All Good - Sixty Five

2.1K 308 27
                                        

Anak-anak Dream benar-benar datang ke Guest House untuk menjenguk Jeje. Alasan yang menurut Taeyong dan Mark sangat tidak masuk akal karena Jeje bahkan tidak dirawat oleh Dokter. Menurut Taeyong dan Mark, anak-anak Dream itu hanya terlalu rindu dengan Jeje sehingga mereka mencari-cari alasan untuk mangkir dari jadwal latihan mereka lalu memaksa Nara untuk mengantarkan mereka ke Guest House.


Mereka datang saat menjelang jam makan malam. Jeje, Jio serta para anggota sudah tiba di Guest House sejak pukul empat sore tadi. Fitting berlangsung lebih cepat dari perkiraan sehingga mereka jadi memiliki waktu yang lebih banyak yang bisa mereka gunakan untuk beristirahat. Besok dan lusa, mereka akan syuting untuk 3 movie video. Sehingga ada kemungkinan mereka tidak pulang ke Guest House sebelum syuting mereka selesai.


Saat Jeje membuka pintu kamarnya untuk menyambut kedatangan anak-anak Dream, Taeyong sudah menunggu di depan kamarnya.


"Eoh, Taeyong-ah? Sedang apa di sini?" tanya Jeje bingung karena langsung mendapati Taeyong yang bersandar di kusen pintu kamar Jeje sambil memainkan ponselnya. Melihat sosok Jeje yang sudah keluar dari kamar, Taeyong menegakkan tubuhnya lalu tersenyum ke arah Jeje.


"Menunggu Noona." jawab Taeyong.


"Kamu menunggu Noona?"


Taeyong menganggukkan kepalanya. Dia lalu mendekatkan lengannya ke depan tubuh Jeje.


"Ayo Noona...."


"Apa ini Taeyong-ah?" tanya Jeje semakin bingung.


"Noona pasti kesulitan kan berjalan dengan kaki yang diperban seperti itu? Jadi aku menawarkan lenganku sebagai pengganti tongkat. Noona tenang saja, kurus-kurus begini, ototku tidak kalah kuat dengan otot milik Johnny"


Jeje terkekeh pelan. Sementara Taeyong menggerak-gerakkan lengannya yang terulur di depan Jeje sebagai tanda supaya Jeje segera meraih lengannya itu. Akhirnya Jeje mengalah. Dia awalnya hanya meletakkan telapak tangannya di atas lengan Taeyong. Tapi kemudian Taeyong malah merubah posisi tangan Jeje itu. Dia menarik lengan Jeje untuk melingkari lengannya.


"Begini lebih baik, Noona." kata Taeyong memberi alasan. Jeje hanya mengulum senyumnya. Berterima kasih akan kebaikan Taeyong serta membiarkan pemuda itu untuk membimbingnya berjalan melintasi koridor menuju ke ruang serbaguna.

⛄️⛄️⛄️

"Mianhae, Eonni. Aku tidak bisa menahan mereka. Mereka mengancam akan mogok latihan selama seminggu kalau aku tidak menuruti keinginan mereka" terang Nara begitu Jeje menyambut mereka di ruang serbaguna. Sementara anak-anak Dream langsung membuat keributan dengan berebut untuk bergelayut di lengan Jeje.


"Aku dulu Hyung.... Aku juga kan rindu dengan Jeje Noona. Kalian tadi sudah bicara dengan Jeje Noona lewat panggilan video" sungut Jisung dengan wajah cemberut karena Chenle sudah menempel di lengan kanan Jeje sementara Jaemin menggandeng lengan kiri Jeje.


"Siapa suruh tadi siang kau tidur, wleeee...." sahut Chenle lalu menjulurkan lidahnya untuk menggoda Jisung.


Johnny memutuskan untuk turun tangan supaya kericuhan itu tidak berlanjut.


"Kalian ini tamu, jangan memulai perkelahian di sini. Jaga sikap kalian. Ini bukan dorm NCT. Ada senior kalian yang juga ikut tinggal di sini" tegur Johnny dengan tegas.


Chenle langsung cemberut begitu mendengar teguran dari Johnny. Dia lantas melepaskan tangannya dari lengan Jeje. Jisung yang melihat kesempatan itu langsung menyerobot untuk menggantikan tempat Chenle. Ganti dia yang menjulurkan lidah ke arah Chenle.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang