All Good - 144

1.1K 139 16
                                        

Pencarian belum selesai. Tempat yang dituju oleh Yoo-ah dan Wonwoo ternyata bukan tempat dimana Jeje disekap. Polisi, detektif swasta yang disewa oleh ibu Johnny bersama dengan S.Coups, Jeonghan, Johnny, Joshua, Taeyong dan Wonwoo menyisir ke sekeliling lokasi, tetapi Jeje tidak ada di sana.


Meninggalkan kumpulan orang yang masih mencari Jeje, S.Coups memilih untuk menghampiri Yoo-ah yang saat ini diamankan di dalam salah satu mobil polisi. Setibanya S.Coups di sana, dia langsung mengetuk kaca jendela berkali-kali.


Masih dengan wajah angkuhnya, Yoo-ah menurunkan kaca jendela mobil.


"Dimana sebenarnya kau menyembunyikan Jennifer ?" tanya S.Coups geram.


Yoo-ah melirik ke arah S.Coups lalu tertawa mengejek.


"Apa kalian pikir aku sebodoh itu ?" jawab Yoo-ah lalu menutup kembali kaca jendela. Tindakan Yoo-ah itu membuat S.Coups bertambah geram. Rasa-rasanya dia ingin menghancurkan kaca jendela mobil polisi itu, menarik Yoo-ah dari sana kemudian menyeret gadis itu di tanah berpasir sampai dia memohon-mohon ampunan dari S.Coups yang berakhir dia memberitahu dimana posisi Jeje sekarang.


Tinggal sepersekian detik sebelum S.Coups merealisasikan apa yang ada di dalam kepalanya, tetapi tubuhnya ditarik ke belakang oleh seseorang.


"Kendalikan emosimu di sini, Coups-ah...."


S.Coups menolehkan kepalanya ke samping dan menemukan Joshua yang menahan tubuhnya dari belakang. Dia lalu menghempaskan tangan Joshua untuk membebaskan dirinya.


"Detektif yang menangani kasus ini ingin bicara dengan kita semua...." ucap Joshua memberitahu tujuannya menghampiri S.Coups. Ketika mereka akan melangkah pergi, suara Yoo-ah terdengar kembali.


"Jangan membuang-buang waktu.... Terlambat sedikit saja, manajer sundal itu akan digilir oleh para gelandangan yang tinggal di daerah ini...."


S.Coups mengetatkan wajahnya. Tanpa pikir panjang, dia menghampiri Yoo-ah dengan kedua tangan terkepal kuat. Akan tetapi, Joshua lagi-lagi menghalangi niat S.Coups tersebut.


"Apa yang akan kau lakukan, Coups-ah?"


"Aku ingin memberikan dia pelajaran !! Aku akan menghajar perempuan gila itu habis-habisan !!!" teriak S.Coups.


Suara S.Coups yang besar itu terdengar juga oleh Yoo-ah. Dia terkikik puas di balik kaca jendela mobil melihat bagaimana berhasilnya dia memprovokasi leader Seventeen itu. Keributan itu membuat beberapa anggota polisi ikut turun tangan untuk menjauhkan S.Coups dari Yoo-ah.


"Coups-ah !!! Tolong !!! Bersikap seperti ini tidak akan membuat kita menemukan Jeje Noona. Kau tidak dengar Yoo-ah bilang apa tadi? Kita jangan membuang-buang waktu..." tegur Joshua.


S.Coups menarik napas panjang lalu mengusak wajahnya dengan putus asa. Joshua tadinya sama putus asanya dengan S.Coups. Tetapi, dia tetap berusaha untuk berpikir jernih. Dan tidak seperti S.Coups yang dibutakan oleh amarah, Joshua malah menemukan petunjuk penting dari ucapan terakhir Yoo-ah pada mereka.


"Mereka butuh kita sekarang.... Ayo kita ke sana...." ajak Joshua.


⛄️⛄️⛄️


"Kenapa ??!!!! Kenapa kami tidak boleh berangkat ??!! Jeno Hyung boleh ke New York, kenapa kami tidak boleh meninggalkan Seoul ??!!!" Chenle meneriakkan rasa tidak puasnya ketika tahu dari Nara bahwa rencana mereka untuk menyusul Jeje tidak dikabulkan oleh perusahaan. Lebih dari itu, mereka bahkan tidak diijinkan oleh perusahaan untuk meninggalkan kota Seoul, kecuali Jeno yang memang sudah dijadwalkan akan berangkat ke New York sendirian.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang