Haechan merasa bosan. Hari ini dia tidak memiliki jadwal apapun kecuali live di salah satu platform streaming online dalam rangka perilisan album bersama mereka. Ingin bermain game, tetapi Wonwoo, yang selalu menjadi lawan main Haechan selama mereka tinggal bersama sedang melakukan jadwal pribadi bersama dengan Mingyu.
Haechan mati gaya.
Dia turun dari tempat tidur, menyeret langkahnya dengan malas. Suasana hening menyambut saat dia membuka pintu kamarnya. Tebakan Haechan, sebagian besar anggota yang tidak memiliki jadwal memilih untuk beristirahat di dalam kamar mereka masing-masing sebelum jadwal live mereka nanti malam.
Tebakan Haechan salah. Saat dia menuruni tangga menuju ke lantai satu, dia menemukan Dokyeom dan Jungwoo di ruang serbaguna. Berbaring terlentang dengan kepala saling beradu. Baik Dokyeom maupun Jungwoo memegang ponsel mereka masing-masing.
"Hyung !!!" panggil Haechan.
Dokyeom dan Jungwoo hanya mengangkat kepala mereka masing-masing saat mendengar suara Haechan kemudian kembali berkonsertrasi dengan layar ponsel mereka.
Haechan ikut berbaring di antara Dokyeom dan Jungwoo.
"Hyuuuunnggg......" Haechan kembali bersuara untuk mengambil atensi Dokyeom dan Jungwoo. Dia mendusal-dusalkan kepalanya ke pundak Jungwoo.
"Apa?" sahut Jungwoo tanpa mengalihkan pandangannya.
"Aku bosan...."
"Lalu ?"
"Ayo lakukan sesuatu...."
"Contohnya ?"
"Memasak, membuang sampah, membuat keributan, mengganggu Woozi Hyung di studionya" jawab Haechan asal. Tapi jawaban terakhir Haechan membuat Dokyeom sontak bangkit dari posisinya.
"Jangan mencari masalah, Chanie. Woozi Hyung sedang berada di titik paling sensitif sekarang ini. Kau tidak mau dilempar dengan gitar miliknya kan?" ucap Dokyeom memperingatkan.
Haechan langsung memberengut.
"Tapi aku bosan sekali Hyuuuuunggg !!!!" rengek Haechan. Dia menendang-nendangkan kakinya ke segala arah. Tulang kering Jungwoo menjadi korbannya.
"Arghhh..... jadinya kalah kan....." omel Jungwoo sebal. Dia sedang dalam misi mengalahkan skor tertinggi dalam permainan online yang terpasang di ponselnya. Jungwoo lantas menghempaskan ponselnya ke samping lalu merubah posisi tidurnya yang tadi terlentang menjadi menelungkup dengan wajah yang menoleh ke arah Haechan.
"Mau bermain bola di luar ? Hyung juga bosan seharian berada di dalam ruangan terus-terusan. Sekali-sekali kita perlu terpapar sinar matahari" usul Jungwoo.
Haechan langsung menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.
"Hanya kita berdua saja Hyung?" tanya Haechan. Jungwoo lalu mengedikkan dagunya ke arah Dokyeom.
"Biar Hyung ajak Seungkwan supaya bergabung juga bersama kita. Dia tidak akan bisa menolak segala sesuatu yang ada hubungannya dengan bola" ucap Dokyeom.
Senyum Haechan semakin cerah. Dia bergegas untuk berdiri.
"Kalau begitu, tunggu apalagi Hyung ? Ayo kita bermain!!!" seru Haechan dengan penuh semangat.
⛄️⛄️⛄️
Ternyata, tidak hanya Seungkwan yang ikut bergabung dengan mereka. Tetapi hampir semua anggota yang tadinya beristirahat di dalam kamar mereka masing-masing ikut ke luar ke halaman yang ada di depan Guest House. Halaman yang dulu dijadikan sebagai tempat makan malam bersama untuk menghabiskan makanan yang dibawa oleh anggota setelah liburan Chuseok usai.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
