Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

All Good - 118

1.4K 201 17
                                        

Peraturan tinggalah peraturan. Meskipun sudah disepakati bersama bahwa para anggota tidak akan menyuruh Secret Santa mereka untuk melakukan hal-hal yang sekiranya tidak disukai oleh para Secret Santa itu, namun nyatanya para anggota tetap saja melakukannya. Sepertinya, ada kebahagiaan tersendiri bagi mereka untuk saling mengerjai satu sama lain.


Dalam ruang tunggu yang dipersiapkan khusus untuk menampung mereka, para anggota berubah menjadi kurir pesan antar. Itu karena Secret Santa harus merahasiakan identitas mereka. Jadinya, para Secret Santa itu harus membentuk koalisi kerja sama demi bisa melaksanakan tugas mereka dengan baik. Pasalnya, akan ada penalti berupa hukuman apabila identitas Secret Santa itu berhasil ditebak. Dan kata penalti hukuman adalah kata yang paling tidak disukai oleh semua anggota.


"Hyung..... Secret Santa- mu mengirimkan ini. Dia berpesan kalau kau harus menghabiskannya dalam sekali teguk...." Minghao datang menghampiri Johnny sembari mengulurkan satu sachet ginseng merah kepada pemuda Chicago itu.


Johnny mendongak, menatap wajah Minghao dan sachet ginseng merah yang ada di tangan pemuda Xu itu bergantian. Dahinya mengerut. Satu alisnya mencuat ke atas. Tanda bahwa Johnny sedang menganalisa sesuatu.


"Pasti Secret Santa-ku itu bagian dari grupmu ya?" tanya Johnny setelah kontemplasinya selesai. Dia meraih sachet ginseng merah yang diulurkan oleh Minghao.


Minghao hanya membalas dengan mengedikkan kedua bahunya.


"Ingat Hyung.... Habiskan dalam satu kali teguk...." pungkas Minghao sebelum berlalu meninggalkan Johnny. Pemuda kelahiran tahun 1997 itu kemudian berjalan menuju ke tempat duduknya semula. Namun, saat dia melewati anggota yang sedang berkerumun, tangan kanannya terulur lalu menepuk telapak tangan milik orang lain yang balas terulur ke arahnya. Sayangnya, Johnny sedang sibuk menghabiskan ginseng merah dalam sachet yang diberikan oleh Minghao. Jadinya dia melewatkan petunjuk penting tersebut.



Di sudut yang lain, Mingyu yang mengisi waktu menunggu dengan kegiatan yang dia anggap sangat bermanfaat-tidur-di datangi oleh seseorang.


Plak !!!


Dengan tidak memperdulikan omelan dan sumpah serapah yang dikeluarkan oleh Mingyu, orang tersebut mengulurkan sebatang cokelat pada pemuda Kim itu.


"Berikan ini pada Seungkwan...." perintah orang itu.


Mingyu mendelik menatap lawan bicaranya.


"Tidak mau? Okay.... Aku tinggal membuka identitasmu padanya....." Orang itu menunjuk ke arah anggota yang sedang duduk di depan meja rias.


"Isshhh... Suka sekali mengancam orang yang tidak berdaya seperti aku ini...." gerutu Mingyu. Rasa sesal mulai menghampiri Mingyu. Kenapa dia harus memilih orang ini sebagai partner koalisinya?


Mingyu kemudian menyambar cokelat yang terulur di depan wajahnya lalu beranjak turun dari sofa dengan perasaan kesal. Langkahnya terdengar tidak ikhlas ketika mendatangi Seungkwan.


"Ini.... Dari Secret Santa-mu... Dimakan.... Biar pipimu semakin bulat seperti bakpau....." ujar Mingyu setelah meletakkan cokelat yang dia bawa di atas meja, tepat di depan Seungkwan.


Seungkwan yang sedang melakukan menonton sesuatu dari layar ponselnya mengalihkan pandangannya ke arah Mingyu. Saat dia melihat merek cokelat yang sedang terulur ke arahnya, kedua matanya langsung berbinar cerah.


"Wuaaaahhh, Godiva !!!!" pekik Seungkwan riang. Dia langsung mengambil cokelat yang diulurkan oleh Mingyu itu dan membawanya ke dalam pelukan.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang