. Mereka ingin mempersembahkan yang terbaik pada moment istimewa ini.
Tangan Jeje kemudian terjulur, mengusap lembut pipi kekasihnya yang pucat.
"Harusnya kamu tidur di apartemenmu saja supaya kamu tidak terganggu dengan aktivitasku yang lain. Aku harus berangkat pagi karena masih ada rapat dengan pihak pemerintah kota soal perijinan konser kalian di Jembatan Jamsu......"
S.Coups mengerang pelan. Dia memeluk tubuh Jeje lebih erat.
"Aku butuh diisi daya, Baby..... Masak begitu saja kamu tidak mengerti sih ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
