Acara penghargaan sudah berlalu beberapa jam yang lalu. Album bersama yang dihasilkan dari proyek All Good ini meraih banyak penghargaan. Disk Daesang / Album Of The Year, Digital Daesang / Song Of The Year, Penghargaan Grup Terbaik, Penghargaan Popularitas serta Penghargaan Produser Musik Terbaik.
Woozi dan Mark menangis saat lagu mereka diumumkan sebagai pemenang Digital Daesang / Song Of The Year. Terlintas semua pemikiran negatif yang dulu pernah hinggap dalam kepala Woozi ketika dia sedang mengerjakan lagu utama mereka tersebut. Namun ternyata, hasilnya justru di luar dugaan Woozi. Album bersama mereka menjadi salah satu album terlaris untuk tahun ini. Sama halnya dengan Mark. Masih teringat jelas perjuangan panjang Mark saat menulis lirik rap sampai akhirnya apa yang dia buat dengan susah payah dianggap sempurna dan lulus memenuhi ekspektasi Woozi. Taeyong dan S.Coups juga tidak bisa menyembunyikan rasa haru ketika nama grup mereka dibacakan sebagai pemenang penghargaan Grup Terbaik.
Para anggota sudah terlelap di dalam kamar mereka masing-masing. Jeje tidak memperbolehkan mereka berpesta untuk merayakan keberhasilan mereka meraih cukup banyak penghargaan di acara Golden Disc Award. Hal itu disebabkan karena besok mereka harus melakukan pre-recording untuk konser tahunan yang diselenggarakan oleh SM Entertainment. Untuk pertama kalinya, artis di luar agensi akan ikut serta meramaikan konser online tahunan tersebut.
Tetapi bukan hal itu yang membuat Mingyu tidak bisa tidur meski jarum pendek jam di dinding kamarnya dan Jaehyun sudah berhenti di angka dua. Bukan juga karena pengaturan tempat duduk saat acara penghargaan semalam yang membuat Seventeen dan Ilichil duduk bersebelahan dengan tempat duduk yang ditempati oleh Le Serafim. Hatinya sudah sembuh. Dia menganggap Kazuha sebagai salah satu hobae nya yang berharga.
Tidak tahu kalau Jaehyun.
Yang sedang memenuhi pikiran Mingyu adalah pesan singkat yang masuk dari kenalannya yang dia mintai tolong untuk mengecek CCTV di basement salah satu rumah sakit beberapa bulan yang lalu. Rumah sakit tempat Mingyu mendapatkan perawatan dan terapi setelah cedera otot yang menimpanya.
Mingyu tidak sedang bermain-main menjadi detektif karena terbawa peran dalam beberapa konten Going Seventeen. Hanya saja, ketika dia membasuh wajahnya di salon tadi, dia teringat dengan kejadian ketika dia dan Jaehyun diantar oleh Jeje ke rumah sakit. Saat itu, Jeje juga diserempet oleh pengendara motor yang tidak dikenal. Menurut Mingyu, kejadian itu tidak jauh berbeda dengan kejadian yang menimpa Jeje tadi sore.
Mingyu merasa janggal. Tidak mungkin seseorang mengalami kejadian yang serupa dalam rentang waktu yang cukup berdekatan. Kurang lebih hanya tiga bulan jarak dari kejadian di rumah sakit dengan kejadian tadi sore. Jika Jeje adalah seorang yang ceroboh seperti Mingyu, mungkin saja hal itu terjadi. Tapi setelah dia ingat-ingat lagi, dan beruntung dia melakukan perintah Joshua juga Jeje untuk membasuh wajahnya supaya dia merasa lebih segar, barulah dia menyadari sesuatu.
Saat Mingyu dibangunkan oleh Joshua, Mingyu terduduk sambil menatap kosong ke arah jendela. Dia bisa melihat Jeje yang berdiri di pedestrian hendak menyeberang ke sisi jalan ada di depannya. Lalu, suara raungan mesin motor terdengar, melaju kencang ke arah Jeje.
Seperti disengaja.
Iya....
Menurut Mingyu, kejadian tadi sore itu seperti sengaja dilakukan untuk mencelakai Jeje.
Tapi siapa ?
Dan kenapa ?
Sasaeng ?
Hanya saja, sasaeng itu kan seharusnya mengganggu artis dan bukannya mengganggu manajer artis. Posisi Jeje itu kan sama seperti Manajer Jeon. Selama menjadi manajernya Seventeen, Manajer Jeon tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar dari para penggemar Seventeen.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
