All Good - Fourty Seven

2.4K 296 12
                                        

Setelah dua jam berkendara, mobil MPV warna hitam yang dikemudikan oleh Joshua memasuki gerbang besar warna hitam. Melewati jalan setapak yang dinaungi oleh pohon-pohon ginko yang daunnya berwarna kuning dan oranye, Jeje memberikan isyarat supaya Joshua menghentikan kendaraan di depan gedung dengan fasad batu bata. Sebuah salib besar terlihat di menara gedung serta patung Bunda Maria di depan pintu utama.


"Panti asuhan tempat Noona dibesarkan berada di belakang gedung gereja ini. Kita turun di sini saja." ucap Jeje.


Joshua menurut. Dia mematikan mesin, membuka seatbelt lalu menyusul Jeje yang turun lebih dulu.


"NOONNAAAAA !!!!!"


"EEEOONNNIIIIII !!!!!"


Riuh suara anak-anak yang berteriak sambil berlari berlomba-lomba mencapai Jeje membuat baik Jeje maupun Joshua tersenyum lebar. Jeje langsung berjongkok, merentangkan kedua tangannya lebar-lebar untuk menyambut adik-adiknya yang sudah lama tidak dia jumpai itu. Ada enam anak yang berlari menerjang Jeje, menghambur ke dalam pelukan perempuan itu. Membuat Jeje hampir saja terjungkal ke belakang kalau saja Joshua tidak dengan sigap menahan tubuh Jeje dengan kedua tangannya.


"Noona.... Kenapa Noona baru datang sekarang ? Aku rindu sekali dengan Noona. Jinwoo saja sudah bisa berjalan sekarang." seorang anak dengan pipi kemerahan dan rambut ikal menatap Jeje. Tangannya menunjuk ke arah balita yang tertatih-tatih menghampiri mereka.


"Mian, Gunho-ya.... Noona sibuk sekali...."


"Eonni.... Eonni...." seorang anak perempuan yang lebih tua dari Gunho menarik-narik ujung lengan coat yang dikenakan oleh Jeje. Membuat Jeje mengalihkan perhatiannya pada anak perempuan dengan rambut hitam yang dikepang dua itu.


"Iya Naeun-ah...."


"Aku akan menjadi tokoh utama di drama Natal tahun ini. Aku hebat kan Eonni ?" cerita anak perempuan tersebut sambil memamerkan deretan giginya yang tidak lengkap. Dua gigi susu bagian depannya tanggal.


Seorang anak laki-laki lain lantas mencibir.


"Mana ada tokoh utama yang giginya ompong begitu ? Aku yakin, besok peranmu akan diganti oleh orang lain...."


Naeun mulai mencebik. Sebentar lagi dia akan menangis.


"Noonaaa.... Sunoo jahaaat....." rengek Naeun.


"Sunoo-ya..... jangan begitu.... Saat Natal nanti, kedua gigi Naeun pasti sudah tumbuh kembali."


Tangisan Naeun mereda setelah mendengar ucapan Jeje barusan.


"Iyakan Eonni? Hiks...hiks.... Gigiku nanti akan tumbuh lagi kan? Hiks..." ujar Naeun di sela-sela isakannya.


"Tentu saja.... Naeun kan anak baik. Pasti peri gigi akan dengan cepat menumbuhkan gigi Naeun lagi." hibur Jeje sambil mengusap lembut puncak kepala Naeun. Dia kemudian mengalihkan pandangannya kepada anak laki-laki yang tadi mengejek gigi Naeun.


"Sunoo-ya.... Ayo minta maaf pada Naeun...." pinta Jeje.


Meski tampak enggan, Sunoo mengulurkan tangannya ke hadapan Naeun yang dibalas oleh anak perempuan itu.


"Jeje-ya..... Kau sudah datang ?"


Suara lembut seorang wanita yang familiar di telinga Jeje membuat dia buru-buru menegakkan tubuhnya.


"Eommonim....." sapa Jeje. Dia berjalan melewati para anak-anak untuk menghampiri wanita berjubah biarawati warna abu-abu yang memanggilnya tadi. Jeje langsung memeluk wanita yang tersebut.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang