Special Happy Burstday !!!!! (2)

448 35 2
                                        

"Kau ini kenapa jadi kepala batu sekali sih ??!!!! Kan sudah berkali-kali kubilang kalau konsep acara itu adalah menampilkan isi lemari es kita sehari-hari...... Kau mengerti arti kata SEHARI-HARI tidak sih ??!!! Isi lemari es nya dengan barang-barang yang memang selalu ada di sana, yang selalu kau konsumsi setiap hari !!!! Bukannya menaruh sesuatu supaya kau terlihat keren !!!!!"


"Aku hanya ingin memamerkan ayahku sebagai kepala desa nelayan, kenapa kau jadi marah-marah begitu ??!!!! Aku kan juga ingin semua orang tahu kalau ayahku itu keren !!!!"


"Semua orang itu siapa ? Penggemar kita ? Carat ? Mereka semua bahkan sudah tahu warna pakaian dalamku, terima kasih untuk lelucon bodoh kalian..... Jadi, siapa lagi yang harus tahu ??!!!"


"Pokoknya aku mau bawa ikan segar dari kampung nelayan Appa !!!! Itu jauh lebih baik daripada bubuk protein milikmu !!!!"


"Jangan harap kau bisa melakukannya, Kwon Soonyoung !!!!"


"Memangnya kenapa kalau aku tetap melakukannya ?"


"Aku tidak mau tampil di acara Sana bersamamu......"


"Yakkk !!!! Kau sudah berjanji padaku sebelumnya, Lee Jihoon !!!! Kau kan tahu kalau aku sangat menantikan tampil di acara itu !!!!"


"TERSERAAAAAAHHHH !!!"


Riuh suara pertengkaran antara Woozi dan Hoshi membelah udara di studio musik milik Lee Jihoon. Teriakan mereka bergema, memenuhi ruangan dengan ketegangan yang nyaris teraba. Di sudut ruangan, Jeje duduk di sofa, menatap kosong ke arah dinding. Tubuhnya ada di sana, namun pikirannya melayang jauh. Suara Hoshi dan Woozi yang saling berteriak itu terdengar jauh dan hanya seperti dengung yang tidak berarti.


Tepatnya, ia teringat pertemuannya dengan Na PD beberapa jam lalu. Produser kawakan itu telah membeberkan rencana besar untuk Seventeen: sebuah proyek acara baru yang akan kembali mengelabui ketiga belas anggota, seperti saat Nana Tour dulu.


Bedanya, saat proyek sebelumnya, Seventeen masih berada di bawah naungan agensi yang lama. Cerita soal bagaimana mereka bisa dibawa pergi ke Italia yang menjadi lokasi syuting acara hanya dia dengar dari S.Coups. Kini, Jeje yang harus menjadi dalang di balik tipu muslihat itu. Ia harus merekayasa jadwal selama empat hari penuh—tak hanya untuk grup dan sub-unit, tetapi juga jadwal pribadi masing-masing anggota.


Pikiran Jeje terasa seperti benang kusut. Bagaimana ia bisa menyembunyikan rencana ini dari S.Coups, yang selalu mampu membaca ekspresinya bagai buku terbuka?


Tidak hanya itu. Dia tahu betul kalau S.Coups tidak suka apabila Jeje menyimpan rahasia. Saat bermain Secret Santa dulu, S.Coups merajuk hanya karena Jeje tidak memberitahu tahu bahwa dia adalah Secret Santa Jeonghan. Dan sekarang, Jeje harus menyimpan rahasia sebesar proyek variety show bersama dengan Na PD, produser yang memiliki hubungan dekat dengan para anggota Seventeen.



Kepalanya terasa berdenyut. Tanpa sadar, ia menghela napas panjang, napas yang sarat dengan beban yang tak terucapkan. Suara itu, meski pelan, cukup untuk menghentikan pertengkaran sengit di depannya.


Woozi, dengan alis berkerut dan nada suara yang masih menyimpan sisa-sisa kekesalan, menoleh tajam ke arah Jeje.


"Noona... ada apa?" Suaranya melunak, bercampur dengan kekhawatiran yang tulus. Ia melangkah mendekati sofa, meninggalkan Hoshi yang masih berdiri dengan ekspresi cemberut di belakangnya.


"Kenapa Noona terlihat... gusar begitu?"


Hoshi, yang tak mau kalah, buru-buru menyusul. Dengan gerakan dramatis yang khas, ia bersimpuh di depan Jeje, matanya yang besar mengamati wajah perempuan itu dengan cemas.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang