Seungkwan berdiri diam di depan lemari pendingin. Memandangi sticky notes-sticky notes yang dia tempel di sana sejak Jeje pergi. Terhitung tiga hari berlalu tanpa ada Jeje di Guest House. Berarti ada tiga sticky notes warna biru navy milik Seungkwan yang tertempel di sana. Jeje susah payah mencarikan sticky notes dengan warna tersebut khusus untuk Seungkwan ketika dia tahu kalau Seungkwan sangat menyukai warna biru navy.
Jari telunjuk kanan Seungkwan terangkat. Menghitung jumlah sticky notes yang tertempel di sana. Berdasarkan warna sticky notes yang Seungkwan tahu, bukan hanya dirinya sendiri yang masih sulit menghilangkan rutinitas pagi menempelkan sticky notes di pintu lemari pendingin. Ada beberapa anggota lain yang melakukannya.
Seungkwan menghembuskan napas panjang. Dia baru mengerti sekarang kata-kata bijak yang berkata bahwa kau baru akan mengerti bagaimana berharganya seseorang ketika kau kehilangan orang tersebut. Jeje, yang awalnya dipandang sebelah mata, ternyata memiliki dampak yang begitu kuat bagi para anggota yang tinggal di Guest House. Tiga hari berlalu sejak Jeje pergi, suasana Guest House semakin hari semakin muram. Tidak ada yang memanfaatkan waktu libur yang diberikan kepada mereka. Selama tiga hari, hampir seluruh anggota hanya mendekam di dalam kamar mereka masing-masing.
Kecuali S.Coups dan Taeyong. Setelah pertengkaran, yang masih belum diketahui apa penyebab dari pertengkaran keduanya, leader dari Seventeen dan Ilichil itu saling menghindar satu sama lain. Mereka pergi di pagi hari dan baru pulang ke Guest House setelah lewat tengah malam. Tidak ada yang berani bertanya apa yang kedua orang itu lakukan di luar sana.
Seungkwan kemudian memutar tubuhnya. Posisinya kini menjadi membelakangi lemari pendingin. Pandangannya terarah pada meja makan panjang yang biasanya selalu saja ada anggota yang duduk di sana sambil melakukan sesuatu. Dan Jeje tidak pernah absen untuk menemani, atau jika masih ada pekerjaan yang harus gadis itu lakukan, dia akan memastikan siapapun yang ada di sana sudah terpenuhi kebutuhannya.
Makanan yang paling terutama. Tinggal tujuh bulan bersama dengan manajer-mantan manajer-mereka itu membuat Seungkwan mengerti prinsip Jeje dalam mengatur artis-artis yang berada di bawah pengawasannya.
Perut kenyang
Hati senang
Bekerja pun riang
Terbukti ketika Jeje berusaha memenuhi semua permintaan Hoshi sampai membuat kakinya cedera karena diserempet motor di basement rumah sakit.
Tapi ruang makan itu kini sunyi sepi. Sesepi columbarium yang rutin dikunjungi oleh Seungkwan.
Berada terlalu lama di ruang makan membuat mood Seungkwan turun. Sudah lewat jam makan malam, tapi tidak ada satu anggota pun yang terlihat di area ruang makan tersebut. Dia pun memutuskan untuk menepi ke kolam renang. Setelah mengambil sebotol cola dingin, pilihan yang dirasa paling tepat meskipun sebenarnya Seungkwan ingin mabuk malam ini, pemuda Jeju itu berjalan menuju ke arah kolam renang.
Seungkwan menggeser pintu kaca yang menjadi pembatas antara bagian dalam Guest House dengan kolam renang yang terletak di luar. Dia memundurkan sedikit tubuhnya ketika melihat punggung yang sangat dia kenali, duduk membelakangi arah datangnya Seungkwan. Sepasang headset terpasang di telinganya.
"Shua Hyung..." panggil Seungkwan kala dia sudah berdiri di samping orang yang dia kenali tersebut.
Melihat sesosok bayangan mendekatinya, Joshua menengadahkan wajahnya ke atas. Sorot mata dan raut wajah Joshua saat menatap Seungkwan membuat hati pemuda Boo itu berdenyut nyeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
