"Noona... eotte ?"
Jeje mendongakkan kepalanya saat mendengarkan pertanyaan Haechan. Senyum Jeje mengembang karena melihat Haechan yang berputar-putar di hadapannya.
"Aku yang paling tampan kan Noona ?" Haechan bertanya lagi.
Jeje menyimpan ponselnya, maju selangkah mendekati Haechan. Satu tangannya terulur memegangi lengan Haechan supaya dia berhenti berputar-putar. Sementara tangannya yang lain membenahi tatanan rambut Haechan yang jadi sedikit berantakan karena tingkahnya tadi.
Setelah Jeje rasa rambut Haechan sudah rapi kembali, dia melepaskan pegangannya dan mundur satu langkah.
"Sempurna...." Jeje mengomentari penampilan Haechan yang hari itu mengenakan kemeja putih polos lengan panjang yang dua kancing teratasnya sengaja dibiarkan terbuka serta celana bahan warna hitam.
"Ayo, pilihkan aksesoris yang cocok untukku, Noona...." Haechan mengamit lengan Jeje. Membawa Jeje untuk melihat-lihat deretan aksesoris yang dipajang di meja panjang yang ada di sudut ruang rias.
"Tapi kan sudah ada konsep yang disiapkan oleh fashion stylist kalian, Haechan-ah... Mana bisa Noona yang memilihkan untukmu ?"
"Pokoknya, aku maunya Noona yang pilih...." balas Haechan keras kepala.
Langkah mereka berdua berhenti di depan meja yang memajang aksesoris. Jeje melihat-lihat apa saja yang ada di atas sana. Perhatiannya kemudian tertuju pada sebuah kalung susun dari bahan platina. Tangan Jeje terulur untuk mengambil aksesoris tersebut kemudian menyerahkannya pada Haechan.
"Bawa ini pada fashion stylist kalian. Tanyakan juga pendapatnya..."
"Ayeeyy captain !!!" Haechan segera melesat sambil menggenggam kalung yang diberikan oleh Jeje di tangan kanannya.
"Aku juga mau, Noona...."
"Eh...."
Jeje menoleh ke samping. Terkejut melihat kehadiran Mark dan Dino yang berdiri bersisian.
"Aku juga mau Noona yang pilihkan aksesoris untukku...." Dino mengulangi maksudnya. Mark yang berdiri di sampingnya menganggukkan kepalanya dengan bersemangat.
Jeje menarik napas panjang. Dia kembali menghadap ke meja panjang, memindai satu persatu aksesoris yang ada di sana. Menimbang-nimbang mana yang yang paling cocok untuk dipakai oleh Mark dan Dino dengan kostum mereka hari ini. Kemeja putih polos dengan bawahan celana dari bahan kain warna gelap. Menemukan aksesoris yang sekiranya cocok dipakai oleh para pemuda kelahiran tahun 1999 itu, Jeje memutar tubuhnya kemudian mengulurkan aksesoris-aksesoris yang ada di tangannya itu kepada Dino maupun Mark.
Bukannya menerimanya, Mark malah memutar tubuhnya membelakangi Jeje.
"Noona yang pakaikan... aku ingin menyombongkan hal ini pada Jaemin, Chenle dan Jisung. Selama ini mereka selalu memanas-manasiku...."
Sambil berjinjit, Jeje berusaha untuk memakaikan kalung yang dia pilih ke leher Mark. Setelah selesai, Jeje menepuk punggung Mark pelan sebagai isyarat agar pemuda itu memutar kembali tubuhnya.
"Apanya yang harus disombongkan Mark-ah ?" tanya Jeje sambil membenahi letak kalung yang tadi dia pakaikan di leher Mark.
"Ya ini.... Noona tidak tahu sih kelakuan Dream di belakang Noona... Kita ambil foto dulu ya Noona.... Mau aku kirimkan ke grup Dream...." Mark mengeluarkan ponsel dari saku celananya, mengatur kamera ke dalam mode selfie kemudian mengambil gambar mereka berdua. Dan setelah itu, Mark langsung mengirimkan hasil fotonya ke grup chat Dream.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
