Joshua yang sudah siap dengan sweater warna hijau serta kaus lengan panjang warna putih sebagai dalaman berdiri di depan pintu kamar Jeje yang sengaja dibiarkan terbuka lebar.
"Morning Noona..... Berangkat sekarang ?"
Jeje yang sedang mengikat rambutnya ke atas menoleh ke arah pintu.
"Tiga menit.... Biar Noona selesaikan ini dulu...." jawab Jeje.
Joshua tersenyum lembut. Dia melangkah masuk ke dalam kamar Jeje yang untungnya sudah dirapihkan oleh pemiliknya. Joshua berhenti di belakang Jeje. Dia menurunkan tangan Jeje lalu mengambil alih sisir yang sedang dipegang oleh manajernya itu.
"Eh...." Jeje cukup terkejut dengan tindakan Joshua.
"Biar aku bantu ya Noona...."
"Memangnya kau bisa melakukannya ?" tanya Jeje sambil menatap pantulan Joshua di cermin yang ada di depannya.
Joshua menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja. Aku sering menata rambut Jeonghan saat kami baru debut dulu. Rambut Jeonghan dulu panjangnya hampir sama dengan rambut Noona sekarang. Bedanya rambut Noona lebih tebal dari rambut panjang Jeonghan. Mungkin karena terlalu sering berganti warna, rambut kami pelan-pelan mulai menipis" jelas Joshua. Tangannya bergerak dengan terampil menyisir kembali rambut Jeje, menyatukannya dengan hati-hati lalu mengikatnya dengan rapi.
Tapi kemudian dia tertawa geli sendiri. Membuat Jeje yang melihat hal itu dari cermin jadi mengerutkan dahinya bingung.
"Ada apa Josh?"
"Tidak ada apa-apa Noona.... Aku baru sadar kalau Noona ternyata semungil ini....."
"Pendek maksudmu ?"
Kali ini Joshua tergelak.
"Tidak Noona.... Petite.... Mungil.... Noona itu mungil. Aku benar-benar takjub Noona bisa bekerja sebagai manajer artis dengan tubuh semungil ini. Aku saja yang rajin berolahraga kadang-kadang merasa kewalahan dengan jadwal kami yang luar biasa padat. Bagaimana dengan Noona ya ? Kan Noona harus bangun sebelum kami semua bangun, menyiapkan semua kebutuhan kami, kemudian Noona baru bisa beristirahat setelah kami semua masuk ke dalam kamar kami masing-masing. Hebat sekali Noona bisa bertahan menjadi manajer artis sampai selama ini...."
"Tidak ada yang mudah di dunia ini kan ? Menurut Noona semua pekerjaan di dunia ada resikonya masing-masing. Pekerjaan kalian juga. Kalian kehilangan banyak kebebasan kalian sejak kalian memutuskan menjadi idol. Menurut Noona, hebat sekali kalian bisa bertahan menjadi idol sampai selama ini...." Jeje mengulangi ucapan Joshua.
"Selesai...." ucap Joshua. Wajahnya tampak puas dengan hasil karyanya di rambut Jeje. Sementara Jeje mematut dirinya di depan cermin.
"Kau benar-benar berbakat, Joshua-ya. Setelah pensiun dari idol nanti, kau mungkin bisa mempertimbangkan untuk memilih karier sebagai penata rambut...." puji Jeje.
Joshua meletakkan tangan kanannya di depan perut dan tangan kirinya di punggung lalu membungkukkan badannya.
"It's an honour, My Lady...." ucap Joshua.
Jeje lalu meniru tindakan Joshua yang membuat keduanya tertawa bersama.
"Tunggu sebentar ya.... Noona ambil ponsel Noona dulu...."
Joshua mengangukkan kepalanya. Sembari menunggu Jeje, dia mengedarkan pandangannya untuk menyisir isi kamar Jeje. Kedua netranya kemudian berhenti di salah satu sisi dinding kamar Jeje yang dipenuhi dengan kertas post it warna-warni. Senyum Joshua semakin lebar. Tapi kemudian senyum itu perlahan menghilang saat dia mengenali coat tebal warna cokelat tua yang tersampir di kursi dekat jendela. Itu keluaran dari sebuah rumah mode ternama.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
