Sebelum seluruh anggota dan juga staf di Guest House diberikan waktu untuk berlibur selama dua hari dalam rangka Chuseok, masih ada satu jadwal yang harus mereka lakukan. Jadwal tersebut yaitu syuting konten di kanal Youtube mereka dengan menggunakan hanbok. Sejak pagi, Guest House kembali diramaikan oleh kru produksi. Puluhan hanbok warna-warni sudah tergantung di rak besi yang dibawa oleh stylist.
Konsep untuk konten kali ini adalah para anggota akan berlomba membuat kudapan khusus yang biasa dinikmati saat Chuseok. Setelah itu mereka akan memainkan beberapa permainan tradisional Korea Selatan. Pengambilan gambar akan dilakukan di luar ruangan. Mereka memanfaatkan taman rumput yang lebar di depan Guest House. Beberapa properti pendukung syuting sedang disiapkan di sana.
Para anggota saat ini sedang menunggu giliran untuk di make up. Beberapa anggota menunggu sambil bekeliaran dengan santai di sekitar Guest House. Entah itu untuk menggoda anggota yang sedang giliran di make up, mengambil camilan yang disiapkan oleh Jio di ruang makan atau seperti Woozi, memilih untuk menunggu panggilan di studio musiknya.
Jeje berada di ruang serba guna yang disulap menjadi ruangan untuk tempat make up para anggota. Dia berdiri di dekat rak besi dimana puluhan hanbok untuk digunakan oleh anggota Seventeen dan Ilichil digantung. Pandangan Jeje teralih saat dua orang asisten stylist berjalan mendekati rak besi tersebut.
"Astaga.... Kau lihat tidak wajahnya Taeyong ? Dia seperti pangeran yang keluar dari komik.... Tuhan sepertinya sedang bahagia ketika menciptakan seorang Lee Taeyong...." ucap asisten stylist yang berambut panjang dan diwarnai warna ash brown.
"Menurutku lebih tampan Wonwoo. Dia diam saja sudah membuat lututku gemetar...." sahut asisten stylist yang lain.
"Kudengar manajer mereka yang sekarang ini adalah seorang wanita. Beruntung sekali nasibnya.... Sepertinya di masa lalu, dia menyelamatkan sebuah negara sampai bernasib baik seperti saat ini. Bayangkan, dia bisa menghabiskan sepanjang hari bersama pria-pria tampan itu..... Benar-benar wanita yang beruntung...."
Jeje menutupi mulutnya dengan menggunakan telapak tangan. Susah payah dia menahan diri jangan sampai kedua asisten itu mendengar dia tertawa.
Coba saja mereka menghabiskan waktu dua puluh empat jam bersama dengan dua puluh dua pemuda yang banyak maunya, kira-kira apakah nanti mereka masih akan berpikir nasib Jeje ini beruntung atau malahan buntung ?
"Noona....."
Pemuda yang katanya mirip seperti pangeran yang baru keluar dari komik memanggil Jeje. Kedua asisten stylist yang menyadari kalau wanita yang baru saja mereka bicarakan ternyata berada tidak jauh dari mereka, langsung melarikan diri secepat mungkin. Tapi baru beberapa langkah, salah satu dari keduanya berhenti dan memutar kembali tubuhnya. Ternyata dia lupa mengambil hanbok yang tergantung di rak besi. Dia sempat membungkuk sekilas ke arah Jeje sebelum kembali melarikan diri dengan dua hanbok di tangannya.
Jeje tertawa geli.
"Noona.... Ada apa? Ada yang lucu ?" tanya Taeyong begitu dia berdiri di samping Jeje.
Jeje menganggukkan kepalanya.
"Dua orang asisten stylist itu tadi memujimu setinggi langit, Taeyong-ah. Mereka bilang kalau kau mirip seperti pangeran yang baru keluar dari komik." jawab jeje.
Taeyong jadi tersipu malu.
"Aku tidak setampan itu...." elak Taeyong.
Jeje kembali terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
