"Kau masih belum menghubungi kesayanganmu ya ?" tanya Jeonghan pada S.Coups usai konser terakhir mereka di benua Amerika selesai dilaksanakan. Tertinggal satu konser lagi, yaitu konser di kota Seoul tepatnya di Stadion Jamsil, sebagai konser yang menandai akhir dari proyek All Good ini.
S.Coups yang ditanya begitu, entah untuk yang keberapa kali, hanya membuang napas panjang. Masih ada hal yang mengganjal di dalam hatinya soal Jeje yang tiba-tiba ingin mencabut laporan terhadap Yoo-ah. Bahkan terakhir, dari cerita para anggota yang selalu ribut di ruang tunggu, Jeje sudah mencabut laporannya itu dengan ditemani oleh ibunya Joshua.
Sebenarnya, Jeje juga sudah mengirimkan pesan singkat pada S.Coups tentang rencananya itu. Tetapi, S.Coups masih mengabaikan pesan dan panggilan dari Jeje. Makanya Jeonghan jadi bertanya. Sudah ada puluhan pesan singkat dari Jeje, namun tidak ada satupun yang dibalas oleh S.Coups.
Awalnya, Jeonghan mengetahui hal tersebut ketika dia meminjam ponsel S.Coups saat konser mereka di Vancouver. Jeonghan pikir, S.Coups masih butuh waktu untuk berpikir. Dia pun sengaja beberapa kali meminjam ponsel S.Coups lagi untuk mengecek apakah hubungan keduanya sudah membaik. Akan tetapi, sampai konser mereka di Amerika utara selesai, S.Coups masih mendiamkan Jeje. Hal itu terus berlanjut sampai hari ini, di kota terakhir yang mereka kunjungi di Amerika Selatan.
Jeonghan sudah tidak tahan. Menurut Jeonghan, tingkah S.Coups sudah cukup keterlaluan. Dia harus mengingatkan temannya itu sebelum hubungan keduanya malah kandas di tengah jalan.
"Choi Seungcheol....."
"Nanti sajalah...." jawab S.Coups singkat.
"Kapan ? Besok kita sudah kembali ke Seoul. Apa kau akan tetap mengabaikan dia di sana ?" cecar Jeonghan tidak sabar.
"Tidak perlu mencampuri urusanku, Han-ah...."
Jeonghan bersedekap.
"Kau ini kenapa sih ? Apa yang membuatmu marah ? Kesayanganmu yang tiba-tiba mengambil keputusan tanpa mendiskusikannya denganmu, atau karena dia melakukannya demi Wonwoo ?"
"CUKUP YOON JEONGHAN !!!" teriak S.Coups jengah.
Salah sudut bibir Jeongan terangkat ke atas.
"Ah.... Jadi benar.... Kau cemburu dengan Wonwoo ? Setelah semua yang sudah kalian lalui, kau masih ragu dengan kesayanganmu ?" Jeonghan mengkonfrontasi S.Coups.
Ledakan emosi yang sejak tadi berusaha ditahan oleh S.Coups meluap sudah. Dia berjalan dengan langkah lebar untuk mendekati Jeonghan. Tangannya terulur, mendorong tubuh Jeonghan sampai punggung kurus pemuda itu menabrak dinding kamar S.Coups.
"Sudah kubilang.... Jangan mencampuri urusanku !!!" desis S.Coups.
Jeonghan mendecakkan lidahnya.
"Tsk.... Sebulan yang lalu, kau melakukan hal yang sama pada Wonwoo ketika Jeje hilang di Los Angeles. Sebulan yang lalu kau begitu mencemaskan dia. Sampai-sampai, kau bilang padaku kalau duniamu akan kiamat seandainya kita tidak bisa menemukan kesayanganmu itu hidup-hidup. Tapi sekarang apa ? Kau malah mengacuhkan dia seperti ini, di saat dia sedang butuh perhatian dan pengertianmu. Aku tidak heran sih, kalau setelah kita kembali nanti, kesayanganmu itu akan meminta putus darimu. Aku saja yang melihatmu seperti ini rasanya kesal setengah mati...." oceh Jeonghan.
Pegangan S.Coups di pundak Jeonghan mengendur. Setiap kalimat yang dikeluarkan oleh pemuda Yoon itu bagai peluru yang tepat menancap di hati dan pikirannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
