Menginjak negara bagian ke sepuluh di Amerika Serikat dan tidak ada tanda-tanda orang yang mengancam untuk mencelakai Jeje melakukan niatnya tersebut. Hal ini tentu saja membuat para anggota yang mengetahui tentang niat jahat itu mengernyit heran setiap kali mereka berpapasan. Meski ada juga anggota yang merasa lega dan berharap penelepon gelap yang dulu menghubungi Wonwoo membatalkan rencananya untuk menyakiti Jeje.
Kota Los Angeles di negara bagian California menjadi kota terakhir yang menjadi destinasi Tur Dunia Seventeen dan Ilichil di Amerika Serikat. Sama seperti jadwal para anggota saat berada di Chicago, di kota ini juga para anggota akan melakukan syuting konten di sela-sela jadwal tur mereka. Isi kontennya pun tidak jauh berbeda. Mereka akan berkunjung ke rumah Joshua kemudian mendatangi beberapa tempat yang memiliki kenangan untuk seorang Joshua Hong.
Jika yang paling antusias saat syuting konten di Chicago adalah anggota Ilichil, maka anggota Seventeen adalah yang paling antusias saat syuting di rumah Joshua di Los Angeles. Terutama Hoshi. Dia dan Nyonya Hong mengenang kejadian beberapa tahun yang lalu dimana Hoshi memilih untuk berkunjung sendirian ke rumah keluarga Hong dan makan malam bersama dengan orang tua Joshua sementara si anak-Joshua-justru menghabiskan waktu dengan teman-teman masa sekolahnya.
Usai menikmati berbagai jenis makanan yang disiapkan oleh Nyonya Hong, Joshua mengajak para anggota untuk mendatangi tempat yang paling berkesan untuknya. Sebuah jalan dimana festival kebudayaan Korea dilaksanakan setiap tahunnya. Di festival itulah Joshua di-casting oleh staf Pledis. Kebetulan, festival kebudayaan Korea itu sedang berlangsung bertepatan dengan jadwal konser mereka di Los Angeles. Jadinya Joshua benar-benar bersemangat untuk mengajak para anggota untuk mengunjungi festival tersebut.
"Kita tunggu dulu di sini sebelum para pengawal dan staf selesai mengatur jalan masuk kalian menuju ke daerah festival...." salah satu PD memberikan arahan kepada para anggota. Selama syuting konten, yang bertanggung jawab dengan kegiatan para anggota adalah tim produksi. Jeje, Jio serta staf yang lain hanya mengawasi dan mengikuti dari belakang.
Para anggota lantas mendudukkan diri mereka di bangku beton yang berada di dalam taman, dekat tempat festival kebudayaan Korea sedang berlangsung. Beberapa staf langsung mendekat menghampiri anggota yang menjadi tanggung jawab mereka. Ada yang memberikan minum, memberikan ponsel ataupun memperbaiki riasan mereka.
"Yena-ssi, bisa belikan aku air mineral dingin?" pinta Doyoung kepada staf yang bertanggung jawab untuk mengurus dirinya. Lee Yena, staf tambahan yang berasal dari SM langsung mengangguk lalu berbalik untuk mencari mini market terdekat yang menjual air mineral dingin.
Selepas kepergian Yena, Doyoung menghembuskan napas dengan berat. Dia juga memukul bagian dadanya beberapa kali. Taeil yang duduk di samping Doyoung tentu saja menangkap apa yang dilakukan oleh member grupnya itu. Dia kemudian memberikan isyarat kepada staf yang sedang mengurus dirinya agar segera menyudahi kegiatan mereka. Taeil ingin bicara empat mata dengan Doyoung.
"Apa kau baik-baik saja, Doyoung-ah? Kenapa kau memukul dadamu seperti tadi? Apa dadamu terasa sakit?" tanya Taeil beruntun. Kecemasan terdengar dengan jelas dalam nada suaranya.
Doyoung menolehkan kepalanya ke samping.
"Entahlah, Hyung..... Aku merasa sesak sejak kedatangan kita di tempat ini...." jawab Doyoung jujur.
"Apa kau sakit ? Hyung panggilkan Jeje Noona ya...." Taeil hendak beranjak tetap tangan Doyoung bergerak cepat untuk menghentikan pergerakan Taeil.
"Tidak usah, Hyung.... Aku tidak mau membuat kehebohan. Aku baik-baik saja kok...."
"Tapi kau tadi bilang kalau dadamu terasa sesak...."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
