Hoshi tidak bisa memalingkan pandangan kagumnya pada Jeje meskipun Jeje sudah melepaskan hanbok yang dia kenakan dan kembali memakai pakaian sehari-harinya. Dia tidak mengindahkan teriakan kesal dari Jeonghan karena tidak henti-hentinya melamar Jeje.
"Noona..... Apa kau benar-benar tidak ingin menikah denganku?" tanya Hoshi untuk kesekian kalinya. Setelah terus berkeliling mengikuti Jeje, kali ini Hoshi duduk di ruang makan. Matanya tidak lepas dari sosok Jeje yang sedang melakukan sesuatu di sana.
Doyoung yang jengah melihat kelakuan teman satu kamarnya itu lantas mendekati Hoshi, memegang kerah bajunya dari belakang kemudian menyeret Hoshi supaya tidak menganggu Jeje.
"Lepas !!! Kau merusak bajuku, Tuan Aktor yang terhormat....." omel Hoshi yang tentu saja tidak dituruti oleh Doyoung. Dia terus menarik kerah baju Hoshi dan baru dia lepaskan setelah dia mendorong Hoshi ke sofa panjang yang ada di ruang serba guna.
"Kau itu apa-apaan sih?" sengit Hoshi. Dia merapikan kerah bajunya yang tadi ditarik oleh Doyoung.
"Kau itu yang apa-apaan menganggu Jeje Noona dengan pertanyaan aneh seperti itu..." balas Doyoung tidak kalah sengit.
"Pertanyaan aneh bagaimana ? Kau itu tidak pernah merasakan cinta pada pandangan pertama ya?"
Doyoung mencibir.
"Pandangan pertama bagaimana ? Kau sudah enam bulan ini bertemu dengan Jeje Noona..."
"Ini pertama kalinya aku melihat Jeje Noona secantik itu...." balas Hoshi tidak mau kalah.
Doyoung menghela napas panjang. Dia mengancungkan jempol pada kesabaran anggota Seventeen dalam menghadapi harimau jadi-jadian yang duduk di depannya ini. Daripada memperpanjang urusan, Doyoung memilih pergi dari hadapan Hoshi. Yang penting misinya menjauhkan Jeje dari Hoshi yang tidak berhenti menatap Jeje seolah-olah Jeje adalah mangsa empuk bagi predator sudah terlaksana
"Hauuummmm....." Hoshi menggaum. Kedua tangannya membuat gestur tiger sign yang biasa dia buat saat menyapa para penggemar lalu terkekeh pelan.
⛄️⛄️⛄️
"Aku pulang dulu ya Noona..... Aku akan bawakan banyak makanan khusus untuk Noona saat aku kembali nanti..." ucap Haechan berpamitan pada Jeje. Anak itu sudah siap untuk berangkat berlibur. Jeje yang sedang melakukan sesuatu di ruang makan menghentikan aktivitasnya. Dia berdiri dari kursi lalu menghampiri Haechan yang mengenakan hoodie warna abu-abu, merchandise NCT yang dirilis dua tahun yang lalu.
"Haechanie.... Kenapa tidak menggunakan pakaian yang lebih tebal ?" tanya Jeje. Cengiran lebar tercetak jelas di wajah manis Haechan.
"Tenang saja Noona..... Cadangan lemak di perutku masih cukup untuk membuat aku tidak kedinginan" jawab Haechan.
Jeje terkekeh pelan. Dia menaikkan tudung hoodie Haechan sampai menutupi kepalanya kemudian merapikan anak rambutnya yang berantakan.
"Hati-hati di jalan..... Sampaikan salam Noona untuk orang tua dan adik-adikmu ya...." sahut Jeje sembari mengusap lembut puncak kepala Haechan.
Johnny, Mark dan Taeyong muncul di ruang makan beberapa saat kemudian. Mereka juga sudah siap dengan barang-barang mereka.
"Noona...." panggil Mark. Dia berjalan mendekati Jeje dan langsung memeluk Jeje tanpa aba-aba.
"Aku akan sangat merindukan Noona...."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
أدب الهواةAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
